Abstrak
ABSTRAK Dila Atria Rita (3314.072), Jurusan SI Perbankan Syariah Skripsi ini yang berjudul “ANALISIS RESPON PEDAGANG PASAR AUR KUNING BUKITTINGGI TERHADAP PRODUK PEMBIAYAAN MODAL KERJA DAN LAYANAN PERBANKAN SYARIAH”. Pasar simpang Aur lebih dikenal pengunjung dengan nama pasar Aur Kuning. Pasar Aur Kuning berada dikelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang Bukittinggi. Pasar Aur Kuning Bukittinggi dibangun pada tahun 1981, pada saat itu keadaan pasar belum seperti sekarang ini, yang ada hanya kios-kios kecil, gedung dan los-los apa adanya. Setelah beberapa waktu pasar Aur Kuning Bukittinggi terus berkembang hingga dibangun inkorba oleh PT. INKORBA yaitu toko di blok B. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimanakah Respon Pedagang Pasar Aur Kuning Bukittinggi Terhadap Produk Pembiayaan Modal Kerja Dan Layanan Perbankan Syariah. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis respon pedagang pasar Aur Kuning Bukittinnggi terhadap produk pembiayaan modal kerja dan layanan perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu angket. Sedangkan analisis data menggunakan analisis uji instrumen (uji validitas dan reliabilitas), dan tabel distribusi frekuensi. Hasil analisis data yang dilakukan dengan menggunakan software SPSS v 22 dapat disimpulkan bahwa respon pedagang terhadap produk pembiayaan modal kerja dan layanan perbankan syariah masih sangat rendah hal ini disebabkan oleh banyaknya pedagang tidak memahami sistem dan akad-akad yang di pakai oleh perbankan syariah apalagi istilah-istilah yang dipakai dalam produk bank syariah adalah istilah yang jarang didengar oleh pedagang, hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata 61,2% menyatakan tidak paham tentang produk pembiayaan modal kerja. dan banyaknya pedagang yang beranggapan bank syariah tidak memberikan kemudahan dalam bertransaksi, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan pedagang tentang perbankan syaria dan jarang pedagang melakukan transaksi di perbankan syariah, hal ini dapat dilihat dari nilia rata-rata 52% menyatakan tidak paham tentang layanan perbankan syariah.