Abstrak
<p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p> <strong> Helma Yenti, 2610.084, Bimbingan Konseling : Kompetensi Profesional Guru Pembimbing di SMP N 06 Lembah Gumanti,</strong>Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi.</p> <p> Beberapa guru pembimbing belum optimal dalam menerapkan kompetensi profesional dalam menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Padahal kompetensi profesional mencerminkan penguasaan kiat penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Apabila guru pembimbing kurang optimal dalam menguasai dan menerapkan kompetensi profesional, maka tujuan yang diharapkan dalam Permendiknas nomor 27 tahun 2008, tentang SKAKK tidak akan tercapai secara optimal dan dikhawatirkan akan memberikan dampak menurunnya kualitas guru pembimbing dalam pemberian pelayanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi profesional guru pembimbing dalam menguasai konsep dan praksis asesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli di SMP Negeri 06 Lembah Gumanti.</p> <p> Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu menggambarkan kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan atau penelitian yang mencoba menggambarkan, menuturkan dan menafsirkan suatu fenomena yang berkembang pada masa sekarang. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Guru Bimbingan Konseling (BK) kemudian yang menjadi informan pendukung adalah Kepala Sekolah. Teknik yang digunakan adalah <em>teknik purposive sampling</em> yaitu teknik pengambilan sumber data dengan pertimbangan tertentu yaitu orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan.</p> <p> Hasil dari penelitian diperoleh bahwa Guru pembimbing sudah menguasai konsep assesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli namun untuk praksis assesmen guru pembimbing belum melakukannnya secara optimal, karena ada beberapa hambatan dan kendala yang dihadapi di sekolah.Pemahaman Guru Pembimbing terhadap teknik assesmen dan instrumen tes dan non tes dalam Bimbingan Konseling sudah baik, namun pemakaian instrumen tes belum dilaksanakan Guru Pembimbing dengan baik karena keterbatasan sarana dan prasarana yang ada.</p> <p> Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru pembimbing sudah menguasai konsep assesmen untuk memahami kondisi, kebutuhan, dan masalah konseli namun untuk praksis assesmen guru pembimbing belum melakukannnya secara optimal, karena ada beberapa hambatan dan kendala yang ditemui Guru pembimbing di sekolah.</p> <p> Penulis menyarankan kepada pihak SMP N 06 Lembah Gumanti untuk terus memberikan dukungan terhadap kelancaran pelayanan bimbingan konseling di SMP N 06 Lembah Gumanti baik itu dalam bentuk dukungan moril maupun materil. Kepada Guru Pembimbing penulis menyarankan Mengoptimalkan pelayanan Bimbingan dan Konseling melalui pemanfaatan data assesmen yang telah diperoleh dan meningkatkan pengetahuan profesi dalam bidang Bimbingan dan Konseling melalui kegiatan profesi bersama, seminar dan diskusi ilmiah.</p>