Abstrak
Era globalisasi telah membawa dampak luas di belahan bumi mana pun, tak terkecuali di negeri Indonesia, seperti pisau bermata dua, positif dan negatif. Dalam konteks pendidikan banyak perilaku tidak bermoral terjadi karena dampak negatif tersebut. Oleh karena itulah pemerintah melalui Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter mencanangkan penguatan karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Sebab selama ini pendidikan dinilai kurang berhasil dalam mengantarkan generasi bangsa menjadi pribadi-pribadi yang berkarakter. Padahal sejak anak kecil setiap anggota keluarga mempunyai peran penting terutama ayah dalam pendidikan karakter anak agar tidak terjerumus ke dalam perilaku tidak bermoral di atas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research). Karena obyek utama dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Alquran, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode tafsir Tahlili dengan menelaah salah satu kitab tafsir karya ulama Indonesia yang paling populer selama 30 tahun terakhir ini, yaitu Tafsir Al-Mishbah. Penulis memilih surat Luqman karena beliau merupakan sosok yang namanya diabadikan sebagai salah satu nama surat dalam Alquran, nasehat Luqman kepada anaknya menarik untuk dikupas lebih dalam berkenaan dengan pendidikan karakter yang sekarang sedang hangat diperbincangkan di Indonesia. Adapun pemilihan ayat 12-14 bertujuan untuk pembatasan masalah agar penelitian ini lebih fokus. Hasil penelitian ini bahwa terdapat 4 (empat) peran seorang ayah terhadap pendidikan karakter anak menurut perspektif Alquran surat Luqman ayat 12-14 (Telaah Tafsir Al-Mishbah), yaitu: Hikmah dalam Pendidikan Karakter Anak, Bersyukur dalam Proses Pendidikan Karakter Anak, Memberikan Mau’izhah dalam Pendidikan Karakter Anak Dan Melarang Kesyirikan dalam Pendidikan Karakter Anak.