Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

DONNA RAMADHAN FITRI

2 karya publik ditemukan.

2023: 12021: 1

KONSEP NEO-MODERNISME DALAM GERAKAN ISLAM SUBSTANTIF DI INDONESIA (Studi Analisis Pemikiran Nurcholish Madjid)

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Thesis ini berjudul : “Konsep Neo-Modernisme Dalam Gerakan Islam Substantif Di Indonesia (Studi Analisis Pemikiran Nurcholish Madjid dan Tinjauan Fiqh Siyasah)” yang ditulis oleh Donna Ramadhan Fitri, Nim 10121030, Program Studi Hukum Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Thesis ini ditulis karena Cak Nur menyatakan dirinya tidak anti Islam sebagai agama, tapi anti politisasi Islam. Ia menolak politisasi Islam untuk kepentingan kelompok ideologis-politik yang tergabung dalam partai-partai Islam. Ia dan kelompoknya mengkampanyekan gerakan anti partai Islam sepanjang dekade 1970-an. Terkenal semboyannya ketika itu: Islam Yes, Partai Islam No!. Dalam perspektif Cak Nur kekuatan politik Islam tidaklah selalu identik dengan partai-partai Islam apalagi bila lembaga-lembaga politik itu dijangkiti korupsi, koncoisme nepotisme dan konflik sesama elit partai yang tak berkesudahan. Ia menolak keras Indonesia dijadikan negara Islam karena negara Pancasila telah sesuai dengan prinsip-prinsip etika politik Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Reseach), penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan),baik berupa buku-buku, maupun jurnal terdahulu. Sumber primer, yaitu sumber data penelitian yang diperoleh dari sumber-sumber primer, yaitu sumber asli yang memuat informasi atau data tersebut, sedangkan untuk Buku teks, dan literatur lain yang membahas tentang persoalan ini. Literatur yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada buku-buku namun juga berasal dari jurnal serta pendapat dari pakar yang berkapasitas dibidang ini. Adapun teknik pengolahan data dalam skripsi ini dengan menggunakan teknik Content analisis, yaitu setelah data-data tersebut terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah memaparkan data tersebut secara lengkap, urut, dan teratur, dan setelah itu dilakukan analisis dengan mencermati setiap pembahasan tema yang dibahas. Berdasarkan hasil penelitian, relevansi pemikiran Nurcholish Madjid terhadap politik ketatanegaraan di Indonesia dengan kenyataan situasi saat ini yaitu Cak Nur hendak menawarkan perspektif tentang Islam yang lebih substansial ketimbang simbolis belaka. Perspektif yang berdasarkan pada nilai-nilai universal dalam Islam bukan kepada simbol “partai Islam” itu sendiri. Jika merujuk kepada situasi terkini, kritik Cak Nur itu masih tetap relevan. Pada masa sekarang ini makin marak politisasi agama untuk menyerang lawan politik atau menaikkan elektabilitas partai atau seseorang. Alih-alih menjadikan Islam sebagai panduan moral saat berpolitik, para elit politik cenderung memanfaat umat Islam untuk kepentingan individual. Simbolisasi ini sangat berbahaya karena berpotensi memecah belah umat ke dalam dua kubu ekstrem yang saling bermusuhan. Ini dipastikan akan menghambat kemajuan umat Muslim Indonesia.

PEMIKIRAN NEO-MODERNISME DALAM HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA DI INDONESIA (Studi Komparatif Pemikiran Nurcholish Madjid Dan Abdurrahman Wahid)

2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Skripsi ini berjudul : “Pemikiran Neo-Modernisme Dalam Hubungan Agama Dan Negara Di Indonesia (Studi Komparatif Pemikiran Nurcholish Madjid Dan Abdurrahman Wahid)”yang ditulis oleh Donna Ramadhan Fitri, Nim 1317017, Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syari’ah Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi. Skripsi ini ditulis karena selama kurun waktu seperempat abad terakhir pemikiran mereka mendapat simpati yang luar biasa dari berbagai lapisan masyarakat baik secara pribadi maupun kelompok sosial baik rakyat maupun pemerintah. Lebih dari itu secara kualitatif, ide yang mereka lontarkan, meskipun sering kontroversial, cepat sekali menjadi wancana publik yang mampu menggairahkan semangat intelektualisme. Nurcholish Madjid tidak pernah menganggap pandangan Abdurrahman Wahid sesuatu yang menyimpang begitupun sebaliknya. Pemikiran keduanya memang memasuki wilayah-wilayah sekuler, tetapi diimbangi dengan kekuatan tradisi. Kemudian daripada itu penulis melakukan penelitian mengenai Neo-modenisme dalam Hubungan Agama dan Negara di Indonesia. Dari perspektif inilah kedua tokoh ini mewakili sosok intelektual yang unik dalam kemampuannya hidup dan bersikap dalam dua arus besar, yaitu antara modernitas dan tradisi. Karena karakter inilah lalu keduanya disebut atau dikategorikan ke dalam aliran neo-modernisme, sebuah aliran yang memadukan nilai-nilai modern, tetapi tetap setia pada kekayaan tradisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Reseach), penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan), baik berupa buku-buku, maupun catatan. Sumber primer, yaitu sumber data penelitian yang diperoleh dari sumber-sumber primer, yaitu sumber asli yang memuat informasi atau data tersebut, sedangkan untuk Buku teks, dan literatur lain yang membahas tentang persoalan ini. Literatur yang dimaksudkan tidak terbatas hanya pada buku-buku namun juga berasal dari internet serta pendapat dari pakar yang berkapasitas di bidang ini. Adapun teknik pengolahan data dalam skripsi ini dengan menggunakan teknik Content analisis, yaitu setelah data-data tersebut terkumpul, maka langkah selanjutnya adalah memaparkan data tersebut secara lengkap, urut, dan teratur, dan setelah itu dilakukan analisis dengan mencermati setiap pembahasan tema yang dibahas. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa pandangan Nurcholish Madjid tentang hubungan antara agama dan negara yaitu yang didasarkan Pancasila ideologi terbuka sebagai titik-temu antara seluruh golongan. Sedangkan pandangan Abdurrahman Wahid tentang hubungan antara agama dan negara yaitu Pancasila dan Liberalisme, kita bisa saja dapat pancasilais dan sekaligus berpandangan liberal, kedua pandangan itu tidak perlu harus dipertentangkan, walaupun keduanya menghasilkan yang tidak identik dengan sendirinya, kesimpulan yang logis adalah bagaimana mendudukkan hubungan yang matang antara Pancasila dan paham-paham seperti liberalisme ini.