Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

M.E

62 karya publik ditemukan.

2026: 22023: 62021: 112018: 42017: 72016: 3

KATA ARKAIS DAN HILANGNYA IDENTITAS BUDAYA KURAI

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi kata arkais dalam bahasa Kurai Bukittinggi melalui pemeriksaan kosa kata dari &ldquo;Kamus Bahasa Kurai&rdquo; terhadap penutur Bahasa Kurai Bukittinggi tahun 2023.&nbsp;</p>

PENDAMPINGAN KETERAMPILAN PSIKOLOGIS PASUTRI ALUMNI KURSUS PRA-NIKAH DI BP4 KOTA PARIAMAN

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> <span class="fontstyle0">Tujuan tulisan ini ingin melihat sejauhmana BP4 Kota<br /> pariaman memiliki peranan dalam penguatan psiko-sosial<br /> manusia dibidang kesejahteraan sosial, pelayanan bagi alumni<br /> pasutri pasca pernikahan perlu didintaklanjuti dengan program<br /> yang berimbang. Minimnya pemahaman psiko-sosial alumni<br /> kursus pra nikah pasca menikah akan berpotensi besar untuk<br /> menambah deretan panjang usia pernikahan dini di Kota<br /> Pariaman. Persoalan mendasar yang paling meresahkan adalah<br /> ketidaktahuan mereka akan tanggung jawab, hak-hak serta<br /> kewajiban suami istri dalam rumah tangga. Untuk mengatasi<br /> solusi ini tim pengabdian melakukan identifikasi masalah<br /> kelapangan serta melakukan pemetaan masalah untuk<br /> diberikan perlakuan </span><span class="fontstyle2">(treatment</span><span class="fontstyle0">) pada subjek pengabdian<br /> melalui dua tahap berupa bimbingan psikologi keluarga dan<br /> konseling keluarga Islami.</span><br style="font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; line-height: normal; text-align: -webkit-auto; text-size-adjust: auto;" /> &nbsp;</p>

Pelatihan olimpiade matematika tingkat SMP di SMPN I Bukittinggi

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Peningkatan mutu, minat, dan bakat dalam seni bermatematika dapat diasah melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengikuti perlombaan atau kompetisi. Untuk dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai kompetensi matematika dan dalam rangka mengasah kemampuan para siswanya, pihak sekolah (dalam hal ini mitra PkM) melakukan berbagai upaya baik dalam bentuk kegiatan kurikuler melalui pembelajaran di kelas, maupun dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler atau tambahan. Hal ini yang menyebabkan kegiatan PkM ini muncul, karena pihak sekolah menginginkan pembinaan dan pelatihan bagi siswanya yang cenderung terbiasa mengerjakan soal-soal rutin, sementara tingkat kesulitan soal-soal olimpiade matematika berada jauh di atas soal-soal rutin. Oleh karena itu, pihak sekolah mengajukan permohonan yang ditujukan pada Program Studi Pendidikan Matematika FTIK IAIN Bukittinggi untuk dapat berpartisipasi sebagai pelatih. Permohonan dari pihak sekolah tersebut kami sambut dengan sangat baik, karena akan memberikan efek positif pada kedua belah pihak. Di satu sisi, kegiatan pelatihan yang akan dilakukan merupakan upaya pengabdian dosen dalam rangka menyebar luaskan ilmu pengetahuan sehingga bermanfaat secara langsung, di pihak lain sekolah memerlukan pembinaan dan pelatihan intensif guna meningkatkan kompetensi siswanya dalam menghadapi kompetensi di bidang matematika. Berdasarkan situasi tersebut, maka tim dosen pada prodi PMTK merancang suatu program PkM dengan judul “Pelatihan Olimpiade Matematika Tingkat SMP di SMP Negeri 1 Bukittinggi”.

Superfisor KKN

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Gema insani didikan subuh: kisah di Jorong Nyiur, Malalak Selatan secara khusus dan masyarakat luas secara umum untuk mengetahui tentang Gema Insani Didikan Subuh. Pembaca diharapkan dapat mengambil wawasan dan ilmu yang terdapat di dalam buku ini.

