Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2017Versi 1

tradisi nasi kunyit pada acara baralek di jorong sigiran ditinjau menurut ekonomi islam

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Ekonomi Islam•6 dilihat · 5 unduhan

Abstrak

ABSTRAK Skripsi ini berjudul “TRADISI NASI KUNYIT PADA ACARA BARALEK DI JORONG SIGIRAN DI TINJAU MENURUT EKONOMI ISLAM”. Di susun oleh Rezkina Hayati, BP. 3213.093. Maksud judul ini adalah bagaimana tradisi Nasi Kunyit tersebut pada acara baralek di tinjau menurut Ekonomi Islam. Latar belakang penelitian ini adalah pada acara baralek banyaknya di buat makanan-makanan yang di sediakan untuk tamu undangan, seperti membuat “Nasi Kunyit” yang banyak tanpa memfikirkan apakah akan bersisa atau tidak atau memperhatikan akan Mubazir dan juga Israf, yang mana nasi kunyit tersebut sudah menjadi suatu tradisi atau merupakan adat waktu baralek. Sebagaimana bahwa dalam Islam (Konsumsi menurut Ekonomi Islam) kita dilarang dalam hal-hal yang berlebih-lebihan ( Israf ) dan Mubazir, karena Allah sangat melarang umatnya dalam hal yang Mubazir dan Israf tersebut, karena orang-orang yang Mubazir tersebut termasuk teman syetan. Penelitian ini di lakukan di Jorong Sigiran Nagari Malalak Utara Kecamatan Malalak. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research), subyek penelitian adalah masyarakat Jorong Sigiran Nagari Malalak Utara Kecamatan Malalak. Pengumpulan data yang digunakan melalui Observasi dan Wawancara yang dilakukan kepada masyarakat Jorong Sigiran seperti Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Pemuda Di Jorong Sigiran. Data yang peneliti dapat akan dianalisa dengan metode Analisis Deskriptif. Dari hasil penelitan dapat di simpulkan bahwa tradisi Nasi Kunyit pada acara baralek di Jorong Sigiran Nagari Malalak Utara tersebut hanyalah mengikuti tradisi nenek moyang dahulu , yang mana tidak sesuai dengan Ekonomi Islam, karena adanya sifat Mubazir dan Israf dalam pembuatan Nasi Kunyit tersebut, disebabkan banyaknya yang terbuang atau sedikitnya yang dimakan. Dan juga tidak tercapainya tujuan konsumsi menurut Ekonomi Islam yaitu Fallah, yang mana Fallah itu bermanfaat pada dunia dan akhirat, karena banyaknya Nasi Kunyit tersebut yang bersisa maka tujuan Ekonomi Islam tidak tercapai. Dan juga tidak adanya Prinsip Keadilan dan Prinsip Kesederhanaan karena banyaknya yang dibuat tanpa memperhatikan apakah habis atau tidak.

Kata kunci

nasi kunyit dan ekonomi islam

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1tradisi nasi kunyit pada acara baralek di jorong sigiran ditinjau menurut ekonomi islam2017 · oai:ais:skripsi:2216