Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Dampak Wisata Kuliner Kota Padang Panjang Terhadap Pendapatan Ekonomi Masyarakat Padang Panjang. Disusun oleh Muhammad Zainuddin Akbar Bp 3212.129. Skripsi mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN Bukittinggi. Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi dengan melihat bagaimana dampak wisata kuliner kota Padang Panjang terhadap perekonomian masyarakat Padang Panjang yang mana dalam pendataan Badan Pusat Statistik masih banyak masyarakat Padang Panjang yang tergolong masyarakat kurang mampu Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau (field research) dan bersifat kualitatif. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian ini menggambarkan analisis dampak wisata kuliner kota Padang Panjang terhadap perekonomian masyarakat Padang Panjang. Untuk mengumpulkan data penulis melakukan wawancara dan observasi yaitu melihat langsung bagaimana analisis dampak wisata kuliner kota Padang Panjang terhadap perekonomian masyarakat. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa wisata kuliner kota Padang Panjang terhadap perekonomian masyarakat Padang Panjang memberikan dampak yang sangat siginifikan. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa dalam sirkulasi perekonomian dengan adanya pengusaha-pengusaha kuliner di Padang Panjang memberikan pengaruh yang besar terhadap peluang lapangan kerja untuk masyarakat Padang Panjang. Selain itu dampak yang dirasakan ialah terhadap para pedagang pasar, petani, tukang parkir, masyarakat penyedia jasa angkutan umum atau ojek, masyarakat penyedia jasa hiburan dan masyarakat lainnya yang ikut terkena dampak dari adanya wisata kuliner di kota Padang Panjang. Tapi hanya sebagian saja masyarakat yang ikut terlibat dalam pengelolaan wisata kuliner, sedangkan dalam pembagian mata pencaharian tidak semua masyarakat menjadi pedagang di kota Padang panjang. Adapun mereka yang terkena imbas dari adanya pengelolaan wisata kuliner hanya sekedar mencari makan tidak dalam kategori untuk mengubah kehidupan mereka menjadi masyarakat menengah keatas, sehingga masih ada juga masyarakat yang dikategorikan masyarakat kurang mampu.