2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi kata arkais dalam bahasa Kurai Bukittinggi melalui pemeriksaan kosa kata dari “Kamus Bahasa Kurai” terhadap penutur Bahasa Kurai Bukittinggi tahun 2023. </p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">Tujuan tulisan ini ingin melihat sejauhmana BP4 Kota<br />
pariaman memiliki peranan dalam penguatan psiko-sosial<br />
manusia dibidang kesejahteraan sosial, pelayanan bagi alumni<br />
pasutri pasca pernikahan perlu didintaklanjuti dengan program<br />
yang berimbang. Minimnya pemahaman psiko-sosial alumni<br />
kursus pra nikah pasca menikah akan berpotensi besar untuk<br />
menambah deretan panjang usia pernikahan dini di Kota<br />
Pariaman. Persoalan mendasar yang paling meresahkan adalah<br />
ketidaktahuan mereka akan tanggung jawab, hak-hak serta<br />
kewajiban suami istri dalam rumah tangga. Untuk mengatasi<br />
solusi ini tim pengabdian melakukan identifikasi masalah<br />
kelapangan serta melakukan pemetaan masalah untuk<br />
diberikan perlakuan </span><span class="fontstyle2">(treatment</span><span class="fontstyle0">) pada subjek pengabdian<br />
melalui dua tahap berupa bimbingan psikologi keluarga dan<br />
konseling keluarga Islami.</span><br style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; line-height: normal; text-align: -webkit-auto; text-size-adjust: auto;" />
</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Mengelola Jurnal Ekonomi Syariah UIN Bukittinggi </p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Mengelola jurnal Ekonomika Syariah</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
untuk mengetahui permintaan uang di Indonesia dari perspektif Islam, dimana permintaan uang harus ditentukan berdasarkan aktivitas ekonomi di sektor riil</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Kepada Mahasiswa Manajemen Haji dan Umroh agar bisa Menumbuhkan Potensi Diri Untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan yang Rabbani, Bertanggung Jawab dan Amanah</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Mengelola Jurnal Islam Transformatif UIN Bukittinggi SINTA 2</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Peningkatan mutu, minat, dan bakat dalam seni bermatematika dapat diasah
melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengikuti perlombaan atau
kompetisi. Untuk dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai kompetensi matematika
dan dalam rangka mengasah kemampuan para siswanya, pihak sekolah (dalam hal ini
mitra PkM) melakukan berbagai upaya baik dalam bentuk kegiatan kurikuler melalui
pembelajaran di kelas, maupun dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler atau
tambahan. Hal ini yang menyebabkan kegiatan PkM ini muncul, karena pihak sekolah
menginginkan pembinaan dan pelatihan bagi siswanya yang cenderung terbiasa
mengerjakan soal-soal rutin, sementara tingkat kesulitan soal-soal olimpiade
matematika berada jauh di atas soal-soal rutin.
Oleh karena itu, pihak sekolah mengajukan permohonan yang ditujukan pada
Program Studi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Bukittinggi untuk dapat
berpartisipasi sebagai pelatih. Permohonan dari pihak sekolah tersebut kami sambut
dengan sangat baik, karena akan memberikan efek positif pada kedua belah pihak. Di
satu sisi, kegiatan pelatihan yang akan dilakukan merupakan upaya pengabdian dosen
dalam rangka menyebar luaskan ilmu pengetahuan sehingga bermanfaat secara
langsung, di pihak lain sekolah memerlukan pembinaan dan pelatihan intensif guna
meningkatkan kompetensi siswanya dalam menghadapi kompetensi di bidang
matematika. Berdasarkan situasi tersebut, maka tim dosen pada prodi PMTK
merancang suatu program PkM dengan judul “Pelatihan Olimpiade Matematika
Tingkat SMP di SMP Negeri 1 Bukittinggi”.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Gema insani didikan subuh: kisah di Jorong Nyiur, Malalak Selatan secara khusus dan masyarakat luas secara umum untuk mengetahui tentang Gema Insani Didikan Subuh. Pembaca diharapkan dapat mengambil wawasan dan ilmu yang terdapat di dalam buku ini.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Manajerial jurnal ilmiah dengan baik </p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Berdasarkan data jumlah penduduk kota Pariaman adalah 77.480 jiwa, yang terdiri
atas 37.682 penduduk laki-laki dan 39.798 jiwa perempuan, dengan luas wilayah 73,36 km2
kepadatan penduduk Kota Pariaman adalah 1.056,16 jiwa per km2. Kecamatan Pariaman
Tengah adalah kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi. (BPS Sumbar: 2018).
