Abstrak
Skripsi ini berjudul: “Pengaruh Inflasi Terhadap Tingkat Pengangguran Kota Bukittinggi Periode 2015-2-2017 Dalam PERRSPEKTIF Ekonomi Islam” yang di susun oleh Harlina Zumiati, Nim:3214.014 Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Latar belakang penulis melakukan penelitian ini adalah terjadinya inflasi sehingga naiknya harga barang-barang. Hal ini mengakibatkan berkurangnya permintaan dan produksi suatu barang pun juga ikut berkurang. Dalam hal ini, perusahaan tidak mampu membayar gaji tenaga kerjanya, sehingga perusahaan melakukan PHK agar perusahaan tersebut tetap berproduksi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pengaruh inflasi terhadap tingkat pengangguran di Kota Bukittinggi, serta untuk menganalisa apakah inflasi dapat mempengaruhi tingkat pengangguran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Data yang di peroleh berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Bukittinggi. Data yang telah diperoleh diolah dan dianalisa dengan metode kuatitatif deskriptif. Dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana: Y = a + bX. Data di olah menggunakan SPSS 22 dan 20, dengan beberapa uji, yaitu uji autokorelasi, uji normalitas, Regresi Linier Sederhana, dan Uji T & F. Data juga di olah menggunakan Kurva Phillips. Sebelum dipengaruhi oleh nilai X (inflasi) maka Y (pengangguran) sebesar 538,860. Hasil dari pengolahan data di dapat hasil perhitungan regresi linier sederhana yaitu: Y = 157,287 + -29,054X, dapat diartikan bahwa variabel inflasi (X) berpengaruh negatif terhadap variabel tingkat pengangguran (Y) dengan angka koefisien (B) -29,054. hasil uji-T menyimpulkan bahwa inflasi mempengaruhi tingkat pengangguran. Dan data ini dapat dibuktikan dengan uji statistik yang penulis lakukan dengan menggunakan SPSS 22.0, Microsoft Excel dan Kurva Phillips. Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat dikemukakan bahwa inflasi mempengaruhi tingkat pengangguran. Dalam perspektif ekonomi Islam ada lima prinsip dasar ekonomi Islam yaitu: Tauhid, `Adl, Nubuwwah, Khilafah, dan Ma`ad. Dan dalam praktiknya, kegiatan ekonomi yang dilakukan di Kota Bukittinggi belum menerapkan prinsip ekonomi Islam.