Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul PERAN HATOBANGON DALAM PENYELESAIAN KONFLIK RUMAH TANGGA DI KANAGARIAN PANTI. yang disusun oleh Zulhendri, dengan NIM. 1113. 062. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 1440H/2018M. Salah satu tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Namun untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah, karena terkadang ada konflik dalam rumah tangga yang menyebabkan perselisihan. Untuk menyelesaikan perselisihan tersebut Islam menganjurkan para pihak untuk mendatangi Hakam. Namun di daerah Jorong Murni Panti, dikenal Hatobangon, yaitu sebuah sebutan untuk anggota masyarakat yang dianggap mumpuni, dituakan, dan dianggap mempunyai ilmu Agama dalam kehidupan masyarakat Mandailing yang berperan sebagai penyelesai berbagai konflik dan sengketa termasuk urusan rumah tangga yang mana peran Hatobangon ini sangat efektif dalam mengurangi angka perceraian di Jorong Murni Panti yang mana di lihat dari angka perceraian di Jorong Murni Panti sangatlah minim dari Jorong-jorong lain. Berangkat dari data ini, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut bagaimana sebenarnya peran Hatobangon tersebut dalam menyelesaikan sengketa khususnya dalam hal rumah tangga, bagaimana strategi yang dilakukan oleh Hatobangon tersebut dalam rangka mengurangi angka perceraian dan konflik rumah tangga yang berkelanjutan di Jorong Murni Panti ? Untuk menjawab pertanyaan di atas, Penulis melakukan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara penulis lakukan secara langsung dengan Hatobangon sebanyak enam orang dan juga para pihak yang pernah bersengketa dalam rumah tangga di Jorong Murni Panti tersebut. Dan observasi penulis lakukan dengan cara mengamati secara langsung penyelesaian sengketa oleh Hatobangon tersebut. Hasil penelitian meyimpulkan bahwa Hatobangon dalam menyelesain konflik rumah tangga yang terjadi pada pasangan suami istri telah berperan dalam menengantisipasi tingkat perceraian. Hal ini terlihat kurangnya tingkat perceraian di Jorong Murni yang sangat minim.