Wawancara dengan sekretaris Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan
(BP4) Kota Pariaman periode 2011 – 2018 bapak Fitrison Efendi: Agustus 2021) “pasutri
menikah setiap tahun berkisar 1000 orang, sekitar 120 orang (12%) terjadi kasus perceraian
baik bercerai mati maupun gugat cerai di Pengadilan Agama Pariaman”. Angka ini melebihi
nasional jika merujuk pendapat Nasaruddin Umar (mantan Dirjen Bimas Islam RI) bahwa
“Sekitar 2 (dua) juta pasangan menikah setiap tahun, disisi lain 200 ribu pasangan juga
bercerai setiap tahun, angka ini mencapai 10% dari jumlah orang yang menikah”. (Majalah
bulanan BP4 Pusat: 2011). Data Kemenag RI mengungkap tentang peristiwa perceraian
selama 3 tahun terakhir, tahun 2011 sebanyak 158.119 peristiwa, pada tahun 2012 sebanyak
372.577 peristiwa, dan pada tahun 2013 sebanyak 324.572 peristiwa. Dari total perceraian
yang terjadi pasangan dengan usia kurang dari 5 tahun (perceraian dini), sehingga berdampak
terhadap kehidupan sosial mulai dari krisis harga diri, ekonomi, hingga terhambatnya
pendidikan anak-anak”.
Untuk merespon persoalan di atas pada hari sabtu, 30 Juli 2011 Walikota Pariaman
meresmikan pelaksanaan “Kursus Pra-Nikah” dan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tim
pelaksana kegiatan sekaligus sebagai pengurus harian di BP4 kota Pariaman. Keputusan
Walikota ini menindaklanjuti Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
Departemen Agama RI Nomor: Dj.II/491 Tahun 2009 tentang “Kursus Calon Pengantin”
sekaligus memperkuat “Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 6 Tahun 2009 tentang
“Pandai Baca Al-Qur’an bagi Calon Pengantin”.
Pemerintah kota bersama jajaran dan tokoh masyarakat seperti alim ulama/MUI,
tokoh masyarakat seperti: ormas kepemudaan, ormas keislaman, lembaga adat dan semua3
stake holder melunching kegiatan tersebut. Pasca launching, BP4 kota Pariaman menyurati
Lurah, Kepala Desa, Camat dan Kepala KUA se-kota Pariaman untuk mensosialisasikan
kepada warga tentang pelaksanaan kursus pra nikah bagi CATIN yang akan melaksanakan
pernikahan. Pengurus harian BP4 Kota Pariaman melakukan aksi cepat tanggap dengan
mengeluarkan SK tim pelaksana kursus pra nikah Nomor: 015/BP.4-Prm/VIII/2011 tanggal
08 Agustus 2011. SK ini merinci tentang teknis pelaksanaan tugas instruktur kursus pra-nikah
memberikan pengajaran sesuai materi yang ditentukan dalam pelaksanaan kursus pra nikah
BP4 kota Pariaman.
Materi yang diberikan selama pelatihan adalah sebagai berikut: (1) Peraturan
perundang-undangan tentang rumah tangga, (2) Tata cara dan prosedur pencatatan nikah, (3)
problematika rumah tangga dan solusinya, (4) Kesehatan reproduksi dan keluarga berencana,
(5) Hak dan kewajiban suami istri, (6) Pengetahuan agama, (7) Adat istiadat dalam
perkawinan dan rumah tangga, (8) Psikologi perkawinan dan keluarga, (9) Pemeliharaan
kesehatan keluarga dan lingkungan, (10) Pembinaan ekonomi keluarga, (11) Bimbingan baca
tulis Al-Qur’an, (12) Praktek ibadah, (13) Tata cara pelaksanaan nikah. Materi ini mengacu
kepada Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Islam Departemen Agama RI tentang kursus
calon pengantin tahun 2009 Bab III pasal 3.
