Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUHAMMAD ISMAIL

10 karya publik ditemukan.

2021: 12018: 22017: 52016: 2

Kedisiplinan Siswa Mengikuti Pembelajaran Online Pada Mata Pelajaran PAI di SMA IT Muslimin Kota Dumai

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul :“Kedisiplinan Siswa Mengikuti Pembelajaran Online Pada Mata Pelajaran PAI di SMA IT Muslimin Kota Dumai” Skripsi ini di susun oleh Muhammad Ismail, NIM 2116132 Prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Kata kunci: Pembelajaran online, Pendidikan Agama Islam, Kedisiplinan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedisiplinan siswa mengikuti pembelajaran online pada mata pelajaran PAI di SMA IT Muslimin Kota Dumai. Pertanyaan yang ingin dijawab dari penelitian ini adalah berkenaan dengan indikator kedisiplinan belajar menurut Syafrudin dan Tu’u diantaranya adalah disiplin dalam masuk belajar, disiplin dalam mengikuti pelajaran disekolah, disiplin dalam mengerjakan tugas, disiplin belajar dirumah, dan disiplin dalam menaati tata tertib. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, informan penelitian ini terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci adalah Guru PAI sedangkan informan pendukung adalah siswa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: kedisiplinan siswa kelas X-XII menerapkan kedisiplinan dalam mentaati aturan mulai dari ketepatan waktu masuk sekolah, keaktifan mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas dan mentaati tata tertib yang di berlakukan oleh guru PAI dan kepala sekolah dalam mengikuti pembelajaran online..

Ijtihad Hakim dalam Perkara Isbat Nikah di Pengadilan Agama Kabupaten Limapuluh Kota dalam Kajian Hukum Islam

2018 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini yang berjudul: “IJTIHAD HAKIM DALAM PERKARA ISBAT NIKAH DI PENGADILAN AGAMA KABUPATEN LIMAPULUH KOTA DALAM KAJIAN HUKUM ISLAM” ditulis oleh Muhammad Ismail (NIM: 101 16 027) pada tahun 2018. Motivasi penulis untuk meneliti kedua kasus isbat nikah ini adalah secara umum dalam hukum Islam serta perundang-undang Indonesia, salah satu rukun perkawinan adalah dengan hadirnya dua orang saksi nikah saat terjadi akad nikah, serta wali yang menikahkan adalah wali nasab atau wali hakim. Namun yang terjadi dalam hasil penetapan Majelis Hakim pada kasus pertama dengan nomor perkara 0193/Pdt.P/2013/PA.LK bahwa Majelis Hakim mengesahkan perkawinan dengan satu orang saksi nikah, walaupun dalam surat permohonannya diterangkan saksi yang hadir pada saat akad nikah ada dua orang yang salah satunya adalah ayah dari mempelai perempuan. Pada kasus yang lain dengan nomor perkara 0134/Pdt.P/2015/PA.LK, Majelis Hakim juga mengesahkan isbat nikah terhadap pernikahan dengan wali yang bukan wali nasab ataupun wali hakim (wali muhakkam), pemohon meminta tetangganya yang bukan kerabatnya untuk menjadi wali nikah. Maka jelas, Majelis Hakim keluar dari perundang-undangan yang berlaku.Oleh karenanya, penulis tertarik untuk menganalisis apakah yang menjadi dasar hukum dan pertimbangan hakim terhadap pertentangan hokum (ius contra legem) dalam mengesahkan kedua perkara isbat nikah ini serta bagaimana konsep hakim dalam menemukan hukum isbat nikah dengan satu orang saksi dan wali muhakkam jika dikaitkan dengan Istihsan. Untuk mendapatkan data penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian library research (penelitian kepustakaan), sumber data primernya adalah dokumen penetapan nomor 0193/Pdt.P/2013/PA.LK dan penetapan nomor 0134/Pdt.P/2015/PA.LK serta hasil wawancara Majelis Hakim yang berkaitan tentang pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara ini dan data sekundernya adalah buku-buku serta sumber-sumber informasi lainnya yang mendukung dalam penelitian ini, yang kemudian penulis analisis dengan mengaitkannya terhadap kajian hukum Islam. Metode pengumpulan data yang digunakan metode studi dokumen dan wawancara serta metode analisis data adalah analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim mengabulkan permohonan dengan satu orang saksi nikah didasarkan pada pendapat ulama Hanafiah berpendapat sah pernikahan dengan hadirnya satu orang saksi pada saat akad asalkan hadirnya wali dan mempelai perempuan. Namun ada pertimbangan lain yang mengharuskan mengabulkan perkara isbat nikah ini, yaitu dengan mempertimbangkan perlindungan hak anak yang dilahirkan dalam perkawinan itu. Sehingga Majelis Hakim mempertimbangkan lebih banyak mudharat bagi anak dibandingkan kemaslahatan yang didapat jika permohonan ini ditolak. Secara umum Majelis Hakim tetap berpegang pada rukun nikah dengan hadirnya dua orang saksi nikah. Namun faktor kebiasaan yang telah hidup di masyarakat tempat tinggal pemohon, maka hakim memiliki peran untuk menggali hukum yang timbul dari masyarakat. Pada kasus kedua, pertimbangan hakim terhadap isbat nikah wali muhakkam, bahwa dari pihak mempelai perempuan yang janda yang tidak memiliki wali nasab dan tidak mampu membiayai untuk melangsungkan pernikahan di depan wali hakim, Majelis Hakim mengabaikan ketentuan umum tentang menikah dengan wali nasab atau wali hakim, jika memaksakan ketentuan umum tersebut akan menimbulkan banyak mudharat. Dari kedua perkara ini, penulis menilai bahwa Majelis Hakim menggunakan istinbath hukum dengan istihsan, di mana berpindahnya Hakim dari ketentuan umum kepada ketentuan khusus yang dipandang lebih kuat terhadap kedua kasus ini. Karena menjaga kemaslahatan lebih utama dibandingkan mengikuti ketentuan umum administrasi pernikahan yang telah dijelaskan dalam KHI terhadap kedua perkara ini jika tidak disahkan isbat nikahnya yang akan mendatangkan mafsadah.

