Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Nazmi

5 karya publik ditemukan.

2022: 12018: 12017: 3

SULUK TAREKAT NAQSYABANDIYAH DI HUTARIMBARU RAO KABUPATEN PASAMAN

2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Suluk Tarekat Naqsyabandiyah di Hutarimbaru Rso Kabupaten Pasaman” yang ditulis oleh Laila Nazmi, NIM. 4518019, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, IAIN Bukittinggi, Tahun 2022 M/1444 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan masyarakat mengikuti kegiatan suluk di wilayah Hutarimbaru sehigga daerah ini menjadi salah satu tempat yang ramai diikuti masyarakat dibanding persulukan lainnya. Di samping metode yang digunakan mursyid mudah dipahami oleh jemaah, tingginya tingkatan dzikir menjadi alasan utama jemaah untuk mengikuti suluk di daerah ini. Suluk merupakan metode perjalanan spiritual dengan cara melatih diri dan berjuang melepaskan diri dari sifat-sifat kebendaan yang menjadi hijab/pengahalang seorang hamba dengan Tuhan. Latihan spiritual ini akan dibimbing oleh mursyid tarekat selama kegiatan suluk berlangsung. Penelitian ini termasuk penelitian pandangan filososfis di lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber primer dalam penelitian ini yaitu wawancara langsung dengan mursyid tarekat, wazir suluk dan jemaah suluk tarekat Naqsyabndiyah di desa Hutarimbaru kabupaten Pasaman. Sedangkan sumber sekunder segala literatur yang terkait dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan teknik perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan serta tringulasi data. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa tarekat Naqsyabandiyah di wilayah Hutarimbaru masih aktif mengadakan kegiatan suluk 3 kali dalam setahun. Persyaratan masuk suluk yaitu Pertama, mandi taubat. Kedua, sholat sunnah taubat. Ketiga, siap melaksanakan aturan persulukan. Keempat, menyerahkan diri, badan dan rohani kepada guru. Kelima, menyediakan alat-alat yang dibutuhkan selama suluk. Adapun rangkaian kegiatan selama suluk yaitu sholat lima waktu berjamaah, mengulang kaji dan mengalih kaji, kajian mingguan, makan bersama, tawajjuh, berkhatam dan dzikir. Dzikir merupakan amalan terpenting dalam pelaksanaan suluk yang dilakukan secara tersembunyi menggunakan kelambu dan berkesinambungan. Tingkatan dzikir yang diajarkan berjumlah 21 tingkatan yang selesai dikaji dalam waktu tiga kali suluk. Hasil wawancara dengan jemaah menunjukkan bahwa dampak yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan suluk yaitu mendatangkan ketenangan hati dan pikiran, merasa lebih dekat dengan Allah SWT, meningkatnya spiritualitas yang ditandai dengan semangat beribadah dan takut melakukan perbuatan dosa serta perilaku dan sikap yang berubah ke arah yang lebih baik dari sebelum mengikuti kegiatan suluk.

PERANCANGAN APLIKASI KEGIATAN HARIAN GURU BERBASIS WEB DI SMKN 4 PAYAKUMBUH

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Mutia Nazmi, 2514.050. “Perancangan Aplikasi Kegiatan Harian Guru Berbasis Web di SMKN 4 Payakumbuh” Skripsi, Program Sarjana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Teknologi informasi dan ¬¬¬komunikasi yang semakin berkembang dari waktu kewaktu menyebabkan hampir semua aspek dalam kehidupan sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan aktifitas yang dilakukan. Salah satunya pada pencatatan kegiatan harian guru di SMK Negeri 4 Payakumbuh. Pencatatan kegiatan harian guru ini sangat dibutuhkan untuk memenuhi administrasi guru. Aktifitas pencatatan kegiatan harian guru selama ini masih dilakukan secara manual. Media yang digunakan masih menggunakan buku dan belum terkomputerisasi. Akibat dari hal tersebut banyak kendala yang dihadapi oleh pihak sekolah terutama guru, karena ukuran buku yang cukup besar, sehingga guru lalai mengisi kegiatan harian, sedangkan pencatatan kegiatan harian guru ini penting untuk memantau kegiatan harian guru baik itu kegiatan teaching maupun non teaching. Selain itu kepala sekolah terkendala dalam mengevaluasi dan memonitoringnya karena harus memiliki ruang dan waktu yang cukup besar. Sehingga hal inilah yang melatarbelakangi penulis untuk merancang sebuah aplikasi kegiatan harian guru berasis web agar mempermudah guru dalam mencatat kegiatan hariannya. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah Jenis Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) yang disingkat R&D. Penulis menggunakan R&D versi ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). Dan model pengembangan sistem SDLC (System Development Life Cycle) versi Waterfall. Serta uji produk dengan menggunakan uji validitas, praktikalitas dan efektifitas produk. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, dapat diketahui bahwa aplikasi kegiatan harian guru berbasis web yang penulis buat dapat dimanfaatkan oleh guru. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa aplikasi yang dirancang dinyatakan valid dengan nilai 88,3. Sementara hasil uji praktikalitas menunjukkan bahwa aplikasi yang dirancang dinyatakan sangat praktis dengan nilai 92. Hasil uji efektifitas juga menunjukkan bahwa aplikasi yang dirancang dinyatakan sangat efektif dengan nilai 88. Berdasarkan hasil uji produk tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil uji validitas menunjukkan bahwa aplikasi tersebut valid dengan sedikit revisi. Sementara hasil uji praktikalitas menunjukkan bahwa aplikasi tersebut sangat praktis. Hasil uji efektifitas menunjukkan bahwa aplikasi yang dirancang dinyatakan efektif. Jadi aplikasi kegiatan harian guru ini dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh guru di SMKN 4 Payakumbuh.

Pèlerinage, Sciences et Soufisme

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

Pèlerinage, Sciences et Soufisme: L'art islamique en Cisjordanie et à Gaza s'intéresse à une époque où, sous le règne des dynasties ayyoubide, mamelouke et ottomane, la Palestine accueillait les pèlerins de tous les horizons du monde musulman. Ces grandes dynasties ont commandité des chefs d'œuvre d'art et d'architecture dans les principaux centres religieux de la région. Attirant les plus érudits, beaucoup de ces centres jouissaient d'un prestige considérable et favorisèrent la diffusion d'un art raffiné qui conserve, de nos jours encore, tout son pouvoir de fascination. Les monuments et oeuvres architecturales présentés dans cet "Itinéraire-Exposition" reflètent clairement les liens entre mécénat dynastique, mouvements intellectuels et ferveur religieuse, enracinés dans ce pays depuis des siècles. Neuf circuits vous invitent à découvrir 70 musées, monuments et sites à Jérusalem, Jéricho, Naplouse, Béthléem, Hebron et Gaza (entre autres).