Semua materi yang ditawarkan dalam kursus pra nikah ini narasumbernya diundang
dari berbagai unsur sesuai dengan komptensi keahliannya masing-masing. Diantaranya adalah
dari KEMENAG provinsi Sumatera Barat dan kota Pariaman, IAIN Bukittinggi, Pengadilan
Agama Pariaman, Dinas Kesehatan, MUI, BP2KB, LKAM, BAZ, LPPTQ, Ormas
Keagamaan se-Kota Pariaman, dan unsur-unsur lainnya yang terkait. Kegiatan ini
dilaksanakan selama 3 hari, yakni pada hari jum’at, sabtu dan minggu, artinya pelaksanaan
kegiatan ini dirancang pada waktu libur jam pegawai agar tidak mengganggu kinerja peserta
kursus yang akan mengikuti kegiatan ini. (Afrinaldi, dkk: 2013).
Karena kegiatan ini tidak mendapatkan pembiayaan dari Pemerintah pusat/daerah
untuk pelaksanaan kursus pra-nikah ini, maka BP4 kota Pariaman mengambil inisiatif dengan
memungut biaya pendidikan Rp. 200.000,- / orang. Penggunan dana untuk kegiatan
operasional seperti sewa gedung, ATK, modul, sertifikat, snack, honor pemateri dan lain-lain.
Sedangkan bagi peserta CATIN yang tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan
tidak mampu dari Lurah/Desa tidak dipungut biaya sama sekali tapi tidak mendapatkan
fasilitas kecuali sertifikat. Mengingat kegiatan ini dipungut biaya bagi yang mampu, maka
semangat dan motivasi warga kota Pariaman mengikuti kursus pra-nikah ini mulai mendua,4
alasan srategis adalah persoalan ekonomi dan administratif. Sehingga berimplikasi terhadap
kelancaran pelaksanaan kursus pra-nikah di BP4 kota Pariaman.
Kegiatan BP4 kota Pariaman yang kreatif dan inovatif ini ternyata tidak sepenuhnya
mendapat dukungan moril dari masyarakat, kehadiran BP4 bahkan dianggap sebagai langkah
mempersulit pelaksanaan keberlangsungan pernikahan. Hal ini tentu saja menguntungkan
bagi warga masyarakat yang kontra dengan keberadaan BP4, mereka ini mencoba
membalikkan fakta dengan mengadu domba masyarakat awam untuk tidak perlu mengikuti
pelatihan kursus pra-nikah, sebahagian ada yang terpengaruh kemudian tidak mau mengikuti
dengan dalih bekerja, tidak ada waktu yang pas, masih dirantau dan lain sebagainya.
Dari segelintir orang yang mencoba menghalangi, menggagalkan rencana pelatihan,
merusak pencitraan terhadap BP4, menghasut untuk tidak perlu mengikuti dan lain
sebagainya, tapi banyak juga yang menyatakan dukungan morilnya dengan tetap konsisten
agar pelatihan kursus pra-nikah tetap dilaksanakan sekalipun ada yang mempersoalkan.
