Hubungan Model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMP N 2 Padang Panjang
Penelitian ini dilatar belakangi beberapa siswa terlihat tidak memiliki motivasi dalam belajar, dan tidak mengikuti pembelajaran dengan efektif, siswa tidak memperhatikan guru dalam menjelaskan pembelajaran, dan siswa merasa jenuh. Sebagian siswa sering meminta izin keluar saat pembelajaran, sehingga siswa kurang memahami materi yang telah dijelakan oleh guru kerena tidak memperhatikan guru dalam menjelaskan materi di depan kelas dan proses pembelajaran seperti ini membuat pelajaran menjadi monoton dan membosankan bagi peserta didik sehingga hasil motivasi belajar siswa belum mencapai nilai yang optimal dalam proses pembelajaran PAI. Tujuan penelitian merupakan gambaran arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian mengarah kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan sebelumnya ialah sebagai berikut: Untuk mengetahui hubungan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dengan Motivasi belajar siswa Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas VIII Di SMP N 2 Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional. dan menggunakan analisis regresi linear sederhana yaitu mengukur besarnya pengaruh suatu variabel bebas (independen) terhadap suatu variabel terikat (dependen) yang menggunakan perhitungan dengan program SPSS. Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII, yang berjumlah 40 siswa, dengan teknik analisis data yang digunakan adalah uji pengaruh dengan menggunakan uji regresi linear. Hasil uji hipotesis penelitian ini berdasarkan hasil perhitungan output meggunakan SPSS 25 diperoleh nilai Pearson Correlation (rhitung) sebesar 0,534. Jika dibandingkan nilai rhitung dengan rtabel, dengan taraf signifikansi 5% (taraf kepercayaan 95%) atau 0,05 dengan N=40 dan derajat kebebasan n-2=38 (40-2), maka terdapat hasil nilai rhitung> rtabel=0,534>0,3044. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dan motivasi belajar siswa. Dengan signifikansi yaitu 0.0000,5. Bentuk hubungan ini bersifat positif dan nilai koefisiensi korelasi ini jika sesuai dengan nilai interpreasi korelasi yang sudah dicantumkan pada BAB III, maka tingkat hubungan dikategorikan kuat yaitu berada pada interval koefiesien 0,600-0,799. Dengan ketentuan tersebut, maka Ha (Hipotesis Alternatif) diterima Ho (Hipotesis Nihil) ditolak yang membuktikan bahwa terdapat hubungan antara model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) di SMP N 2 Padang Panjang