Abstrak
AJI PRAYETNO 2613-237. PELAKSANAAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBENTUK KARAKTER PERSERTA DIDK DI MTS MUHAMMADIYAH CURUP TIMUR. Sekolah merupakan pengganti keluarga dan orang tua dalam membentuk karakter siswa. Dalam membentuk karakter bahwa seorang guru BK sangatlah berperan dalam membentuk karakter siswa. Tetapi kenyataannya sangat berbeda apa yang diharapkan masih banyak karakter siswa yang egois,tidak sopan dalam berbicara, tidak bertanggung jawab jika diberikan sebuah pekerjaan, kurangnya disipilin siswa dan kurangnya percaya diri siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat gambaraan sejauh mana pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam membentu karakter perserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu mengumpulkan data melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan yang akan peneliti gunakan adalah pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam membentuk karakter perserta didik di MTs Muhammadiyah Curup Timur. Adapun metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Spradely dengan teknik pengumpulan data. Adapaun keseluruhan proses penelitian terdiri atas pengamatan deskriptif, pengamatan terfokus dan diakhiri dengan analisis tema. Hasil penelitian tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling dalam membentuk karakter perserta didik di MTs Muhammadiyah Curup Timur. Setelah ditemukan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling sudah berjalan tetapi belum secara optimal. Dalam membentuk karakter disekolah bahwa guru harus memberikan contoh yang baik kepada siswa dan jika yang melanggar akan diberikan sanksi. Tetapi dalam memberikan layanan BK Pola 17+ mengalami suatu kendala yaitu tidak ada jam klasikal BK yang membuat guru BK sangat terbatas dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Dalam membentuk karakter siswa guru BK di MTs Muhammadiyah Curup Timur hanya dapat memberikan 2 (dua) layanan yaitu (1) layanan informasi yang diberikan secara individu maupun kelompok dan dilakukan kerjasama guru BK dengan pihak lain seperti, wali kelas, organisasi IPM sekelah dalam memberikan informasi (2) layanan konseling individu dianggap guru layanan yang sangat maksimal dalam membentuk karakter siswa.