Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Syaiful Anwar

14 karya publik ditemukan.

2026: 22025: 22024: 22023: 12017: 12015: 1

Kesultanan langkat dalam Pusaran Hegemoni dan Makar

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai sosial, budaya, dan sejarah yang terus tumbuh dan berkembang dalam wilayah budaya Kesultanan Langkat dari masa awal, hinga ke masa &ldquo;Peristiwa Makar&rdquo;, dan pascanya. Bagaimanapun dalam hidup ini, kita perlu terus berjuang mengarahkan bangsa ini ke arah masyarakat madani yaitu maysrakat adil dan makmur di bawah bimbingan Tuhan Yang Mahakuasa. Hal ini pula yang diperjuangkan oleh masyarakat Langkat pada umumnya, yang mereka menjadi satu kesatuan dengan waarga negara Indonesia lainnya, dan mereka tidak mau dilabeli sebagai pengkhianat bangsa atau pro kepada penjajah.</p> <p> Selain itu bertujuan melihat bahwa kebudayaan masyarakat pada Kesultanan Langkat memberikan pemikiran-pemikiran yang bersumber dari jatidiri kebudayaan sendiri, tidak mesti hanyut dalam pemikiran-pemikiran dunia yang sedang berkembang dan menerpa semua bangsa di dunia terutama pemikiran atheisme yang menjadi denyut nadi dari komunisme inbternasiolan (komintern), sebagai penaja utama Peristiwa Makar di Sumatera Timur, khususnya Kesultanan Langkat. Bahwa dengan latar belakang agama dan budaya yang kuat, mudah-mudahan seseorang atau sekelompok orang akan dapat merespons gejala perubahan dan perkembangan zaman dengan arif dan bijaksana berdasarkan bimbingan Allah SWT.</p> <p> Kajian ini juga bertujuan untuk memberikan polarisasi kepada kita bahwa kreativitas mengolah berbagai budaya untuk memperkuat kebudayaan kita sendiri, adalah diperlukan dalam konteks globalisasi. Identitas kebangsaan dan kesukuan kita akan kuat apabila secara bijaksana kita dapat memilih, memilah, dan mengolah kebudayaan seluruh dunia dalam kepentingan utama untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan menjadi rahmat kepada seluruh alam. Demikian yang dicita-citakan dan diyakini oleh segenap warga yang ada di wilayah Langkat ini.</p> <p> &nbsp;</p>

Literasi Anak-anak Periode Kolonial di Bukittinggi: Surat Kabar Pelipoer Hati, 1934-1936

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang surat kabar Pelipoer Hati di Fort De Kock (Bukittinggi) tahun 1934-1936. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah dengan menggunakan terbitan Surat Kabar Pelipoer Hati tahun 1934-1936 sebagai sumber primer. Tiga dekade pertama abad 20 adalah masa keemasan dalam perkembangan pers di Sumatera Barat. Banyak sekali surat kabar yang terbit di Sumatera Barat saat itu. Surat kabar dan majalah yang terbit mewacanakan tema-tema yang beragam, seperti tema adat dan kebudayaan, keagamaan, perempuan, tema kedaerahan dan juga khusus untuk anak-anak. Surat Kabar Pelipoer Hati adalah surat kabar bulanan bagi anak-anak yang terbit di Bukittinggi. Surat kabar ini terbit pertama kali pada tahun 1934 dan berhenti terbit pada tahun 1936. Selama tiga tahun penerbitannya, surat kabar ini secara konsisten meliterasi anak- anak melalui rubrik-rubrik di dalamnya. Kehadiran surat kabar ini menambah khazanah surat kabar anak-anak yang terbit di Indonesia pada masa itu.</p>