Cooperative Networking in a Heterogeneous Wireless Medium

2017 · Book · Koleksi Perpustakaan

This brief focuses on radio resource allocation in a heterogeneous wireless medium. It presents radio resource allocation algorithms with decentralized implementation, which support both single-network and multi-homing services. The brief provides a set of cooperative networking algorithms, which rely on the concepts of short-term call traffic load prediction, network cooperation, convex optimization, and decomposition theory. In the proposed solutions, mobile terminals play an active role in the resource allocation operation, instead of their traditional role as passive service recipients in the networking environment.

STUDI ANALISIS TENTANG PRAKTEK PELAKSANAAN BAGI HASIL GULA AREN DI DESA PASTAP KEC. TAMBANGAN KAB. MANDAILING NATAL PROV. SUMATERA UTARA MENURUT PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

2016 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

<p align="center"> <strong>ABSTRAK</strong></p> <p> <strong>Muhammad Ismail, NIM. 1210.051.</strong> Skripsi ini berjudul: &ldquo; <strong>Studi Analisis Tentang Praktek Pelaksanaan BagiHasil Gula ArenDiDesa PastapKec. Tambangan Kab. Mandailing Natal Prov. Sumatera Utara Menurut Perspektif Hukum Islam </strong>&rdquo; maksud judul skripsi ini adalah mengkaji bagi hasil dari bentuk kerja sama penggarap pohon aren dengan pemilik pohon di Desa Pastap Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal Prov. Sumatera Utara.</p> <p> Latar belakang penulis meneliti masalah ini adalah karena di Desa Pastap terdapat kerja sama dengan prinsip bagi hasil yang dilakukan oleh masyarakat khususnya penggarap dengan pemilik pohon aren, berbeda dengan bagi hasil dari bentuk kerja sama yang telah diatur dalam Islam.Dalam bagi hasil gula aren di Desa Pastap, penggarap tidak memberikan bagian pemilik pohon dari usaha yang di jalankannya apabila penghasilan dan pendapatannya dari mengelola gula aren lima kilo ke bawah, alasannya adalah karena ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat.Selanjutnya&nbsp; penggarap dan pemilik pohon aren tidak menguraikan serta menjelaskan persentase bagian masing-masing mereka pada waktu perjanjian (kontrak) berlangsung. Di samping itu, selama proses pengelolaan kerja sama gula aren pemilik pohon tidak pernah sama sekali memberikan modal dan pendanaan kepada penggarap terkait dengan yang dibutuhkan oleh kerja sama kedua belah pihak. Selanjutnya pemilik tidak pernah mau tahu mengenai kerugian dari kerja sama kedua belah pihak.</p> <p> Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan bagi hasil gula aren di Desa Pastap. Dan bagaimana analisis Fiqh Muamalah tentang pelaksanaan bagi hasil gula aren di Desa Pastap.</p> <p> Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan <em>(feld research)</em> dan bersifat diskriptif analisis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Dalam pengumpulan data yang dibutuhkan, penulis menggunakan tehnik ovservasi dan wawancarayang ditujukan kepada penggarap atau pengelola dan pemilik pohon aren.</p> <p> Setelah penulis melakukan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa bagi hasil gula aren antara penggarap dengan pemilik pohon aren di Desa Pastap Kec. Tambangan Kab. Mandailing Natal Prov. Sumatera Utara adalah apabila pendapatan penggarap di atas lima kilo. Dan apabila terjadi kerugian, maka kerugian tersebut ditanggung oleh penggarap. Ini artinya bahwa bagi hasil antara penggarap dengan pemilik pohon aren bahwa sebahagiannya belum sesuai dengan konsep bagi hasil yang telah diatur dalam Islam.</p> <p> &nbsp;</p> <p> &nbsp;</p> <p> &nbsp;</p>