Pengelola Jurnal

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> Manajerial jurnal ilmiah dengan baik&nbsp;</p>

PENDAMPINGAN KETERAMPILAN PSIKOLOGIS PASUTRI ALUMNI KURSUS PRA-NIKAH DI BP4 KOTA PARIAMAN

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Berdasarkan data jumlah penduduk kota Pariaman adalah 77.480 jiwa, yang terdiri atas 37.682 penduduk laki-laki dan 39.798 jiwa perempuan, dengan luas wilayah 73,36 km2 kepadatan penduduk Kota Pariaman adalah 1.056,16 jiwa per km2. Kecamatan Pariaman Tengah adalah kecamatan dengan kepadatan penduduk tinggi. (BPS Sumbar: 2018). Wawancara dengan sekretaris Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pariaman periode 2011 – 2018 bapak Fitrison Efendi: Agustus 2021) “pasutri menikah setiap tahun berkisar 1000 orang, sekitar 120 orang (12%) terjadi kasus perceraian baik bercerai mati maupun gugat cerai di Pengadilan Agama Pariaman”. Angka ini melebihi nasional jika merujuk pendapat Nasaruddin Umar (mantan Dirjen Bimas Islam RI) bahwa “Sekitar 2 (dua) juta pasangan menikah setiap tahun, disisi lain 200 ribu pasangan juga bercerai setiap tahun, angka ini mencapai 10% dari jumlah orang yang menikah”. (Majalah bulanan BP4 Pusat: 2011). Data Kemenag RI mengungkap tentang peristiwa perceraian selama 3 tahun terakhir, tahun 2011 sebanyak 158.119 peristiwa, pada tahun 2012 sebanyak 372.577 peristiwa, dan pada tahun 2013 sebanyak 324.572 peristiwa. Dari total perceraian yang terjadi pasangan dengan usia kurang dari 5 tahun (perceraian dini), sehingga berdampak terhadap kehidupan sosial mulai dari krisis harga diri, ekonomi, hingga terhambatnya pendidikan anak-anak”. Untuk merespon persoalan di atas pada hari sabtu, 30 Juli 2011 Walikota Pariaman meresmikan pelaksanaan “Kursus Pra-Nikah” dan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tim pelaksana kegiatan sekaligus sebagai pengurus harian di BP4 kota Pariaman. Keputusan Walikota ini menindaklanjuti Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama RI Nomor: Dj.II/491 Tahun 2009 tentang “Kursus Calon Pengantin” sekaligus memperkuat “Peraturan Daerah Kota Pariaman Nomor 6 Tahun 2009 tentang “Pandai Baca Al-Qur’an bagi Calon Pengantin”. Pemerintah kota bersama jajaran dan tokoh masyarakat seperti alim ulama/MUI, tokoh masyarakat seperti: ormas kepemudaan, ormas keislaman, lembaga adat dan semua3 stake holder melunching kegiatan tersebut. Pasca launching, BP4 kota Pariaman menyurati Lurah, Kepala Desa, Camat dan Kepala KUA se-kota Pariaman untuk mensosialisasikan kepada warga tentang pelaksanaan kursus pra nikah bagi CATIN yang akan melaksanakan pernikahan. Pengurus harian BP4 Kota Pariaman melakukan aksi cepat tanggap dengan mengeluarkan SK tim pelaksana kursus pra nikah Nomor: 015/BP.4-Prm/VIII/2011 tanggal 08 Agustus 2011. SK ini merinci tentang teknis pelaksanaan tugas instruktur kursus pra-nikah memberikan pengajaran sesuai materi yang ditentukan dalam pelaksanaan kursus pra nikah BP4 kota Pariaman. Materi yang diberikan selama pelatihan adalah sebagai berikut: (1) Peraturan perundang-undangan tentang rumah tangga, (2) Tata cara dan prosedur pencatatan nikah, (3) problematika rumah tangga dan solusinya, (4) Kesehatan reproduksi dan keluarga berencana, (5) Hak dan kewajiban suami istri, (6) Pengetahuan