Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini atas nama SISRI MILAWATI, BP. 2114.084. yang berjudul “METODE PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN MTI PANINGGAHAN”. Maksud judul ini adalah penelitian yang dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren MTI Paninggahan. Latar belakang penulis memilih judul ini adalah bahwa penulis melihat berdasarkan observasi awal penulis menemukan suatu permasalahan dilapangan yaitu santri belum memahami materi pelajaran kitab kuning, dimana guru dalam menggunakan metode pembelajaran belum menarik perhatian siswa dalam belajar kitab kuning, terlihat guru hanya fokus di depan membacakan isi kitab, sehingga membuat santri belum memahami pelajaran kitab kuning fiqih dan membuat santri kurang fokus dalam belajar, ditandai dengan keluar masuknya siswa dalam belajar dan siswa cenderung berbicara dengan teman sebangkunya dan hanya sebagian siswa yang memperhatikan guru dalam menerangkan pelajaran. Penulis ingin melihat bagaimana metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren MTI Paninggahan. Dalam membahas permasalahan tersebut diatas, penulis melakukan penelitian (field research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan. Dengan kata lain penulis menggambarkan tentang metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren MTI Paninggahan. Adapun informan kunci dalam penelitian ini yaitu guru pelajaran kitab kuning Fiqih dan menjadikan kepala sekolah, siswa kelas VIII MTs.TI Paninggahan sebagai pelengkapnya. Untuk mengumpulkan data, penulis menggunakan wawancara dan observasi yang berkaitan dengan metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren MTI Paninggahan. Dari data yang terkumpul penulis mengolahnya dengan teknik analisis data deskriptif analitik. Setelah melakukan penelitian, maka diperoleh hasil bahwa metode pembelajaran kitab kuning di pondok pesantren MTI Paninggahan sudah digunakan beberapa metode yaitu metode bandongan, metode sorongan dan metode hafalan, dari ketiga metode tersebut yang sering digunakan adalah metode bandongan dan kadang-kadang juga digunakan metode sorongan dan hafalan. Pelaksanaan metode tersebut belum berjalan dengan maksimal, ditandai dengan adanya santri yang belum memahami materi pelajaran kitab kuning, masih ada siswa yang kurang fokus dalam belajar, guru dalam menggunakan metode belum bisa mengatur waktu dengan baik dan guru dalam menjelaskan materi pelajaran kitab kuning fiqih hanya membacakan isi kitab didepan sehingga membuat guru lebih aktif dari pada siswa. Selain itu di pondok pesantren tersebut juga mempelajari jenis kitab kuning yang beragam yaitu kitab fiqih, hadits, tafsir, tarekh, nahwu, dan kitab sharaf dan memiliki karya penulisan yang berbede-beda. vi