Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: “ANALISIS KOMPARATIF ANTARA PERAN BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL DALAM PENGEMBANGAN USAHA TENUN SONGKET PANDAI SIKEK (studi kasus: kenegarian pandai sikek kec. X koto, kab, tanah datar)”. Di susun oleh Lara Fenta Tiwi Nim3314.346. Skripsi mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Bukittinggi. Penelitian ini di latar belakangi dengan melihat banyaknya para pengusaha songket yang masih banyak menggunakan jasa perbankan konvensional di bandingkan jasa perbankan syariah dalam bertransaksi di Bank, baik menyimpan ataupun melakukan pembiayaan untuk tambahan modal usahanya. Walaupun bank syariah itu sendiri sudah lama berdiri di daerah Pandai Sikek. Dalam penyelesaian masalah di atas penulis menggunakan jenis penelitian lapangan atau (field research) yang bersifat deskriptif melalui pendekatan kualitatif dan dalam penelitian ini penulis menggunakan informan penelitian, serta dalam pengumpulan data penulis melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang penulis peroleh dilapangan dianalisa dengan menggunakan metode analisa komperatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa yang lebih efektif dalam pengembangan songket di Pandai Sikek adalah Bank Konvensional. Dimana penguhasa yang memilih bank konvensional dikarenakan banyaknya kemudahan yang diberikan oleh bank seperti memberika kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga yang rendah, mengadakan pembinaan dan pendampingan kepada para pengusaha seperti sosialisasi dan pemeran ke luar kota, bank juga mengajak tamunya untuk singgah ke toko untuk berbelanja hal itu sebagai wujud perhatian bank konvensional kepada pengusaha songket Pandai Sikek. Sedangkan pengusha yang memilih bank syariah adalah penguha kecil yang belum memiliki toko dan mereka juga menganggap bank syariah adalah Bank yang berprinsip kepada al –quran dan hadist yang bersih dari bunga (Riba), selain itu bank syariah hanya terfokus kepada pengrajin yang membutuhkan modal bukan kepeda pengusahanya yaitu dengan bekerja sama dengan Baznas Sumatra Barat untuk menyelurkan dana CSR kepada pengrajin yang membutuhkan dana modal usaha.