agama, (7) Adat istiadat dalam perkawinan dan rumah tangga, (8) Psikologi perkawinan dan keluarga, (9) Pemeliharaan kesehatan keluarga dan lingkungan, (10) Pembinaan ekonomi keluarga, (11) Bimbingan baca tulis Al-Qur’an, (12) Praktek ibadah, (13) Tata cara pelaksanaan nikah. Materi ini mengacu kepada Peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Islam Departemen Agama RI tentang kursus calon pengantin tahun 2009 Bab III pasal 3. Semua materi yang ditawarkan dalam kursus pra nikah ini narasumbernya diundang dari berbagai unsur sesuai dengan komptensi keahliannya masing-masing. Diantaranya adalah dari KEMENAG provinsi Sumatera Barat dan kota Pariaman, IAIN Bukittinggi, Pengadilan Agama Pariaman, Dinas Kesehatan, MUI, BP2KB, LKAM, BAZ, LPPTQ, Ormas Keagamaan se-Kota Pariaman, dan unsur-unsur lainnya yang terkait. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, yakni pada hari jum’at, sabtu dan minggu, artinya pelaksanaan kegiatan ini dirancang pada waktu libur jam pegawai agar tidak mengganggu kinerja peserta kursus yang akan mengikuti kegiatan ini. (Afrinaldi, dkk: 2013). Karena kegiatan ini tidak mendapatkan pembiayaan dari Pemerintah pusat/daerah untuk pelaksanaan kursus pra-nikah ini, maka BP4 kota Pariaman mengambil inisiatif dengan memungut biaya pendidikan Rp. 200.000,- / orang. Penggunan dana untuk kegiatan operasional seperti sewa gedung, ATK, modul, sertifikat, snack, honor pemateri dan lain-lain. Sedangkan bagi peserta CATIN yang tidak mampu yang dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu dari Lurah/Desa tidak dipungut biaya sama sekali tapi tidak mendapatkan fasilitas kecuali sertifikat. Mengingat kegiatan ini dipungut biaya bagi yang mampu, maka semangat dan motivasi warga kota Pariaman mengikuti kursus pra-nikah ini mulai mendua,4 alasan srategis adalah persoalan ekonomi dan administratif. Sehingga berimplikasi terhadap kelancaran pelaksanaan kursus pra-nikah di BP4 kota Pariaman. Kegiatan BP4 kota Pariaman yang kreatif dan inovatif ini ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan moril dari masyarakat, kehadiran BP4 bahkan dianggap sebagai langkah mempersulit pelaksanaan keberlangsungan pernikahan. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi warga masyarakat yang kontra dengan keberadaan BP4, mereka ini mencoba membalikkan fakta dengan mengadu domba masyarakat awam untuk tidak perlu mengikuti pelatihan kursus pra-nikah, sebahagian ada yang terpengaruh kemudian tidak mau mengikuti dengan dalih bekerja, tidak ada waktu yang pas, masih dirantau dan lain sebagainya. Dari segelintir orang yang mencoba menghalangi, menggagalkan rencana pelatihan, merusak pencitraan terhadap BP4, menghasut untuk tidak perlu mengikuti dan lain sebagainya, tapi banyak juga yang menyatakan dukungan morilnya dengan tetap konsisten agar pelatihan kursus pra-nikah tetap dilaksanakan sekalipun ada yang mempersoalkan. Kelompok yang membrikan dukungan ini juga merasakan faedah dan manfaat dari pelaksanaan pelatihan kursus pra-nikah walaupun harus mengeluarkan biaya dari saku peserta sendiri. Mereka ini pada umumnya adalah orang yang terdidik, kaum intektual, orang terpelajar, mengerti agama dan adat istiadat di masyarakat, sehingga mereka merasakan faedahnya setelah menjalani kehidupan berkeluarga.

