Strategi Adaptasi Ekonomi Masyarakat Dalam Menghadapi Fluktuasi Harga Kelapa Sawit ( studi kasus Pada masyarakat Nagari Bunuik, Kec. Kinali, Kab. Pasaman Barat)
Skripsi atas Nama Lisa Monica Nim 3221134 Berjudul “Strategi Adaptasi Ekonomi Masyarakat Dalam Menghadapi Fluktuasi harga Kelapa Sawit (Studi Kasus Pada Masyarakat Nagari Bunuik, Kec.Kinali, Kab.Pasaman Barat)”. Program studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi. Kelapa sawit (Elaeis guineesis) merupakan tanaman penghasil utama minyak nabati yang mempunyai produktivitas lebih tinggi daripada tanaman penghasil minyak nabati lainnya. Kabupaten Pasaman Barat memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan komoditas kelapa sawit karena didukung oleh keadaan iklim, letak geografis dan areal yang luas serta subur. Harga penjualan TBS yang selalu tidak stabil bahkan cenderung selalu mengalami penurunan menjadi persoalan utama bagi petani sawit. Hal ini juga menyulitkan petani sawit dalam menyeimbangkan pendapatan yang mereka dapatkan dengan biaya-biaya yang harus mereka keluarkan. Kebutuhan untuk biaya hidup yang semakin lama makin tinggi tentu juga membuat petani sawit semakin merana. Sementara, petani sawit juga mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, biaya pendidikan anak-anak mereka maupun biaya kebutuhan hidup lainnya. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui dan mendeskripsikan strategi adaptasi ekonomi yang digunakan oleh Masyarakat Nagari Bunuik dalam menghadapi fluktuasi harga kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah Kualitatif yaitu penelitian yang data-datanya berupa kata-kata (bukan angka-angka) yang berasal dari wawancara, catatan laporan, dokumen dan lain-lain. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapatkan bahwa terdapat beberapa strategi yang diterapkan oleh Masyarakat petani dalam menghadapi fluktuasi harga kelapa sawit tersebut. Strategi aktif yang diterapkan oleh Masyarakat yaitu menjual barang online, tukang kayu, membuka usaha dagangan keci-kecilan (UMKM), bekerja serabutan (tukang rumah), buruh tani, bekerja sebagai karyawan orgen. Dan strategi pasif seperti pemanfaatan perkarangan rumah sebagai tempat bercocok tanam, pemanfaatan perkarangan rumah untuk memelihara ternak dan ikan, dan berhutang di koperasi untuk memenuhi kebutuhan pokok. Terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh Masyarakat Nagari Bunuik dalam menjalankan strategi yaitu keterbatasan modal dan persaingan yang tidak seimbang.