Analisis Strategi Pemasaran Generik Kompetitif Pada Toke Sawit Gembo Di Nagari Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Kapupaten Pasaman Barat
Skripsi ini berjudul “Analisis Strategi Pemasaran Generik Kompetitif pada Toke Sawit Gimbo di Nagari Mahakrya, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat” yang disusun oleh M Rasyid Ridho 3721049. Mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Nagari Mahakrya, Kecamatan Luhak Nan Duo, adalah salah satu daerah yang dimana penghasilan warganya dari kebuh sawit. Kabupaten Pasaman Barat adalah daerah yang salah satu banyak memproduksi kelapa sawit adalah daerah di Kecamatan luhak nan duo yaitu dengan jumlah KK petani 6.254, luas lahan 12,508 Ha, dan produksi 220.340,40 ton. Masyarakat Nagari Mahakarya Kec, Luhak Nan Duo dalam transaksi jual beli sawit yang mereka lakukan langsung kepada Toke sawit Maka dari itu banyak sekali Toke-Toke sawit yang berdiri di daerah kecamatan Luhak Nan Duo. Dalam transaksi jual beli terdapat beberapa Toke sawit yang selalu bersaing untuk mendapatkan sawit yang lebih banyak, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan, sehingga diantara Toke mempunyai strateginya masing-masing untuk mendapatkan pelanggan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif merupakan penelitian kualitatif dengan model field research yang bersifat deskriptif analisis, yaitu mengumpulkan data yang terjadi dilapangan. Teknik pengunpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dengan pihak pekerja dan toke yang bekerja di ladang sawit Gimbo. Penelitian dilakukan dengan pendekatankontuktivisme, yaitu mengkontruksi pengetahuan tentang suatu realita tetapi tidak menciptakan realita itu, realita dunia tetap ada namun diberi arti kepadanya melalui budaya dan bahasa yang dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran menggunakan strategi generik kompetitif, dengan 3 tolak ukur yaitu Cost Leadership, Differentiation, Focus. Toke Sawit Gimbo telah menerapkan strategi persaingan umum yang berfokus pada cost leadership. Kerja sama langsung dengan produsen minyak sawit regional, administrasi distribusi minyak sawit yang efisien, dan biaya operasional yang rendah menjadikan konsep ini kenyataan. Petani kelapa sawit mendapatkan manfaat besar dari strategi diferensiasi yang juga diterapkan, terutama dalam bentuk layanan yang membedakan mereka dari broker lain. Para petani menjadi lebih loyal kepada broker Gimbo karena nilai tambah ini. Broker Gimbo berhasil menerapkan teknik fokus dengan berfokus pada segmen pasar spesifiknya di Kampung 2 dan membangun hubungan jangka panjang dengan para petani di sekitarnya. Secara keseluruhan, strategi generik kompetitif yang diterapkan mampu meningkatkan keunggulan bersaing, mempertahankan keberlanjutan usaha, dan menghadapi tantangan pasar seperti fluktuasi harga sawit dan persaingan dari toke lain.