Abstrak
<p align="center"> <strong>Abstrak</strong></p> <p align="center"> </p> <p> Skripsi ini berjudul “<strong>Pemahaman Mahasiswa Iain Bukittinggi </strong> <strong>Tentang</strong> <strong>Model Pakaian Muslim</strong>”. Skripsi Ini merupakan penelitian lapangan (<em>Field Research</em>) yang dilaksanakan di kampus IAIN Bukittinggi. Mengenai pemahaman mahasiswa tentang pakaian muslim. Pertanyaan yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah: bagaimana pemahaman mahasiswa IAIN Bukittinggi tentang model pakaian muslim serta faktor apa yang mempengaruhi pemahaman mahasiswa IAIN Bukittinggi tentang model pakaian muslim ?</p> <p> Adapun latar belakang penelitian adalah karena kenapa masih terjadi berbagai model pakaian mahasiswa IAIN Bukittinggi dan bahkan ada yang kurang pantas. Meskipun telah diatur tentang kriteria berpakaian menurut kampus seperti yang telah ditetapkan kriterianya berdasarkan kode etik. Kemudian apa faktor penyebab yang membuat gaya dan perbedaan pakaian di kalangan mahasiswa tersebut.</p> <p> Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi yang sumber datanya berasal dari informan. metode pengumpulan data, metode yang dipakai oleh peneliti adalah metode observasi, interview yang kemudian di analisis dengan metode analisi kualitatif.</p> <p> Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa tidak semua mahasiswa IAIN Bukittinggi mengetahui atau paham dengan pakaian muslim yang disyariatkan dan menurut Mahasiswa yang diwawancarai, cara berpakaian mahasiswa IAIN Bukittinggi, masih ada beberapa belum sesuai dengan kategori pakaian yang diatur oleh syara’ sekaligus peraturan kampus. Hal ini bukanlah sebuah bentuk ketidaktahuan mahasiswa, karena aturan ini bukanlah sesuatu yang baru bagi mahasiswa. Namun, melihat cara berpakaian mahasiswa yang masih banyak tidak sesuai dengan ketentuan syara’ ini, mahasiswa menilai bahwa hal ini disebsbkan oleh ketidak tahuan terhadap kewajiban menutup ‘aurat dan pengaruh modernisasi. Modernisasi yang sering sekali diidentikan dengan westernisasi (kebarat-baratan) ini sangat gampang merasuki generasi muda. Apalagi jiwa yang masih labil yang mencari identitas diri. Pepatah Arab mengatakan <span dir="RTL">كل جَدِيْدِ لَذَاهُ</span> “ segala hal yang baru itu lezat”, sesuatu yang baru bagi generasi muda itu sagat digemari.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p> </p>