Abstrak
ABSTRAK Eva Yanti, NIM. 2113.044 dengan judul “Metode Pendidikan Islam dalam Keluarga tentang Kepribadian Remaja Muslim di Jorong Sungai Rotan Kenagarian Batu Taba”, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2017. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kepribadian remaja di Jorong Sungai Rotan Kenagarian Batu Taba yang cenderung lemah, seringkali ada yang berkata kotor dan kasar, keras, membangkang, emosional, perbuatan onar, sedikitnya remaja yang bersemangat dalam kegiatan keagamaan, dan sebagian remaja yang memiliki basic pendidikan agama namun tidak mengamalkan pengetahuan agama yang dimilikinya. Oleh karena itu, penulis ingin meneliti bagaimana metode pendidikan Islam yang diterapkan oleh orang tua berkenaan dengan kepribadian remaja muslim di Jorong Sungai Rotan Kenagarian Batu Taba ini. Untuk mendapatkan data penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Adapun informan kunci dalam penelitian ini adalah beberapa orang tua yang memiliki anak remaja usia 12-21 tahun di Jorong Sungai Rotan Kenagarian Batu Taba. Sedangkan yang menjadi informan pendukung adalah anak remaja dari orang tua yang menjadi informan kunci dan beberapa orang tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi dan wawancara, kemudian menyeleksi jawaban informan dan menganalisanya dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Metode pendidikan Islam yang diterapkan orang tua di Jorong Sungai Rotan Kenagarian Batu Taba ini memang beragam. Bagi orang tua dengan latar belakang pendidikan agama yang memadai, cara mendidiknya lebih mengarah pada keteladanan orang tua, penanaman kebiasaan sewaktu anak masih kecil sehingga sudah menjadi kesadaran, intensnya perhatian orang tua, pemberian nasehat oleh orang tua secara terus menerus, serta sesekali pemberian hukuman sebagai tahap terakhir. Sedangkan, bagi orang tua dengan latar belakang pendidikan agama yang kurang memadai cenderung mendidik dengan cara menasehati dan memberikan hukuman, namun jarang diiringi dengan contoh keteladanan ataupun pembiasaan dan kurang memberikan perhatian. Bahkan, ada juga yang menyerahkan tanggung jawab pendidikan agama sepenuhnya kepada guru di sekolah. 2). Di dalam upaya pembentukan kepribadian remaja muslim ini ditemui beberapa kendala, antara lain: dari diri remaja, berupa karakter dan latar belakang pendidikan remaja. Dari keluarga, berupa karakter orang tua, latar belakang pendidikan orang tua, dan keadaan ekonomi keluarga. Dari lingkungan, berupa pengaruh teman sebaya dan teknologi.