Abstrak
Abstrak Nama Diny Khaira, NIM 2613.045 Skripsi dengan judul Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kepercayaan Diri Siswa Di SMP N 3 Palembayan TA 2017/2018 Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi tahun 1438 H/ 2017 M Penelitian ini dilatar belakangi bahwa setiap siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang berbeda-beda. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan guru dan beberapa orang siswa ternyata masih banyak siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah di SMP N 3 Palembayan. Kepercayaan diri yang rendah disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Pola asuh orang tua terdiri dari pola asuh otoriter, pola asuh demokrasi, dan pola asuh permisif. Kepercayaan diri terdiri dari keyakinan akan kemampuan diri, optimis, objektif, bertanggung jawab, dan rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua siswa, mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri siswa dan menguji hubungan antara pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri siswa Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu mengumpulkan data langsung dari lapangan atau lokasi penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan penelitian kuantitatif jenis korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII dan IX SMP N 3 Palembayan dengan jumlah 58 orang. Untuk memperoleh data penelitian tentang pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri siswa digunakan instrumen berupa angket berdasarkan skala likert dengan lima alternatif jawaban. Kedua data tersebut dianalisis dengan menggunakan statistik korelasional. Selanjutnya untuk melihat hubungan kedua variabel digunakan teknik pearson product moment correlatian melalui program SPSS 22 Hasil penelitian mengungkapkan (1) Skor rata-rata pola asuh orang tua adalah 3,69 dengan standar deviasi 0,92. Artinya pola asuh yang diterapkan orang tua baru mencapai 74,65% yaitu pada kategori baik. (2) Skor rata-rata tingkat kepercayaan diri 3,88 dengan standar deviasi 0,97. Artinya tingkat kepercayaan diri baru mencapai 77,47% yaitu pada kategori baik. (3) Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kepercayaan diri yang kemudian diperoleh koefisien korelasi X dan Y sebesar 0,615. Artinya semakin baik pola asuh yang diterapkan oleh orang tua siswa maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri siswa. Besar hubungan pola asuh orang tua dan kepercayaan diri siswa sebesar 37,8% menunjukkan bahwa kepercayaan diri ditentukan oleh pola asuh orang tua, selebihnya ditentukan oleh hal lain. Berdasarkan temuan dalam hasil penelitian ini seluruh personil sekolah bisa menjalin kerja sama yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa disekolah dan guru bimbingan konseling dapat membuat program yang berkaitan dengan kepercayaan diri siswa. Guru juga diharapkan bekerja sama dengan orang tua siswa dirumah, salah satunya dengan mengadakan pertemuan secara rutin sekali satu bulan dengan membahas perkembangan anak-anak mereka disekolah.