Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2018Versi 1

studi pemikiran abu hanifah tentang advokat perempuan sebagai penerima kuasa ikrar talak

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah)•5 dilihat · 8 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skiripsi ini berjudul “Studi Terhadap Pemikiran Abu Hanifah Tentang Advokat Perempuan Sebagai Penerima Kuasa Ikrar Talak” yang disusun oleh Syinta Isni Novira, NIM: 1114.058. Maksud dari judul secara keseluruhan adalah bagaimana pendapat Imam Abu Hanifah tentang advokat perempuan sebagai penerima kuasa ikrar talak. Talak dalam Islam merupakan jalan keluar terakhir yang akan ditempuh suami istri dalam mengakhiri rumah tangga. Hak untuk menjatuhkan talak pada orang yang menikahinya. Apabila hak menikahi orang perempuan untuk dijadikan sebagai istri, maka yang berhak menjatukan talak adalah orang laki-laki yang menikahinya. Oleh karena itu ia berhak mentalak isterinya sendiri secara langsung atau mewakilkannya kepada orang lain. Menurut hukum positif Indonesia kuasa hukum laki-laki dan perempuan berada dalam status yang sama tanpa mempersoalkan apakah perempuan tersebut bersuami atau tidak. Sebagai pihak yang bertindak atas nama dan untuk kepentingan pemberi kuasa, penerima kuasa tidak boleh melakukan sesuatu perbuatan yang melampui kewenangannya. Faktor utama yang mendorong penulis dalam memilih judul ini dikarenakan perbedaan pendapat yang dikemukakan oleh Imam Abu Hanifah mengenai advokat perempuan sebagai penerima kuasa ikrar talak. Dimana Abu Hanifah berpendapat bahwa advokat perempuan boleh menjadi wakil dalam menjatuhkan ikrar talak. Sedangkan apa yang dikemukakan oleh jumhur empat madzhab berbeda dengan Abu Hanifah, dimana Abu Hanifah mengartikan tawkil dalam talak adalah pemberian kuasa dari seorang suami kepada orang lain untuk bertindak atas nama dia dalam menajatuhkan talak kepada isterinya, pelimpahan kuasa bisa diberikan kepada istrinya atau orang lain. Dalam melakukan Penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode kulitatif, dimana sumber datanya diperoleh dari pengumpulan data dan informasi melalui penelitian buku-buku relevan dengan pembahasan skripsi. dalam metode kualitatif yang bersifat deskriptif, kemudian penulis menggunakan metode komperatif (perbandingan) antara data primer dan data sekunder, dalam menarik kesimpulan penulis olah secara selektif dan sistematis kemudian ditariklah kesimpulan umum yang merupakan hasil dari penelitian. Setelah menulis meneliti secara mendalam dapat ditarik kesimpulan bahwa kebolehan perempuan baligh berakal dan cakap hukum sebagai penerima kuasa ikrar talak menurut Abu Hanifah mengartikan tawkil dalam talak adalah pemberian kuasa dari seorang suami kepada orang lain untuk bertindak atas nama dia dalam menajatuhkan talak kepada isterinya. Pelimpahan kuasa bisa diberikan kepada istrinya atau orang lain. Membolehkan menjatuhkan talak untuk diwakilkan kepada orang lain, karena ini merupakan bentuk tolong menolong antar sesama, karena tidak semua orang mampu dan tidak semua orang yang memiliki waktu untuk menyelesaikan secara sendiri masalah masalah yang dihadapinya.

Kata kunci

studi pemikiran abu hanifah tentang advokat perempuan sebagai penerima kuasa ikrar talak

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1studi pemikiran abu hanifah tentang advokat perempuan sebagai penerima kuasa ikrar talak2018 · oai:ais:skripsi:3617