IMPLEMENTASI AKHLAKUL KARIMAH SISWA SMK NEGERI 2 BUKITTINGGI DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Abstrak Sintania Wendri, 2022, Implementasi Akhlakul Karimah Siswa SMK Negeri 2 Bukittinggi Di Lingkungan, Skripsi, Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Jamil Jambek Bukittinggi. Pentingnya pendidikan menjadikan seseorang yang hidup ditengah masyarakat mengalami pertumbuhan yang berorientasi pada keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya. “Pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, maksudnya pendidikan adalah menuntut segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya”. Selain menjadikan seseorang mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang tinggi pendidikan juga akan menghatarkan seseorang pada hidup yang bermartabat, yang beriman dan betakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak yang luhur, terampil, sosialis, cerdas dan kemandirian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi akhlakul karimah siswa SMK Negeri 2 Bukittinggi Di Lingkungan Sekolah dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat implementasi akhlakul karimah siswa Kelas XII Perhotelan SMK Negeri 2 Bukittinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di SMKN 2 Bukittinggi, subjek penelitian ini guru dan siswa. Penelitian ini dilakukan di bulan Juni 2022. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akhlakul karimah siswa SMKN 2 Bukittinggi telah dilaksanakan di SMKN 2 Bukittinggi. Langkah-langkah dalam menanamkan akhlakul karimah siswa di lingkungan sekolah yaitu dengan melalui pembiasaan, evaluasi peraturan sekolah. Faktor pendukung dari akhlakul karimah ini diantaranya yaitu kemauan siswa, keteladanan guru, dan lingkungan. Sedang faktor penghambatnya yaitu kurangnya kemauan siswa lingkungan, sarana dan prasarana yang kurang mendukung.