Abstrak
Skripsi atas nama Winda Hoktaviya / 2614.125, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, dengan judul “Kondisi Afeksi Remaja yang Orang Tuanya Bercerai di SMKN 2 Padang Panjang”. Kondisi afeksi adalah kondisi pemenuhan kebutuhan cinta serta kasih sayang diantaranya kebutuhan untuk dimengerti secara mendalam dan didalamnya ada unsur memberi dan menerima. Penelitian ini beranjak dari fenomena yang terjadi di SMKN 2 Padang Panjang terlihat bahwa adanya siswa yang orang tuanya bercerai baik cerai hidup maupun cerai mati dan dari hasil observasi terlihat perbedaan antara siswa yang orang tuanya bercerai dengan siswa yang orang tuanya masih utuh dalam kesehariannya di sekolah. adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kondisi afeksi remaja yang orang tuanya bercerai. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu memaparkan situasi atau peristiwa tanpa mencari atau menjelaskan hubungan variabel dan tidak untuk melakukan pengujian hipotesa. Teknik pengambilan informan kunci yang dilakukan yaitu dengan Proposif Sampling, berdasarkan pertimbangan tertentu dari penulis, maka dalam hal ini informan kunci penelitian ini adalah dua orang siswa yang orang tuanya bercerai dan informan pendukung penelitian ini adalah guru bimbingan konseling, wali kelas serta kawan-kawan dari siswa yang bersangkutan. Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan adalah menelaah seluruh data dari hasil observasi dan wawancara, reduksi data, penarikan kesimpulan (verifikasi). Berdasarkan hasil penelitian, dapat digambarkan bahwa kondisi afeksi remaja yang orang tuanya bercerai semenjak kecil maupun setelah mereka remaja terganggu. Pemenuhan cinta dan kasih sayang yang didapatkan tidak untuh baik secara perasaan maupun menyangkut pemeliharaan, rasa tanggung jawab, perhatian, pemahaman, kepedulian dan keinginan untuk menumbuh kembangkan anak yang dicintai. Meskipun ada yang diberikan oleh masing-masing orang tua baik ayah maupun ibu, namun dalam hal secara bersamaan atas nama orang tua tidak dapat dirasakan oleh anak. Remaja yang orang tuanya bercerai merasa sedih dan kecewa akibat tidak bersatunya kedua orang tua dalam keluarga yang utuh. Mereka sangat menginginkan orang tuanya bersatu kembali. Perceraian orang tua membuat mereka tidak ingin untuk meniru kepada kedua orang tua mereka dimasa selanjutnya,. Perceraian orang tua membuat anak tidak bersemangat lagi dalam pendidikan karna merasa tidak ada yang memperhatikannya.