Peran Pembina Asrama Dalam Membina Akhlak Santri di Asrama Putra di Perguruan Thawalib Putra Padang Panjang
ABSTRAK Skripsi ini atas nama ILHAM RAHMATUS SAFAR , NIM 2115.145, Prodi Pendidikan Agama Islam, dengan judul “Peran Pembina Asrama Dalam Membina Akhlak Santri di Asrama Putra di Perguruan Thawalib Putra Padang Panjang”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan (IAIN) Bukittinggi 2019. Latarbelakang penelitian ini adalah masih ada beberapa santri yang masih berperilaku menyimpang dari konsep akhlak yang mereka pelajari di sekolah, seperti santri kurang menghormati pembina asrama, bahkan cabut dari asrama tanpa izin pembina asrama paling sering dilakukan pada malam hari dan hari jum’at, berkelahi dengan teman, suka mengadu domba, santri masih menggunakan kata-kata yang kotor dalam pergaulan sehari-hari di dalam asrama, bahkan ada santri yang kedapatan merokok dan meminjan barang teman tanpa izin. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan penelitian lapangan (field research), yang bersifat kualitatif dengan mendeskripsikan, dan objektif, dengan informen penelitian ini adalah Pembina Asrama sebagai informen kunci dan para santri sebagai pendukung. Alat pengumpul data yang penulis gunakan adalah observasi dan wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui reduksi data, display data, dan verifikasi data serta keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa Pembina Asrama sudah sangat berperan dalam Membina Akhlak Santri di Asrama Putra di Perguruan Thawalib Putra Padang Panjang sebagaimana hal yang dilakukan Pembina Asrama sebagai berikut:1). Pembina sebagai profesional (Ustadz), 2). Pembina sebagai Pendidik (Murabby), 3). Pembina sebagai Pelatih (Muddaris) dengan metode kedisiplinan dan metode pujian dan hukuman, 4). Pembina sebagai Teladan (Mursyid). Namun upaya tersebut belum sepenuhnya terlaksana secara optimal, hal tersebut diindikasikan masih adanya santri yang melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai ajaran Islam. Namun tidak cukup sebatas dengan peran peran tersebut, melainkan juga perlu memohon kepada Dzat yang maha kuasa agar tugas tugas yang dijalankan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.