The 1st International Conference on Humanities, Arts, and Social Science

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Pembangunan pendidikan modern di Aceh pada masa kolonial memiliki motif kuat untuk mengubah mentalitas masyarakatnya. Tujuannya adalah pemerintah Hindia-Belanda ingin mengubah sistem pendidikan tradisional menjadi sistem pendidikan modern untuk mengubah pola pikir masyarakat Aceh agar mendukung kolonialisme. Artikel ini berupaya merekonstruksi sejarah pembangunan pendidikan modern di Aceh pada masa kolonial dan perjuangan para guru pribumi melalui analisis terhadap surat kabar Oetoesan Goeroe. Surat kabar tersebut adalah organ resmi dari PGGA (Perkoempoelan Goeroe-goeroe Gouvernement Atjeh) yang memuat berita-berita tentang pembangunan pendidikan Aceh dalam kurun 1926–1930. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan menggunakan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk dan pendekatan Historiographical CDA. Hasil riset menunjukkan bahwa pemerintah kolonial Belanda awalnya memiliki ekspektasi terlalu besar untuk mewujudkan pasifikasi Aceh melalui sektor pendidikan namun kenyataannya justru tidak begitu serius memberikan solusi atas berbagai hambatan. Guru-guru pribumi yang awalnya mengemban misi mulia untuk membangun pendidikan di Aceh justru terjebak dalam situasi serba sulit. Mayoritas guru-guru pribumi kala itu berasal dari luar Aceh. Mereka harus mengabdi di desa-desa dengan kesejahteraan yang mengkhawatirkan, fasilitas yang tidak memadai, pemerintah kolonial yang kurang responsif dan solutif, resistensi penduduk yang anti-Belanda, hingga kesulitan dalam penyesuaian bahasa lokal.

Sumpah Pemuda dan Maknanya

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Di era milenial ini,dimana era ini disebut sebagai masa dimana teknologi berkembang dengan pesat dan menjadi sebuah gaya hidup bagi para generasi di dalamnya terutama generasi muda. Perjuangan pemuda di zaman dulu dan zaman sekarang ini tentu sangat jauh berbeda.Pemuda saat ini merupkan agen perubahan yang diharapkan dapat membuat perubahan yang baik kedepannya. Sumpah pemuda lahir pada Tanggal 28 Oktober.Sumpah pemuda berisikan 3 sumpah tentang “Tanah air,Bangsa,dan Bahasa”.Lahirnya Sumpah Pemuda bersamaan dengan momentum penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang berasal dari bahasa Melayu yang keberadaannya telah memiliki sejarah panjang.

ANTARA HIBURAN DAN TRAGEDI (INSIDEN KANJURUHAN DAN ITAEWON)

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Bagaimana sudut pandang sejarah terhadap olahraga dan Halloween? Bagaimana sudut pandang sejarah terhadap sepak bola? Bagaimana sudut pandang sejarah terhadap kasus kanjuruhan dan Halloween yang berakhir dengan kerusuhan dan memakan korban jiwa?

LEGALITY OF ALCOHOLIC BEVERAGES IN INDONESIA: BETWEEN POLITICAL ECONOMY AND HIFZ AL-ʿAQL PERSPECTIVE

2023 · Article · Artikel Penelitian dan Pengabdian

Legalizing alcoholic beverages under Indonesian Presidential Decree Number 10 of 2021 concerning to Investment Business raises conflicting view with Islamic norms in Indonesian as religious state. Under Islamic norm such prohibition intended to maintaining of reason (ḥifẓ al-ʿaql), while on the one hand it is for the improvement of the country’s economy (ḥifẓ al-mal). This paper measures such contradictory under maqasid Syariah auspice. The method used is a normative research with a content analysis approach. This paper found that the legalization of investment in alcoholic beverages has not reached to the stage of necessity (ḍaruriyya), while the acquisition of property (ḥifẓ al-mal) was obtained through the legalization of alcoholic beverage investments, only at the level of (taḥsiniyyah). Therefore, something related to the tahsiniya level should not negate the position of ḍaruriyya of ḥifẓ al-ʿaql. Eliminating the potential of greater mafsadah must be put forward by the Indonesian government rather than producing uncertain maslahah.