Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Analisis Pemikiran Yusuf Al-Qaradhawi Tentang Zakat Sebagai Salah Satu Sarana Pengentasan Kemiskinan”. Disusun oleh : Rizki Aulia Putra NIM 3213.225. skripsi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Islam IAIN Bukittinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pendapat Yusuf Al-Qaradhawi tentang zakat sebagai sarana pengentasan kemiskinan serta relevansinya di masa sekarang. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research). Penelitian pustaka dapat di artikan sebagai teknik pengumpulan data dengan melakukan penelaahan terhadap berbagai buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahakan. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan sumber data primer dan data sumber sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku-buku karangan Yusuf Al-Qaradhawi yang terkait dengan permasalahan yang diangkat. Data penelitian diuraikan dengan analisis isi (content analysis), analisis deskriptif (descriptive analysis) serta analisis intertext. Kesimpulan ditarik dengan metode berfikir, yaitu metode induktif, deduktif, dan komparatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendapat atau pemikiran Yusuf Al-Qaradhawi memiliki kesamaan dengan pemikir lain, Jika zakat mampu di berdayakan kepada pihak pihak yang benar benar membutuhkan, maka akan sangat luar biasa dampaknya, ada banyak problem yang dapat di tuntaskan dari pengelolaan zakat ini, misalnya pemberdayaan masyarakat di bidang ekonomi, sosial dan kesehatan. Pandangan yang dikemukan oleh Yusuf al-Qaradhawi pada masa sekarang ini masih sesuai penerapannya. Agar zakat mampu mengurangi kemiskinan haruslah zakat itu diusahakan. Dalam pengelolaannya, zakat tersebut didistribusikan tidak hanya untuk di konsumsi saja, namun zakat akan lebih efektif pendistribusiannya dengan usaha untuk diproduktifkan. Dampak positif zakat produktif untuk para mustahik yaitu dapat hidup mandiri sehingga ia tidak butuh lagi menerima zakat ketika ekonominya telah mapan.