JURI LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (KTI) MAHASISWA TINGKAT NASIONAL

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

KEGIATAN INI BERTUJUAN UNTUK MELATIH KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM MEMBUAT KTI. UNTUK ITU PERLU ADANYA LOMBA TINGKAT NASIONAL DALAM MEMBUAT KTI SEHINGGA MAHASISWA MENJADI TERBIASA DALAM AJANG LOMBA TINGKAT NASIONAL

Optimizing Islamic Education in an Era of Disruption: A Multidisciplinary Approach as a Leading Solution

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Facing an era of disruption marked by rapid change and high complexity, Islamic education needs to optimize itself with a multidisciplinary approach as a leading solution. This approach involves the integration of various disciplines, such as science, technology, art, history, and social, in Islamic religious learning. The main objective of this approach is to enrich students' understanding of Islamic teachings, relate them to the context of everyday life, and develop critical, collaborative, and creative thinking skills relevant in facing the challenges of the era of disruption. The multidisciplinary approach in Islamic education allows the use of innovative learning methods, such as group discussions, collaborative projects, and the utilization of information technology, to create a stimulating and challenging learning environment. In this context, Islamic education can broaden the scope of its learning by linking Islamic teachings with contemporary issues, such as the environment, social justice, technology, and globalization. A multidisciplinary approach also requires cooperation and support from various parties, including government, educational institutions, teachers, parents, and the community. This synergy between various stakeholders will strengthen the implementation of a multidisciplinary approach in Islamic education and ensure its relevance in facing changing times. By optimizing Islamic education through a multidisciplinary approach, it is hoped that Islamic education can remain relevant, adaptive, and able to form a young generation who have a strong understanding of religion, relevant skills, and high moral integrity in facing the complexity and changes of modern times.

Evaluasi Manajemen Penerimaan Siswa Baru Berbasis Online pada MTsN 11 Agam

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

<p> <span class="fontstyle0">Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pelaksanaan manajemen<br /> penerimaan siswa baru secara </span><span class="fontstyle2">online </span><span class="fontstyle0">pada MTsN 11 Agam tentang apakah berjalan<br /> dengan lancar atau ada kendala yang ditemukan.&nbsp;</span></p>

PERENCANAAN, PELAKSANAAN,DAN PELAPORAN PENILAIANAUTENTIKOLEH GURU MATEMATIKAMADRASAH

2026 · Research · Hasil Penelitian dan Pengabdian

Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilaksanakan di sekolah/madrasaholeh guru dalam upaya memperoleh informasi yang akurat terkait perkembangan siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penilaian autentik serta mengungkap kendala serta penyebabnya terkait pelaksanaan penilaianautentik oleh guru matematika MTs PP Mua’limin Sawah Dangka. Penelitian ini termasuk pada penelitian studi kasus (case study). Subjek dalam penelitian ini 1 Orang guru matematika MTs PP Mu’alimin Sawah Dangka Agam.Untuk mengungkap permasalahan, peneliti menggunakan instrument angket dan wawancara. Angket digunakan untuk mengumpulkan data terkait kesulitan/kendala yang dialami guru dan wawancara untuk mengungkap penyebabnya. Temuan pada penelitian ini adalah: 1) Aspek perencanaan, guru mengalami kesulitan dalam menentukan prosedur pengujian keakuratan informasi, 2)Aspek pelaksanaan, guru kesulitan dalam mengadakan kegiatan pengayaan, dan 3) Aspek pelaporan, guru kesulitan dalam menuliskan deskripsi naratif mengenai skor yang didapat siswa dalam ranah afektif (sikap), kognitif (pengetahuan), dan psikomotor (keterampilan), kesulitan memadukan hasil analisis dari berbagai data/informasi yang didapat, serta kesulitan melakukan dokumentasi hasil penilaiansecara sistematis, teliti dan rapi. Penyebabnya: Data belum menggunakan system komputerisasi, ketersediaan alokasi waktu yang belum sesuai dengan ketentuan Permendikbud no 35 tahu 2018, dan guru belum terbiasa untuk menuliskan dalam raport dikarenakan masih baru menjadi guru, selain itu data yang dikumpulkan belum terstruktur dengan baik,serta factor kesibukan untuk mencukupikebutuhan hidup.Secara keseluruhan pelaksanaan penilaian autentik terkait perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan penialaian autentik oleh guru matematika MTs PP Sawah Dangka termasuk kedalam kriteria baik dengan persentase 69.3%.