Kelompok yang membrikan dukungan ini juga merasakan faedah dan manfaat dari
pelaksanaan pelatihan kursus pra-nikah walaupun harus mengeluarkan biaya dari saku peserta
sendiri. Mereka ini pada umumnya adalah orang yang terdidik, kaum intektual, orang
terpelajar, mengerti agama dan adat istiadat di masyarakat, sehingga mereka merasakan
faedahnya setelah menjalani kehidupan berkeluarga.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
KEGIATAN INI BERTUJUAN UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM MEMBUAT KTI. UNTUK ITU PERLU ADANYA LOMBA TINGKAT NASIONAL DALAM MEMBUAT KTI SEHINGGA MAHASISWA MENJADI TERBIASA DALAM AJANG LOMBA TINGKAT NASIONAL
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
In this <strong>Community Service: Promoting Minang Local Products</strong> book, contributors explain several Minang local products, and how to promote them in English. </p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Facing an era of disruption marked by rapid change and high complexity, Islamic education
needs to optimize itself with a multidisciplinary approach as a leading solution. This approach involves
the integration of various disciplines, such as science, technology, art, history, and social, in Islamic
religious learning. The main objective of this approach is to enrich students' understanding of Islamic
teachings, relate them to the context of everyday life, and develop critical, collaborative, and creative
thinking skills relevant in facing the challenges of the era of disruption. The multidisciplinary approach
in Islamic education allows the use of innovative learning methods, such as group discussions,
collaborative projects, and the utilization of information technology, to create a stimulating and
challenging learning environment. In this context, Islamic education can broaden the scope of its
learning by linking Islamic teachings with contemporary issues, such as the environment, social justice,
technology, and globalization. A multidisciplinary approach also requires cooperation and support from
various parties, including government, educational institutions, teachers, parents, and the community.
This synergy between various stakeholders will strengthen the implementation of a multidisciplinary
approach in Islamic education and ensure its relevance in facing changing times. By optimizing Islamic
education through a multidisciplinary approach, it is hoped that Islamic education can remain relevant,
adaptive, and able to form a young generation who have a strong understanding of religion, relevant
skills, and high moral integrity in facing the complexity and changes of modern times.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
<span class="fontstyle0">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan manajemen<br />
penerimaan siswa baru secara </span><span class="fontstyle2">online </span><span class="fontstyle0">pada MTsN 11 Agam tentang apakah berjalan<br />
dengan lancar atau ada kendala yang ditemukan. </span></p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilaksanakan di sekolah/madrasaholeh guru dalam upaya memperoleh informasi yang akurat terkait perkembangan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penilaian autentik serta mengungkap kendala serta penyebabnya terkait pelaksanaan penilaianautentik oleh guru matematika MTs PP Mua’limin Sawah Dangka. Penelitian ini termasuk pada penelitian studi kasus (case study). Subjek dalam penelitian ini 1 Orang guru matematika MTs PP Mu’alimin Sawah Dangka Agam.Untuk mengungkap permasalahan, peneliti menggunakan instrument angket dan wawancara. Angket digunakan untuk mengumpulkan data terkait kesulitan/kendala yang dialami guru dan wawancara untuk mengungkap penyebabnya. Temuan pada penelitian ini adalah: 1) Aspek perencanaan, guru mengalami kesulitan dalam menentukan prosedur pengujian keakuratan informasi, 2)Aspek pelaksanaan, guru kesulitan dalam mengadakan kegiatan pengayaan, dan 3) Aspek pelaporan, guru kesulitan dalam menuliskan deskripsi naratif mengenai skor yang didapat siswa dalam ranah afektif (sikap), kognitif (pengetahuan), dan psikomotor (keterampilan), kesulitan memadukan hasil analisis dari berbagai data/informasi yang didapat, serta kesulitan melakukan dokumentasi hasil penilaiansecara sistematis, teliti dan rapi. Penyebabnya: Data belum menggunakan system komputerisasi, ketersediaan alokasi waktu yang belum sesuai dengan ketentuan Permendikbud no 35 tahu 2018, dan guru belum terbiasa untuk menuliskan dalam raport dikarenakan masih baru menjadi guru, selain itu data yang dikumpulkan belum terstruktur dengan baik,serta factor kesibukan untuk mencukupikebutuhan hidup.Secara keseluruhan pelaksanaan penilaian autentik terkait perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penialaian autentik oleh guru matematika MTs PP Sawah Dangka termasuk kedalam kriteria baik dengan persentase 69.3%.
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui siknifikansi hubungan secure attachment dengan kemandirian remaja madya di jorong giri maju luhak nan duo pasaman barat.</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Melaksanakan tri darma</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
<p>
Guna mengetahui pengaruh PDRB per kapita, angka kemiskinan, jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Provinsi Sumatera Barat priode 2011-2020.</p>
<p>
</p>
2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian
Sebagai pemateri webinar internasional dengan tema : the future of human resource and artificial intelligence