Abstrak
Skripsi ini atas nama JUL WADI, NIM. 2112. 064 yang berjudul,”Penerapan Model Mind Mapping Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di PonPes Madinatul Munawarah.” Maksud judul ini adalah penelitian yang mengungkapkan penerapan pembelajaran menggunakan model Mind Mapping pada pembelajaran sejarah kebudayaan islam di Ponpes Madinatul Munawarah. Adapun motivasi penulis melakukan penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya fenomena dalam pelaksanaan model pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yaitu ketika guru mengajar dengan menerapkan model Mind Mapping, sebagian peserta didik suka meribut, tidak membuat Mind Mapping dengan sungguh-sungguh dan ada yang menganggu temannya saat belajar. Dalam penelitian ini penulis akan melihat Bagaimana penerapan pembelajaran menggunakan model Mind Mapping yang diterapkan oleh guru Sejarah Kebudayaan Islam. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penulis lakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data dan informan penelitian terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci yaitu guru Sejarah Kebudayaan Islam kelas VII A di Ponpes Madinatul Munawarah. Sedangkan yang menjadi informan pendukung adalah kepala sekolah dan beberapa orang peserta didik MTs.S kelas VII A Ponpes Madinatul Munawarah. Data dianalisis dengan menggunakan metode berfikir induktif. Pelaksanaan teknik pemeriksaan data dilakukan melalui triangulasi data. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa dalam penggunaan model pembelajaran, guru hanya menggunakan model pembelajaran Mind Mapping, tanpa memvariasikan dengan model pembelajaran yang lain, hal ini membuat sebagian dari peserta didik merasa bosan, jenuh, banyak yang ribut, dan lainnya. Dan belum terlaksananya dengan baik penerapan model pembelajaran Mind Mapping ini membuat siswa kurang berminat dalam mengikuti pelajaran. Karena ini merupakan model pembelajaran yang baru diterapkan namun guru kurang pandai dalam melaksanakan model pembelajaran ini, maka baik dalam perencanaan maupun dalam mengimplementasikanya menjadi kurang efektif. Selain itu, kepala madrasah harus lebih tegas dan giat untuk mengontrol pembelajaran yang diajarkan guru, dengan begitu guru akan merasa diperhatikan dan semangat dalam mencari strategi dan model yang cocok dalam situasi dan kondisi proses pembelajaran.