Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

YOLA FADILA

2 karya publik ditemukan.

2024: 12021: 1

Formalisasi Filsafat Budaya Minangkabau Dalam Tradisi Pesantren Pada Pondok Pesantren Adat dan Syara’ (MTs S Adat dan Syara’), Nagari Matua Mudiak, Kec. Matur, Kab. Agam, Sumatera Barat

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Thesis ini berjudul “Formalisasi Filsafat Budaya Minangkabau Dalam Tradisi Pesantren Pada Pondok Pesantren Adat dan Syara’ (MTs S Adat dan Syara’), Nagari Matua Mudiak, Kec. Matur, Kab. Agam, Sumatera Barat”, yang ditulis oleh Yola Fadila, Nim 4012.2003, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (S2), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek (UIN) Bukittinggi, Tahun 2024 M / 1445 H. Penelitian Thesis ini berangkat dari fenomena terkait budaya Minangkabau yang mulai pudar dan ditinggalkan, budaya Mangaji ka Surau ini sudah tidak adalagi, namun beralih menjadi Pondok Pesantren. Sesuai dengan falsafat Adat Minangkabau yaitu Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (Nyato Adat babuhua sentak, nyato Syara’ babuhua mati), artinya di adat masih bisa di ubah sedangkan pada agama ketentuan yang berlaku tidak dapat di ubah. Lalu yang perempuan mengetahui Sumbang Duo Baleh (larangan bagi perempuan Minangkabau), kemudian tentang Pasambahan Adat. Subfokus penelitian adalah memahami formalisasi filsafat budaya Minangkabau dalam tradisi pesantren di Pondok Pesantren Adat dan Syara’ Nagari Matua Mudiak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dengan jelas bagaimana formalisasi filsafat budaya Minangkabau dalam tradisi pesantren di Pondok Pesantren Adat dan Syara’ Nagari Matua Mudiak. Penelitian ini merupakan penelitian jenis lapangan (field research) dengan menggunakan metode pendekatan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah Ustadz Pimpinan Pondok, Ustadz yang mengajar langsung ABS-SBK, dan Ibuk Kepala Madrasah sekaligus salah satu dari tokoh cadiak pandai yang ikut dalam mendirikan Pondok Pesantren Adat dan Syara’. Teknik pengumpulan data dalam penlitian ini adalah berbentuk observasi ke lapangan langsung, wawancara, dokumentasi, analisis data dan pemeriksaan keabsahan data. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan bahwa di Nagari Matua Mudiak ada Pondok Pesantren budaya yang namanya Pondok Pesantren Adat dan Syara’. Di Pondok Pesantren ini telah memformalisasikan budaya Minangkabau dalam tradisi Pesantren yaitu seperti kesenian Randai, Tambua Tasa, dan Tari Galombang, ada alat music tradisional berupa saluang, pupuik batang padi dan bansi. Kemudian di pesantren ini juga memformalisasikan pakaian baju kuruang Basiba dan jilbab lilit yang dipakai oleh Santriwati dan juga Ibuk Gurunya, lalu di kurikulumnya ada memasukkan pelajaran Budaya Adat Minangkabau (ABS-SBK) dan Pelatihan Pasambahan Adat. Pesantren ini bisa menjadi contoh untuk instansi pendidikan lainnya agar dapat memformalisasikan kembali budaya Minangkabau di lingkungan Pondok Pesantren maupun sekolah umum lainnya.

Islam dan Pembelaan Terhadap Kaum Tertindas: Kajian Analitis Teologi Pembebasan Asghar Ali Engineer

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Islam Dan Pembelaan Terhadap Kaum Tertindas: ‎Kajian Analitis Teologi Pembebasan Asghar Ali Engineer” yang ditulis oleh ‎Yola Fadila, Nim 4517004, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, ‎Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ‎Bukittinggi, Tahun 2021 M / 1442 H.‎ Penelitian skripsi ini berangkat dari fenomena terkait stereotip yang ‎melekat dan menonjol dari masyarakat Muslim dewasa ini seperti terbelakang, ‎tertinggal atau sedang berkembang, selain itu juga berangkat dari perdebatan ‎tentang relevansi teologi Islam dengan kaum tertindas dan pembebasan terhadap ‎perempuan, sebagai mana yang telah dikaji salah satunya oleh Asghar Ali ‎Engineer. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui paradigma dan ‎implementasi konsep teologi pembebasan terhadap pembelaan kaum tertindas dari ‎pemikiran Asghar Ali Engineer.‎ Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan ‎menggunakan metode studi pemikiran tokoh. Sumber primer penelitian ini adalah ‎karya-karya Asghar Ali Engineer yang terkait dengan Islam, kaum Mustad’afin, ‎dan pembebasan perempuan, seperti Islam dan Teologi Pembebasa, Islam dan ‎Pembebasan, Tafsir Perempuan “Antara Doktrin & Dinamika Kontemporer”, ‎Islam Masa Kini, Pembebasan Perempuan, dan Hak-Hak Perempuan Dalam ‎Islam. Ada pun sumber sekunder penelitian ini yaitu referensi-referensi yang ‎berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni: ‎Pertama, pengumpulan karya-karya yang berkaitan dengan pembebasan, kaum ‎Mustad’afin, perempuan dan literature lain yang relevan. Kedua, menentukan ‎sumber pokok dan melakukan telaah atau analisis terhadap pemikiran Asghar Ali ‎Engineer dan sumber-sumber pendukung lainnya. Ada pun teknik analisis data ‎yang digunakan yaitu deskripsi analitik, interpretasi data, pendekatan filosofis, ‎dan pendekatan historis.‎ Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, teologi pembebasan ‎Asghar Ali Engineer sejalan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Yang mana teologi ‎pembebasan ini tidak menganut sistem Status Quo (kemapanan), karena Islam ‎merupakan kekuatan pembebasan terhadap eksploitasi, penindasan, dan ‎kezhaliman. Teologi Pembebasan pertama kali muncul di Eropa pada abad kedua ‎puluh, dimaksudkan untuk melihat peran agama dalam membebaskan manusia. ‎Kedua, Implementasi konsep Teologi pembebasan Asghar Ali Engineer ada tiga ‎konsep seperti Jihad, Tauhid, dan Iman. Manusia merupakan makhluk yang bebas ‎yaitu bebas menentukan nasibnya sendiri. Tanpa ketiganya hal tersebut tidak akan ‎terwujud untuk membela kaum Mustad’afin dan perempuan, ketiga konsep itu ‎memiliki satu tujuan dan jalan yaitu menuju ke jalan Allah SWT dan membebaskan ‎segala sesuatu dari penindasan.‎