Lewati ke konten utama
Beranda / Publikasi / Thesis
ThesisOpen AccessTerbit 2015Versi 1

PENERAPAN SANKSI BAGI PENCURIAN SAWIT MENURUT HUKUM ADAT DAN FIQIH JINAYAH (STUDI KASUS DI JORONG TAPIANG KANDI KECAMATAN PALEMBAYAN)

Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir•Hukum Tatanegara (siyasah)•8 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

<p> ABSTRAK</p> <p> &nbsp;</p> <p> &nbsp;</p> <p> Skripsi ini berjudul <strong>&ldquo;</strong><strong>PENERAPAN SANKSI BAGI PENCURIAN SAWIT MENURUT HUKUM ADAT DAN FIQIH JINAYAH&rdquo;. </strong>Oleh JUFRI ADI, NIM : 1311.010. Maksud dari judul ini&nbsp; adalah sebuah sanksi adat dan sanksi menurut fiqih Jinayah yang diberikan kepada pelaku pencurian sawit.</p> <p> Penulis sangat tertarik untuk meneliti masalah ini karena sering terjadinya pencurian sawit namun penulis disini menemukan kurang adanya penanggulangan terhadap pencurian tersebut yang mana hal tersebut sangat meresahkan masyarakat.</p> <p> Untuk menjawab pokok permasalahan, digunakan penelitian lapangan (<em>Field research</em>), yaitu dengan meneliti data-data yang didapat di lapangan serta menggambarkan, memaparkan, dan menafsirkan suatu fenomena yang terjadi pada saat ini. Penulis meneliti data-data mengenai pecurian dari beberapa sumber di antaranya, Al-Quran, al-Hadit, dan hukum adat yang ada di jorong Tapiang Kandi. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan <em>Kualitatif</em> dengan jenis penelitian Deskriptif di Lokasi Jorong Tapiang Kandi Nagari Salareh Aia Kec. Palembayan. Setelah terkumpul data-data tersebut dilanjutkan dengan analisis data.</p> <p> Setelah melakukan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa hukuman Adat terhadap pencurian sawit tergantung hasil sawit yang dicurinya. Apabila sawit yang dicurinya itu banyak maka banyak pula denda yang dijatuhkan kepada pelaku. Apabila pelaku mengulangi lagi perbuatannya, maka sanksi Adat yang dijatuhkan kepada pelaku berupa pengasingan dari masyarakat, dan pelaku tidak akan dianggap lagi di dalam kampung tersebut. Apabila ada keluarganya mengadakan pesta atau dalam istilah Minang <em>Baralek </em>maka orang kampung tidak akan mendatangi kediamannya, dan pandangan hukum adat di Jorong Tapiang Kandi pencurian sawit sangat meresahkan masyarakat. Sedangkan menurut hukum Islam, sanksi Adat yang diberikan kepada pelaku pencurian sawit di bolehkan di dalam Islam, karena sanksi tersebut menurut Islam masuk kedalam kategori Urf Sahih, yang mana sanksi Adat itu masih mengharamkan perbuatan yang salah dan menghalalkan perbuatan yang benar.</p> <p> &nbsp;</p>

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1PENERAPAN SANKSI BAGI PENCURIAN SAWIT MENURUT HUKUM ADAT DAN FIQIH JINAYAH (STUDI KASUS DI JORONG TAPIANG KANDI KECAMATAN PALEMBAYAN)2015 · oai:ais:skripsi:427