Abstrak
<p> Perkembangan inklusi keuangan (financial inclusion) didasari dampak krisis kepada kelompok in the bottom of the pyramid yang umumnya tidak tersentuh layanan leuangan (unbanked). Inklusi keuangan (financial inclusion) menjadi kunci dari upaya pemerintah dalam membangun sektor keuangan yang kuat dan inklusif serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi layanan sektor perbankan melalui tingkat inklusi keuangan (financial inclusion). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah literature review. Pada penelitian ini terlihat bahwa tingkat Inklusi keuangan (financial inclusion) di Indonesia mengalami perbaikan oleh karena pemberlakuan berbagai regulasi terkait dimana masyarakat pengguna yang memiliki akses layanan keuangan dengan usia di atas 15 tahun mengalami kenaikan dari 20% (2011) menjadi 36% (2014) dan terus meningkat menjadi 48,9% (2017). Apabila dibandingkan dengan negara lain, tingkat Inklusi keuangan (financial inclusion) tersebut adalah yang paling cepat pertumbuhannya bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain se-kawasan Asia Pasifik. Untuk meningkatkan pemahaman terkait jasa-jasa keuangan dan perbankan harus dilakukan dengan edukasi jasa keuangan dan perbankant terutama edukasi bagi masyarakat yang berpendapatan rendah, kaum wanita serta penduduk di daerah tertinggal yang belum terjangkau dengan layanan keuangan dan perbankan serta dibarengi dengan upaya pemerintah dalam peningkatan infrastruktur fisik sehingga dapat menjangkau masyarakat di berbagi daerah di Indonesia</p>