Abstrak
ABSTRAK Tesis ini berjudul: “Konsep Ketaatan Kepada Imamah (Kepemimpinan)Menurut Ibnu Taimiyah dan relevansinya Dalam Sistem Pemerintahan Nasionalisme”. Yang disusun oleh Muttaqin, S.Pd.I NIM : 101 15.032 Adapun motivasi penulis dalam membahas judul ini adalah karena adanya kerancuan pemahaman pada diri aktivis muslim hari ini. Sehingga menjadi polemik dan mejadi suatu perdebatan akan status kepemimpinan dan pemimpin yang wajb ditaati dalam suatu negara, yang mana dalam hal ini masing- masing dari aktivis memiliki dalil-dalil tersendiri yang itu berdalil dengan pendapat salah salah seorang ulama yaitu bernama Ibnu Taimiyah. Sama-sama berpegang dengan perkataan Ibnu Taimiyah tapi berbeda dalam menyimpulkan. Kelompok pertama mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah mewajibkan taat kepada suatu kepemimpinan dan kepada pemimpin meskipun dia zalim dan melakukan aniaya, maka tetap wajib taat, namun kelompok yang lain mengatakan bahwa Ibnu Taimiyah menolak suatu Kepemimpinan bahkan wajib untuk memeranginya. Maka berangkat dari dua pendapat ini yang diambil dari satu ulama, penulis melihat bahwa seolah-olah ada dua hal yang sifatnya ambivalen,satu sisi menyuruh taat kepada pemimpin , namun disisi lain justru menyuruh memeranginya. Maka inilah motivasi penulis ingin meneliti bagaimana seharusnya maksud Ibnu Taimiyah tersebut. Dalam tesis ini, penulis merumuskan dua rumusan masalah yaitu, 1. Bagaimana standarisasi imamah menurut Ibnu Taimiyah? 2. Bagaimana konsep ketaatan kepada imam menurut Ibnu Taimiyah? Maka dalam rangka untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis melakukan penelitian library research (penelitian pustaka) dengan meneliti setiap kitab- kitab Ibnu Taimiyah dan juga beberapa dari kitab para ulama yang lainnya. Adapun data primer meliputi diantaranya seperti Majmu’ al-Fatawa, Minhaj al-Sunnah al-Nabawiyah, al-Siyasah al-Syar’iyyah Fi Islah al-Ra’yi Wa al-Ru’yah, al-Hasbah Fi al-Islam dan juga al-’aqdu. Adapun data skunder yaitu al-Ahkam al-Sulthaniyah karangan Imam al-Mawardi, Imamah al-Uzma karangan Syaikh al-Dumaiji, al-Ahkam al-Sulthaniyah karangan Imam Abu ya’la, al-Nazariyah al- Siyasiyah Inda Ibni Taimiyah karangan Syaikh Hasan Kunakata dan juga kitab Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah Wa al-Wilayah al-Siyasiyah al-Kubra Fi al-Islam karangan Fuad Abd al-Mun’im Ahmad. Dari hasil penelitian tersebut penulis menyimpulkan bahwa menurut Ibnu Taimiyah standarisasi imamah itu ada dua. 1. Pemimpin itu dianggap kepemimpinannya jika dia diberi mandat oleh rakyat atau pemimpin sebelumnya. 2. Pemimpin tersebut menegakkan hukum islam undang- undang berlandaskan kepada al-quran dan al-sunnah tanpa mengaharamkan apa yang dihalalkan syariat dan sebaliknya. Kemudian adapun konsep ketataatan kepada pemimpin, menurut Ibnu Taimiyah bahwa wajib taat meskipun zalim, namun tidak mutlak, dalam artian tidak menyeru kepada maksiat kepada Allah ta’ala. Kemudian adapun relevansinya dengan kondisi prinsip pemerintahan nasionalisme hari ini, menurut penulis Ibnu Taimiyah berseberangan dalam artian tidak sesuai dengan apa yang dipahami oleh Ibnu Taimiyah.