Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini berjudul: “Pemanfaatan Alat Tenun Modifikasi dalam Peningkatan Perekonomian Pengrajin (Studi Kasus: Pengrajin Songket di Jorong Koto Tinggi Nagari Pandai Sikek)’’. Skripsi ini disusun oleh RITA RAHAYU, NIM. 3213.190, Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 1439 H/2017 M. Latar belakang dari penelitian ini adalah berkembangnya model dan motif sekarang ini Songket Pandai Sikek tidak hanya berupa selendang atau sarung. Belakangan muncul tenun Pandai Sikek dalam bentuk kain hiasan dinding, dompet, sarung bantal, atau seprai. Meningkatnya permintaan pasar terhadap produk Songket Pandai Sikek berbanding terbalik dengan menurunnya produktivitas pengrajin dalam berproduksi, hal ini juga berpengaruh terhadap perekonomian pengrajin. Untuk meningkatkan produksi maka pengrajin memodifikasi alat tenun tradisional. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis mencoba untuk menganalisis Pemanfaatan Alat Tenun Modifikasi dalam Peningkatan Perekonomian Pengrajin Songket di Jorong Koto Tinggi Nagari Pandai Sikek. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di Jorong Koto Tinggi Nagari Pandai Sikek. Informan dalam penelitian ini adalah pengrajin songket yang menggunakan alat tenun modifikasi di Jorong Koto Tinggi. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis pada saat penelitian, menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan narasumber secara langsung. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan, dijelaskan dan diambil kesimpulan secara sistematis. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan alat tenun modifikasi sudah dapat meningkatkan produktivitas para pengrajin dalam berproduksi serta meningkatkan perekonomian pengrajin. Hal ini terlihat sebelum menggunakan alat tenun modifikasi pengrajin rata-rata dapat menghasilkan 1 helai songket per bulan, setelah adanya alat modifikasi meningkat menjadi 3 helai songket per bulan. Pendapatan pengrajin juga meningkat 3 kali lipat, rata-rata dari sebelumnya sebesar Rp.6.600.000 dan Rp.3.000.000 per tahun meningkat menjadi sebesar Rp.19.800.000 dan Rp.9.000.000,- per tahun. Perekonomian pengrajin juga meningkat dari sebelumnya pengrajin hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sekarang pengrajin dapat menyisihkan sebagian upah yang diterimanya untuk ditabung, dari upah yang ditabung tersebut pengrajin dapat membeli kendaraan sendiri.