Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUSPARDI

3 karya publik ditemukan.

2021: 12020: 12017: 1

KONSEP PENDIDIK DALAM KISAH NABI MUSA AS. DAN NABI KHIDIR AS. (TELAAH QS. AL-KAHFI [18] AYAT 65-82 DALAM TAFSIR AL-MISHBAH)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya surah dalam Al-Qur’an yang mengandung konsep pendidik dalam kisah Nabi Musa As. dan Nabi Khidir As yaitu surah Al-Kahfi ayat 65-82. Sebagaimana yang diketahui bahwa nilai etika pada zaman sekarang ini sudah makin tidak diperdulikan, ada kecenderungan seorang murid yang tidak menghargai gurunya. Hal ini sudah menjadi rahasia umum dan penyebabnya dari budaya luar yang datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep pendidik dalam kisah Nabi Musa As. dan Nabi Khidir As yaitu surah Al-Kahfi ayat 65-82 serta untuk mengetahui konsep penerapan nilai-nilai pendidikan akhlak yang tersirat dalam kisah Nabi Musa As. dan Nabi Khidir As dan untuk mengetahui kompetensi kepribadian guru dalam surah Al-Kahfi ayat 65-82 yaitu berakhlak mulia, jujur, tanggung jawab dan bijaksana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) menggunakan analisis data dengan teknit tahlili (analitik), yaitu suatu metde penafsiran yang berusaha menjelaskan al-Qur’an dengan menguraikan berbagai seginya dan menjelaskan apa yang dimaksudkan oleh al-Qur’an. Dalam metode ini seorang mufassir haru menafsiri ayat-ayat al-Qur’an, ayat demi ayat dan surah demi surah sesuai dengan urutan dalam mushaf. Untuk mendukung penelitian ini, penulis menggunakan sumber utama kitab tafsir yaitu Tafsir Al-Misbah karya M.Quraish Shihab. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa nabi Khidir mempunyai strategi pembelajaran dengan memberikan syarat, yaitu jangan mempertanyakan sesuatupun sebelum Khidir sendiri menjelaskannya. Strategi Khidir tersebut mengantarkan keberhasilan pembelajaran afektif pada nabi Musa hal itu dibuktikan dengan tercapainya langkah-langkah dari ranah afektif. receiving, Musa peka terhadap apa yang disaksikannya selama perjalanan dalam bentuk penolakan dan tidak setuju atas perbuatan Khidir. Kedua responding, reaksi spontan adalah proses afektif yang terjadi dalam diri Musa hal tersebut jelas merupakan suatu respon dalam rangka mengetahui sesuatu hal lebih mendalam. Ketiga valuing, Selama perjalanan Musa menilai atau menanggapi semua peristiwadengannilai atau keyakinan yang dipercayainya, walaupun penilaian berubah setelah penjelasan dari Khidir.Keempat organization, Musa mengorganisasikan nilai yang diyakininya dengan nilai dari Khidir sehingga tercipta nilai baru. Kelima nilai baru yang didapat oleh Musa tersebut adalah hasil dari proses pembelajaran afektif yaitu Musa memiliki sebuah kebulatan sikap (karakter) yang mapan. Dengan demikian hikmah yang terkandung pada Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam surah al-Kahfi ayat 65-82 dapat dikristalisasi, bahwa pendidikan membutuhkan proses bukan sajadalam dimensi ilmu, namun juga dalam menanamkan adab dan budi pekerti yg digambarkan dalam pembelajaran kesabaran, sehingga pendidikan bukan hanya dilihat dari pengetahuan namun juga syarat dengan nilai-nilai transendental.

PELAKSANAAN TAHFIZDHUL QUR'AN DI MTS YATI KAMANG MUDIK

2017 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Judul dari karya ilmiah ini adalah “ TAHFIZUL QUR’AN DI MTS YATI KAMANG MUDIK’’ yang disusun oleh MUSPARDI, Nim.2113.154, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Ilmu Pendidikan Agama Islam. Maksud penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peningkatan semangat siswa belajar Tahfizul Qur’an setelah diterapkannya metode yang bervariasi dalam pembelajaran. Latar belakang penulisan ini karena rendahnya semangat siswa di MTs YATI Kamang Mudik khususnya pada mata pelajaran Tahfizul Qur’an. Berdasarkan hasil observasi awal penulis di MTs YATI Kamang Mudik, penulis melihat bahwa dalam pembelajaran Tahfizul Qur’an siswa malas menghafal Al Qur’an baik di sekolah maupun dirumah, siswa sering meribut ketika pembelajaran berlangsung, siswa sering keluar ketika pembelajaran berlangsung, siswa banyak mencari alasan ketika penyetoran ayat, siswa banyak mengeluh ketika menghafal Al-Qur’an, tugas hafalan yang diberikan oleh guru kepada siswa banyak yang mengabaikan serta siswa kurang semangat dalam pembelajaran Tahfizd Al-Qur’an. Salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan memberikan metode yang bervariasi didalam pembelajaran Tahfizul Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana peningkatan semangat siswa setelah dilakukannya Metode yang bervariasi pada mata pelajaran Tahfizd Qur’an. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Lapangan (field research). Hasil dari observasi dan wawancara tersebut dijadikan acuan untuk melihat peningkatan semangat siswa belajar Tahfizul Qur’an di MTs YATI Kamang Mudik setelah dilakukannya Metode yang bervariasi oleh guru Tahfizul Qur’an tersebut. Adapun alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan observasi lapangan dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa semangat siswa rendah dalam belajar Tahfizul Qur’an ini disebabkan oleh rendahnya tingkat kemampuan guru dalam melakukan metode yang bervariasi dalam proses pembelajaran di kelas dan kurangnya pemahaman siswa akan pentingnya program Tahfizul Qur’an di MTs YATI Kamang Mudik dan siswa banayak mengabaikan pembelajaran Tahfizd dibandingkan pebelajaran lainya.