Abstrak
ABSTRAK Wahyuni Yunanda Asmi, NIM. 20116012, Pengembangan Model Bahan Ajar Berbasis Konstruktivisme Pada Pembelajaran PAI Dan Budi Pekerti Di SMK N 1 Palembayan Latar belakang penelitian ini adalah berdasarkan analisis tentang penggunaan bahan ajar PAI dan Budi Pekerti di SMK N 1 Palembayan yang hanya menggunakan satu buku pegangan terbitan Kemendikbud. Sementara, berdasarkan analisis penulis, buku tersebut belum memenuhi seluruh aspek yang tercantum dalam tujuan pembelajaran. Bahan ajar yang ada lebih mengedepankan aspek afektif dan psikomotor sehingga aspek kognitif terkesan menjadi terabaikan. Maka dari itu, penting kiranya meneliti, merevisi dan mengembangkan kembali bahan ajar PAI dan Budi Pekerti yang mengedepankan konsep konstruktivisme sehingga aspek pada ranah kognitif mampu mengimbangi ranah afektif dan psikomotorik. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan bahan ajar PAI dan Budi Pekerti sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai pendamping buku PAI dan Budi Pekerti yang diterbitkan oleh Kemendikbud. Dengan demikian, maka aspek yang tertuang dalam tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Development Research) yaitu penelitian untuk menghasilkan produk serta menguji keefektifan suatu produk. Adapun model yang dipakai dalam penelitian ini adalah model 4 D (Define-Design-Develop-Disseminate). Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah Mixed Methods (metode campuran) yaitu penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah berbentuk Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis konstruktivisme agar menunjang keaktifan siswa dalam pembelajaran sehingga mampu mengkonstruksi pengetahuan melalui kegiatan mandiri. Produk yang dihasilkan dilakukan uji validitas, uji praktikalitas dan uji efektivitas secara terstruktur dan bertahap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) PAI dan Budi Pekerti yang telah di kembangkan mempunyai validasi dengan kategori sangat valid yaitu dengan nilai rata-rata 93,21 %. Tingkat praktikalitas dengan kategori sangat praktis yaitu dengan nilai rata-rata 93,72%. Tingkat efektivitas dengan kategori sangat efektif yaitu dengan t_(hitung )= 3,81 dengan t_(tabel )= 2,46 Artinya H_0 ditolak dan H_1 diterima. Dengan demikian hasil belajar kelas eksperimen lebih baik atau lebih tinggi dibandingkan hasil belajar kelas kontrol. Artinya hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar LKS berbasis konstruktivisme jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang hanya menggunakan satu buku paket. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan modul sangat efektif dalam proses pembelajaran. Kata kunci: pengembangan model, konstruktivisme, PAI dan Budi Pekerti