Abstrak
PENGARUH MUTASI JABATAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN STUDI KASUS PT. BPRS MPS SIMPANG AMPEK, KAB. PASAMAN BARAT.” Disusun oleh Nurafni Dini Fitri, NIM: 3314.118 pada fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Mutasi adalah kegiatan ketenagakerjaan yang berhubungan dengan suatu proses pemindahan fungsi, tanggungjawab, dan status ketenagakerjaan tenaga kerja kesituasi tertentu dengan tujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan memperoleh kepuasan kerja yang mendalam dan dapat memberikan prestasi kerja yang semaksimal mungkin kepada perusahaan. Adapun tujuan dari mutasi karyawan ini pada intinya adalah untuk menciptakan atau meningkatkan efesiensi dan efektivitas kerja dalam suatu organisasi dalam meningkatkan produktivitas kerja. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional, metode pengumpulan datanya dilakukan dengan cara observasi dan angket atau kuisioner, objek penelitian yang diamlbil untuk mendukung terlaksananya penelitian ini adalah 15 orang nasabah pada PT. BPRS MPS Simpang Ampek, Kab. Pasaman Barat, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik statistik yakni teknik korelasi sederhana menggunakan SPSS 16.0. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa korelasi antara mutasi jabatan dengan produktivitas kerja karyawan sebesar 0.616. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang sangat kuat antara mutasi jabatan terhadap produktivitas kerja karyawan. Selain itu signifikan antara mutasi jabatan (X) dengan produktivitas kerja karyawan (Y) sebesar 0.015. Berdasarkan kaidah keputusan dari hipotesis, nilai probabilitas 0.05 lebih besar atau (0.05>0.015) maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya signifikan. Dan mutasi jabatan terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. BPRS MPS Simpang Ampek, Kab. Pasaman Barat sebesar 37,9 %, sedangkan sisanya 62,1 % dipengaruhi faktor lainnya.