Abstrak
Padri Yanti, NIM : 201.14.031, “Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru Al-Qur’an SDIT di Kota Bukittinggi”, Tesis : Konsentrasi Pendidikan Islam Program Pascasarjana Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2017, halaman. Akhir-akhir ini para orang tua lebih cendrung memilih sekolah islam bagi para putra –putrinya,terutama Sekolah Dasar Islam Terpadu atau SDIT yang pada umumnya mereka menganggab sebuah sekolah yang bermutu untuk tingkat dasar di kota Bukittinggi ini, dengan alasan karna lulusan SDIT sudah terjamin bacaan qur’annya dan menimal sudah hafal 1 jus , sementara disekolah tngkat SLTP baik dalam kota Bukittinggi maupun luar kota Bukittinggi sudah memprioritaskan menerima siswa yang pandai baca al-qur’an dan hafiz, maka harapan ini adanya disekolah islam terpadu atau SDIT. Berkuwalitas atau tidaknya suatu sekolah sangat erat hubungannya dengan kompetensi seorang pendidik, dan begitu juga dengan berkualitas atau kurang berkuwalitasnya bacaan qur’an serang siswa juga kuat hubungannya dengan kompetensi seorang guru al-qur’an itu sendiri. Disekolah dasar islam terpadu atau SDIT dikota Bukittinggi, sudah dianggab oleh sebahagian besar masyarakat kota Bukittinggi sebuah sekolah yang bermutu, lantaran karena qur’annya.Maka dari itu penulis sangat penasaran dan ingin meneliti bagai mana kompetensi guru al-qur’an disekolah islam terpadu yang biasa disebut SDIT dikota Bukittinggi, pembahasan ini penulis batasi dengan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesinal guru alqur’an, mengingat ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Penulis juga membatasi lokasi penelitian ini yaitu SDIT dikota Bukittnggi, yang mana sewaktu penulis mulai berencana akan membahas masalsh ini penulis melakukan obeservas ternyata SDIT pada waktu itu ada 3 dikota Bukittinggi , yaitu SDIT insan kamil, SDIT cahaya hati dan SDIT syahrial ‘ilmi. Maka rumusan masalahnya: Bagai mana kompetesi pedagogic dan kompetensi professional guru al-qur’an SDIT dikota Bukittinggi dan usaha–usaha yang dilakukan oleh pihah sekolah untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional guru al-qur’an. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, sumber datanya yaitu : kepala sekolah, waka keagamaan,guru-guru Al-Qur’an dan beberapa orang wali kelas. Sedangkan analisis data dilakukan dengan cara menyimpulkan. Berdasarkan hasil penitian, kompetensi pedagogik Al-Qur’an SDIT di Bukittinggi sangat bagus, ini terlihat dari:1. Persiapan guru sebelum melakukan pembelajaran seperti menyiapkan perangkan mengajar. 2. Memahami kondisi peserta didik denngan cara melihat tingkat kecerdasan peserta didik,,tingkat kretifitas peserta didik,kondisi fisik dan perkembangan kognitif peserta didik sebelum memberikan materi ajar 3. Memilih metode yang tepat dalam memberikan materi pembelajaran.4. Menembangkan silabus 5. Melaksanaan pembelajaran yang mendidk dan dialogis 6. Memamfaatkan teknologi dalam pelaksanaan pembelajaran. 7. Mengevaluasi hasil belajar siswa. Dan 8. Mengembangkan kemapuan peserta didik dalam mengaktualisasikan potensinya. Memiliki. Sedangkan kompetensi profesional guru al-qur’an SDIT dikota bukittinggi juga terlihat sangat bagus, dan ini juga terlihat dari: 1. Menguasai kurikulum al-qur’an.2. Ketrampilan membaca Al-Qur’an guru. 3. Penguasaan guru terhadap materi pembelajaran.4. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugasnya 4. Trampil dalam menggunakan multi metode pembelajaran dan 5. Guru al-qur’an memiliki kedisiplinan dalam arti yang seluas-luasnya dalam pelaksanaan pembelajaran al-qur’an. Usaha para guru al-qur’an untuk meningkatkan kompetensinya adalah: 1. Melaksanakan tahsin diwaktu luang, 2. Mengikuti pelatihan dan lokakarya , 3. Mendatangi rumah guru atau pakar al-qur’an. Sedangkan usaha kepala sekolah untuk meningkatkan kompetensi guru al-qur’an yaitu: 1. Melakukan supervise, 2. Membentuk kelompok KKG,3. Mmengirim guru al-qur’an untuk mengikuti pelatihan yang diadakan oleh kememenag atau LPTQ dan 5. Melakukan studi banding ke SDIT luar kota Bukittinggi.