Abstrak
<p> </p> <p> Skripsi ini berjudul <strong>“Upaya Petani dalam Mengantisipasi Ketidakstabilan Harga Gambir Untuk Meningkatkan Taraf Hidup di Jorong Ampang Gadang II Maek Kecamatan Bukit Barisan”</strong>, yang disusun oleh <strong>Mila Roza Yuliasmi,</strong> Nim. <strong>3212.011</strong>, Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negri (IAIN) Bukittinggi. Atas bimbingan Ibu Era Sonita, SE, M.Si dan Bapak Drs. Genta Sakti, MA.</p> <p> Latar belakang dari penelitian ini yaitu melihat kondisi ekonomi petani gambir berada pada posisi tidak menentu karena pendapatan yang mereka peroleh ditentukan oleh keadaan harga gambir yang tidak stabil. Ketidakstabilan harga gambir menyebabkan petani gambir berada dalam kondisi dilematis untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Terkadang harga gambir mengalami kenaikan dan pada saat tertentu pula bisa mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan berbagai bentuk upaya yang dilakukan oleh petani dalam mengantisipasi ketidakstabilan harga gambir.</p> <p> Penelitian ini merupakan penelitian lapangan <em>(field reasearch)</em>, subyek penelitian adalah petani gambir yang ada di Ampang Gadang II. Teknik sampel yang digunakan adalah <em>Snowball Sampling</em>. <em>Snowball Sampling</em> merupakan teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Pengumpulan data melalui wawancara lansung dan observasi terhadap petani gambir. Sedangkan teknik analisa data dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggambarkan dan menganalisa upaya yang dilakukan petani dalam mengantisipasi ketidakstabilan harga gambir untuk meningkatkan taraf hidup.</p> <p> Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa strategi atau cara yang dilakukan oleh petani gambir dalam menghadapi ketidakstabilan harga gambir dan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga petani gambir. Strategi tersebut adalah strategi aktif atau optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu sekitar 60% dari jumlah responden yang ada, strategi pasif atau penekanan terhadap pola subsistensi keluarga hanya sekitar 10% dari jumlah responden yang ada dan sekitar 30% dari responden yang ada lebih memilih strategi jaringan. Dari hasil tersebut strategi dominan yang dilakukan oleh petani gambir adalah strategi aktif atau optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM). </p>