Abstrak
Nama Fauzi Syafaat Watdini, NIM. 2114.145. Skripsi ini berjudul: “Pelaksanaan Metode Ceramah dan Diskusi dalam Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Diniah Limo Jurai Sungai Pua KAB.Agam”. Adapun maksud dari judul ini adalah bentuk pelaksanaan metode ceramah dan diskusi dalam pembelajaran kitab kuning khususnya pada pelajaran Ulumul Hadits di kelas XII MAS di Pondok Pesantren Diniyah Limo Jurai Sungai PuaKab.Agam. Motivasi penulis dalam memilih judul ini adalah didasari bahwa pelaksanaan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Diniah Limo Jurai Sungai Pua menggunakan metode ceramah dan diskusi, pada saat menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajarannya didapati peserta didik yang bercerita dengan teman sebangkunya, yang menyebabkan teman dibelakang tempat duduknya tidak bias untuk konsentrasi mendengarkan materi yang disampaikan oleh guru, bahkan guru hanya menegur apabila suasana kelas sudah terlalu ribut. Selain menggunakan metode ceramah guru juga menggunakan metode diskusi, disaat proses pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi berlangsung, kebanyakan peserta didik lebih cendrung untuk mengalihkan pembicaraannya dengan teman sebangkunya yang tidak berkaitan dengan materi pembelajaran tersebut. Penelitian ini termasuk kedalam jenis penelitian lapangan (field Research) yang bersifat deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan kejadian-kejadian yang terdapat di lapangan dengan apa adanya. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci yaitu guru mata pelajaran kitab kuning (ulumul hadis), sedangkan informan pendukung yaitu peserta didik. Data di analisis dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Dari penelitian yang penulis lakukan di lapangan, diperoleh bahwa pelaksanaan metode ceramah dan diskusi guru merumuskan tujuan pembelajaran terlebih dahulu dan menyusun materi yang akan diajarkan serta menyiapkan langkah-langkah ceramah dan diskusi kelompok yang akan dilaksanakan. Dalam pelaksanaan metode ceramah guru menyampaikan materi secara sistematis, sedangkan di dalam melaksanakan metode diskusi guru menetapkan masalah yang akan dibahas dan mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan diskusi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan proses pembelajaran tidak efektif diantaranya pada metode ceramah, saat peserta didik berbicara dengan teman sebangkunya maka teman yang lain sulit untuk berkosentrasi, dan guru hanya menegur saat suasana kelas terlalu ribut. Sedangkan dalam metode diskusi bagi peserta didik yang tidak paham maka mereka hanya diam tanpa menanyakan materi tersebut kepada guru.