Abstrak
Pembelajaran yang disajikan guru belum mampu menjadikan peserta didik aktif mengumpulkan informasi dan mengasosiasi suatu fakta atau prinsip. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu pola pembelajaran yang dikembangkan guru cenderung bersifat guru sentris, sehingga peserta didik hanya menjadi objek pembelajaran saja sehingga hasil dan prestasi belajar yang dicapai peserta didik kurang optimal, guru jarang menciptakan model pembelajaran yang bermakna, dan penyampaian materi pembelajaran oleh guru sering menggunakan pendekatan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh Model Direct Instruction terhadap Kemampuan, Aktifitas dan Hasil Belajar PAI Siswa. Penelitian ini telah dilakukan di Kelas IV SD Negeri 12 Padanglua karena tidak bisa di pungkiri bahwa masih banyak siswa di Sekolah Dasar menghadapi masalah masalah dalam pembelajaran PAI.. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Peneliti menggunakan penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan model posttest only. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 12 Padanglua. Untuk kelas IV A diperlakukan sebagai kelas eksperimen yang di ajar dengan menggunakan Model Direct Instruction. Sedangkan kelas IV B diperlakukan sebagai kelas kontrol yang di ajarkan dengan menggunakan teknik yang biasa. Peneliti menggunakan teknik Random sampel untuk menentukan sampel penelitian ini. Untuk menganalisis data, peneliti menggunakan tes normalitas dengan memakai uji Lillifors dan menggunakan tes homogenitas dengan menggunakan uji-F. Sedangkan untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan uji-t dan mengkonsultasikan hasilnya dengan tabel derajat significant 0.05 untuk hipotesis. Berdasarkan temuan yang diperoleh selama penelitian, yaitu bahwa besar thitung diperoleh sebesar -3.972 dan besar ttabel pada taraf signifikan 0,05 adalah sebesar 2,011. Hasil pengujian tersebut dihubungkan dengan hipotesis -3.972 2,011 artinya terima Ha dan Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pengajaran langsung (Direct Instruction/DI) terhadap hasil belajar PAI siswa. Selanjutnya pada Keterlibatan dan keaktifan siswa didala kelas, hasil observasi membuktikan bahwa keaktifan dan keterlibatan siswa didalam kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas control. Terakhir, Hasil belajar yang diperoleh kelas eksperimen, yaitu kelas yang menggunakan model pengajaran langsung (Direct Instruction/DI) mengalami peningkatan. Hal ini diperkuat dengan perolehan nilai rata-rata posttest eksperimen (77,92) > nilai rata-rata posttest kontrol (65,28). Jadi bisa di simpulkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Ini membuktikan bahwa menggunakan Model Direct Instruction bisa membantu siswa dalam aktifitas dan hasil belajar PAI.