Abstrak
<p style="text-align: center;"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p style="text-align: justify;"> Skripsi dengan judul “Hubungan Kecerdasan Interpersonal dan Kecerdasan Intrapersonal dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas VII MTsN Padang Tarab” ini ditulis oleh Riri Hermanto. Pembimbing I Afrinaldi, S.Sos.I., M.A dan Pembimbing II Budi Santosa, S.Ag., M.Pd.</p> <p style="text-align: justify;"> <strong>Kata kunci: </strong>Kecerdasan Interpersonal (X<sub>1</sub>), Kecerdasan Intrapersonal (X<sub>2</sub>) dan Motivasi Belajar Siswa (Y)</p> <p style="text-align: justify;"> Melihat siswa dapat belajar dengan penuh motivasi, bukan hanya keinginan dari Guru di sekolah, setiap orang tua juga mengharapkan hal itu agar anaknya menjadi anak yang terdidik dikemudian hari. Namun mengharapkan seorang dapat belajar dengan penuh motivasi bukanlah perkara yang mudah, mengingat ada banyak hal yang mempengaruhi, dua diantaranya ialah Keceredasan Interpersonal dan Kecerdasan Intrapersonal, kedua kecerdasan ini berorientasi pada pemahaman diri dan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal dengan motivasi belajar.</p> <p style="text-align: justify;"> Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas VII MTsN Padang Tarab Tahun Ajaran 2015/2016 sebanyak 132 siswa. Sampel pada penelitian ini sejumlah 35 orang siswa diambil menggunakan teknik <em>proportional random sampling</em>. Data dikumpulkan melalui instrumen angket menggunakan skala <em>Likert</em> dan teknik analisis data menggunakan statistik sederhana. Pengkorelasian variabel peneltian menggunakan rumus <em>r product moment, </em>dengan teknik analisis data menggunakan program komputer <em>Statistical Product and Service Solution </em>(SPSS) versi 21. </p> <p style="text-align: justify;"> Hasil uji korelasi Variabel X<sub>1 </sub>dengan Y menunjukkan bahwa terdapat hubungan antar variabel. Hal ini dibuktikan dengan<img height="28" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.gif" width="4" />angka indeks korelasi (<img height="30" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.gif" width="20" />) atau <img height="30" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.gif" width="45" /> 0,542<img height="28" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image002.gif" width="4" /> > daripada nilai <img height="28" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image008.gif" width="36" /> 0,344. Selanjutnya menurut tabel interpretasi <em>product moment </em>hubungan kedua variabel dikategorikan <strong>“sedang”</strong> karena nilai <img height="30" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.gif" width="45" /> 0,542 berada pada rentang 0,40 - 0,599.</p> <p style="text-align: justify;"> Hasil uji korelasi variabel X<sub>2 </sub>dengan Y menunjukkan bahwa terdapat hubungan antar variabel. Hal ini dibuktikan dengan angka indeks korelasi (<img height="30" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image004.gif" width="20" />) atau <img height="30" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image010.gif" width="48" /> 0,691 > daripada nilai <img height="28" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image008.gif" width="36" /> 0,344. Selanjutnya menurut tabel interpretasi <em>product moment</em> hubungan kedua variabel dikategorikan <strong>“tinggi”</strong> karena nilai <img height="30" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image006.gif" width="45" /> 0,691 berada pada rentang 0,60 - 0,799.</p> <p style="text-align: justify;"> Hasil uji korelasi ganda variabel X<sub>1 </sub>dan X<sub>2</sub> dengan Y diperoleh nilai <img height="30" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image010.gif" width="48" /> 18,055 sementara <img height="28" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image012.gif" width="43" /> dengan menggunakan k=2 sebagai pembilang dan (n-k-1)= 32 sebagai penyebut pada taraf signifikan 0,05 diperoleh nilai <img height="28" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image012.gif" width="43" /> sebesar 3,30. Maka dapat diketahui nilai <img height="30" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image014.gif" width="49" />18,055 > daripada <img height="28" src="file:///C:\Users\X452E\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image016.gif" width="46" /> 3,30. Korelasi dikategorikan <strong>“tinggi”</strong> karena nilai koefesien korelasi (R) senlai 0,728 berada pada rentang 0,60 - 0,799.</p>