Abstrak
<p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p align="center"> </p> <p style="margin-left:7.1pt;"> Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan yang dilaksanakan di kecamatan Mandiangin Koto Selayan dengan judul “<em>Efektivitas Peran dan Fungsi Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) dalam Meminimalisir Angka Perceraian di Kota Bukittinggi”</em>. BP4 (Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan) memiliki peran yang tidak mudah di masa ini. Tingginya persoalan perkawinan merupakan beban berat bagi BP4 untuk memaksimalkan tugas-tugasnya. Tetapi banyak yang menilai tugas ini kurang begitu dimainkan oleh BP4. Karena itulah penting untuk mengetahui permasalahan, Bagaimana peran dan fungsi badan penasihatan pembinaan dan pelestarian perkawinan (BP4) dalam meminimalisir angka perceraian di Kota Bukittinggi?</p> <p> Penyusunan skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk menghasilkan data mengenai efektivitas peran dan fungsi badan penasihatan, pembinaan dan pelestarian perkawinan (BP4) dalam meminimalisir angka perceraian di kota Bukittinggi. Untuk menjamin kebenaran dan keabsahan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini, maka diperlukan adanya validas data yaitu menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode analisis datanya adalah metode analisis interaktif yang terdiri dari empat langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan data.</p> <p> Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa; peranan BP4 dalam meminimalisir angka perceraian di Kota Bukittinggi dapat dilihat dalam membantu memecahkan masalah keluarga, mendamaikan suami isteri yang diliputi keinginan perceraian dan memberikan wawasan untuk membina rumah tangga. Sehingga dengan langkah ini BP4 di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan selalu mencoba seoptimal mungkin guna meraih <em>win win solution </em>dalam setiap problem pernikahan yang dialami oleh masyarakat. Faktor pendukung BP4 di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan dalam meminimalisir angka perceraian adalah lembaga semi resmi dan adanya dukungan sosial dari masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat BP4 adalah SDM yang kurang mencukupi, kinerja yang belum optimal, sosialisasi yang kurang kepada masyarakat.</p> <p> Berdasarkan kesimpulan, hasil penelitian ini jika dikaitkan dengan teori efektivitas yang diulas pada penulisan ini maka bisa dikatakan BP4 Kecamatan Mandiangin Koto Selayan secara umum masih kurang efektif. Hal ini dapat dilihat dari belum optimalnya pelaksanaan pembinaan keluarga sakinah, sarana dan pra sarana yang tidak begitu baik serta sosialisasi yang belum merata kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga BP4 kurang bisa membantu menyelesaikan persoalan rumah tangga masyarakat.</p>