Abstrak
ABSTRAK Skripsi ini atas nama EVINNA NOREZA, NIM: 2113.142 dengan judul “PELAKSANAAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN FIQH DI MAN 1 PAYAKUMBUH” Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, 2017. Penelitian ini dilatar belakangi oleh observasi awal terhadap pelaksanaan metode disksusi pada pembelajaran fiqh di MAN 1 Payakumbuh khususnya pada kelas XI MIA 2. Penulis menemukan bahwa peserta didik kurang tertarik belajar fiqh. Mereka lebih suka berbicara dengan teman se-kelompoknya atau kelompok lain dari pada membahas materi pelajaran bahkan ada juga yang tidur-tiduran selama jam pelajaran fiqh berlangsung, peserta didik kurang menyampaikan hasil pemikirannya atau ide-idenya berkaitan dengan persoalan yang dibahas dalam kegiatan diskusi, kemudian ada juga sebagai peserta didik yang sering keluar kelas ketika pendidik tidak berada dikelas. Peserta didik juga suka memilih-milih teman yang sekelompok dengannya dan mengandalkan teman yang lebih pandai darinya. Jenis penelitian ini adalah field research atau penelitian lapangan. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru fiqh yang mengajar kelas XI MIA 2 MAN 1 Payakumbuh, sedangkan yang menjadi informan pendukung adalah peserta didik kelas XI MIA 2 MAN 1 Payakumbuh. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Penulis mengambil kelas X1 MIA 2 karena di kelas ini terdapat masalah-masalah yang berhubungan dengan pelaksanaan metode diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode diskusi dalam pembelajaran fiqh di MAN 1 Payakumbuh sudah berjalans esuai dengan langkah-langkah metode diskusi itu sendiri, walaupun tidak sesempurna yang diinginkan. Hal tersebut terjadi karena proses pembelajaran fiqh berlangsung pada siang hari. Kegiatan diskusi menuntut semua peserta didik untuk aktif, baik dari segi aktif berfikir, mendengarkan dan melihat. Ketika pembelajaran berlangsung disiang hari, maka peserta didik sudah lelah untuk mengikuti proses pembelajaran. Selanjutnya yaitu mata pelajaran fiqh terlalu banyak yang didiskusikan dan kurang menarik itu disebabkan karena masalah yang diangkat dalam diskusi tidak pernah berdasarkan masalah yang aktual atau yang bisa dirasakan oleh peserta didik ketika ia berada ditengah-tengah masyarakat. Kata Kunci: Pelaksanaan Metode Diskusi, Pembelajaran Fiqh.