Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini disusun oleh Novia Yanti, NIM: 2114.234, dengan judul: “METODE PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI SMP NEGERI 07 LUBUK BASUNG”, jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakults Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi tahun 2018 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak, sebab akhlak itu merupakan tujuan dari pendidikan, oleh karena itu guru membutuhkan berbagai jenis metode dalam pembinaan akhlak, di antaranya metode pembiasaan, metode nasehat, metode reward, metode hukuman, dan metode keteladanan. Berdasarkan fenomena yang penulis temukan bahwa adanya siswa yang akhlaknya masih kurang baik, baik itu dari segi ucapan yang kurang pantas. Dari segi perbuatan terlihat bahwa masih ada siswa yang kurang menghargai guru maupun temannya, hal itu terlihat di saat guru memberikan nasehat kepada siswa setelah Kultum pagi jum’at dilaksanakan. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan ( Field research), dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang mengambarkan kejadian di lapangan. Yang jadi informen kunci pada penelitian ini yaitu guru Peendidikan Agama Islam SMP Negeri 07 Lubuk Basung dan yang menjadi informen pendukung adalah kepala sekolah, guru PAI, dan siswa/I SMP Negeri 7 Lubuk Basung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu data reduksi data, display data, verifikasi data, dengan teknik pengujian keabsahan data yaitu triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanakan metode guru dalam pembinaan akhlak siswa di SMP Negeri 07 Lubuk Basung, yaitu metode pembiasaan dengan membiasakan siswa setiap hari untuk bertutur kata menggunakan bahasa sopan, tegur sapa, bersalaman, menghormati orang yang lebih tua, menghargai guru, membiasakan mengisi agenda sholat yang disuruh kepada siswa, sehingga siswa akan terbiasa untuk melakukan setiap hari, meskipun masih ada juga beberapa siswa yang belum terbiasa untuk melakukannya. Metode nasehat diterapkan kepada siswa seperti mengenakan jilbab baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah, melaksanakan sholat 5 waktu sehari semalam, patuh kepada orang tua dan saling menghargai, namun masih ada jugayang tidak mendengakan nasehat itu. Metode pemberian hadiah lebih difokuskan kepada siswa yang akhlaknya bagus dan berprestasi sehingga ada keinginan bagi temannya yang lain untuk berlomba-lomba menjadi yang terbaik, yang pada kenyataannya ada juga siswa yang tidak terpengaruh dengan adanya pemberian hadiah. Metode hukuman, namun mereka kebanyakan hanya tegur saja, sehingga masih ada juga siswa yang mengulangi kembali. Metode keteladanan dengan mencontohkan langsung kepada siswa bagaimana akhlak yang terpuji, ada siswa yang mencontoh, akan tetapi bagi siswa yang sudah atas dasar dirinya sendiri tidak mudah diubah walaupun sudah dicontohkan akhlak yang baik yang mesti ditiru.