Abstrak
<p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="margin-left:72.0pt;"> <strong>Lidia Karma</strong><strong> : Hubungan </strong><strong>Perilaku Asertif dengan Kepercayaan Diri Siswa di SMPN 2 Lubuk Sikaping</strong></p> <p> Perilaku asertif adalah perilaku dimana seseorang dapat mengemukaan apa yang diinginkan, dirasakan dan dipikirkan tanpa menghukum atau melanggar hak orang lain. Penelitian ini beranjak dari fenomena yang terlihat dari sikap yang ditunjukkan siswa yakni siswa kurang mampu menolak ajakan teman untuk merokok, membolos serta melanggar peraturan sekolah, siswa kurang berani menegur teman yang melanggar peraturan sekolah, siswa kurang mampu menyampaikan ketidak pahaman terhadap materi yang diterangkan guru, siswa kurang berani untuk tampil saat guru meminta menyampaikan pendapat berkenaan materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Untuk melihat keterkaitan antara perilaku asertif dengan kepercayaan diri siswa di SMPN 2 Lubuk Sikaping, 2) Untuk melihat seberapa besar hubungan antara perilaku asertif dengan kepercayaan diri siswa di SMPN 2 Lubuk Sikaping.</p> <p> Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif korelasional. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII dan VIII di SMPN 2 Lubuk Sikaping yang berjumlah 352 orang, sedangkan sampel penelitian sejumlah 88 orang. Alat pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data menggunakan statistik sederhana, dan dalam pengkorelasian variabel penelitian menggunakan <em>Statiscal Product and Service Solution</em> (SPSS).</p> <p> Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan perilaku asertif dengan kepercayaan diri siswa di SMPN 2 Lubuk Sikaping, di peroleh sebesar 0,508. Sementara dari r tabel <em>degree of freedom</em> (df) 86 diperoleh angka 0,212 pada taraf signifikan 0,05. Maka dapat diketahui bahwa > daripada , maka penelitian ini dapat penulis simpulkan sebagai berikut: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku asertif dengan kepercayaan diri siswa di SMPN 2 Lubuk Sikaping, hal ini berarti bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Angka indeks korelasi ( ) 0,508 dan > daripada yaitu 0,212, ini terletak antara 0,40 – 0,599 dapat diperoleh suatu interpretasi bahwa perilaku asertif memiliki korelasi yang “sedang” dengan kepercayaan diri siswa SMPN 2 Lubuk Sikaping.</p> <p> </p> <p> Berdasarkan temuan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi perilaku asertif siswa maka akan semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri siswa. Maka diharapkan kepada siswa agar dapat lebih meningkatkan perilaku asertif dengan menunjukkan keberanian ketika menolak ajakan teman yang tidak sesuai dengan diri sendiri, berani menyampaikan apa yang dirasakan tanpa menyinggung perasaan orang lain. Kepada siswa agar lebih meningkatkan rasa percaya diri dalam proses belajar dengan menunjukkan keberanian berpendapat dalam kegiatan diskusi ataupun tidak malu untuk bertanya apabila ada meteri yang tidak pahami. Selain itu diharapkan agar siswa tidak malu untuk menyampaikan permasalahannya kepada guru pembimbing di sekolah.</p> <p> </p>