Abstrak
ABSTRAK Skripsi atas nama IMA RADIATUL FAHMI NIM 2613.214, dengan judul: “HUBUNGAN KEMATANGAN EMOSIONAL DENGAN PRILAKU AGRESIF MAHASISWA BIMBINGAN KONSELING ANGKATAN 2015 IAIN BUKITTINGGI”. Jurusan Bimbingan dan Koseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Penelitian ini beranjak dari fenomena yang di alami oleh kebanyakan mahasiswa dalam proses sosialisasi, penulis melihat mahasiswa yang melakukan perdebatan antar sesama yang menimbulkan tindakan yang tidak baik, sehingga terjadilah pertengkaran yang menyebabkan tindakan fisik atau pun non fisik yang merupakan salah satu bentuk prilaku agresif yang ditunjukkan akibat tidak memiliki emosi yang matang dalam menyelesaikan masalahnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematangan emosional dengan prilaku agresif mahasiswa bimbingan konseling angkatan 2015 di IAIN Bukittinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Pupulasi dalam penelitian ini seluruh mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2015 di IAIN Bukittinggi, sampel penelitian berjumlah 54 orang mahasiswa dengan menggunakan teknik Random Sampling. Alat pengumpulan data adalah angket dengan skala Likert. Teknik analisis data menggunakan statistic sederhana, dan dalam pengkorelasian variable penelitian menggunakan Statiscal Product and Service Solusion (SPSS) 20. Setelah data di analisis maka di ketahui bahwa: terdapat hubungan negatif yang sedang antara kematangan emosional dengan prilaku agresif mahasiswa bimbingan konseling angkatan 2015. Hasil uji korelasi diketahui r_hitungsebesar -,534 dan r_(tabel ) dengan degree of freedom (Df) 52 di peroleh angka 0,266 pada taraf signifikan 0,05. Dapat di ketahui bahwa angka indeks korelasi (r_xy) -,534 dan r_hitung dari pada r_(tabel ) yaitu 0,266, yang berarti Ha diterimadan Ho ditolak. Berdasarkan penelitian maka di peroleh gambaran bahwa terdapat hubungan negatif yang “sedang”. Artinya terdapat hubungan negative antara kematangan emosional dengan prilaku agresif mahasiswa bimbingan dan konseling angkatan 2015. Hal ini berarti dapat di katakan bahwa semakin tinggi tingkat kematangan emosional mahasiswa maka semakin rendah perilaku agresif mahasiswa, demikian pula sebaliknya semakin rendah tingkat kematangan emosional mahasiswa maka semakin tinggi perilaku agresif mahasiswa.