Mistik dan makrifat Sunan Kalijaga
Islamic teachings of Sunan Kalijaga on sufism in Java Island in the 16th century.
Profil penulis
5 karya publik ditemukan.
Islamic teachings of Sunan Kalijaga on sufism in Java Island in the 16th century.
Buku ini mengajak kita memahami inti ajaran-ajaran keislaman sehingga kita tak terjebak pada persoalan “kulit” dan melupakan “isi”.Siapakah Allah kita? Bagaimana kita memahami “tidak ada kekuatan kecuali pada Allah”? Apa arti “Mahahidup” dan “Maha Berdiri Sendiri” bagi Allah? Apa saja dimensi paling substantif dalam puasa Ramadan? Apa makna diturunkannya Al-Quran? Apa makna penting ibadah kurban? Selain aspek ketuhanan, kita juga diajak memahami aspek kemanusiaan. Kenapa silaturahim begitu penting? Kenapa pemutlakan pendapat sendiri mesti dijauhi dalam kehidupan bersama?Dengan memahami substansi setiap apa yang kita jalani dalam kehidupan, baik yang terkait dengan Tuhan ataupun segenap ciptaan; dimensi spiritual dan dimensi sosial; maka kita akan mampu memaknai hidup dan hidup penuh makna. Buku ini Ditulis dengan bekal ilmu yang matang, buku ini menggugah hati kita melalui penuturan yang mengalir. Mendalam namun mudah dipahami bahkan oleh seorang awam.Diterbitkan oleh Penerbit Serambi Ilmu Semesta (Serambi Group)
Membaca karya-karya Achmad Chodjim, Anda diajak untuk tumbuh. Tulisannya membangkitkan kepribadian. Pelik-pelik ajaran agama mengenai kehidupan dituturkan dengan bahasa yang sederhana, santun, dan mengalir. Ajaran Islam yang diajarkannya sangat kontroversial. Jika para wali lain di zamannya menanamkan Islam secara akulturasi, ia membangun Islam di Jawa secara asimilasi, yang kelak dikenal dengan Islam Jawa atau Islam Kejawen. Pandangan sufistik Islam diramunya dengan mistik Jawa. Lahirlah Islam yang tidak berwajah keras, tetapi memancarkan kesejukan—sebagai rahmatan lil ‘âlamîn.Itulah Syekh Siti Jenar. Kehadirannya telah menenteramkan sekaligus menggelisahkan! Buku ini mengupas makna kematian yang diajarkan oleh tokoh yang lebih sering disalahpahami itu. Mengapa kematian? Menurut penulis buku ini, kematianlah yang melatarbelakangi sikap dan tindakan Siti Jenar dalam menempuh hidup. Dengan penguasaan filsafat Jawa yang mumpuni, dipadu dengan wawasan yang luas terhadap literatur-literatur modern, Achmad Chodjim membawa kita menyelami khazanah kearifan tradisional tentang rahasia alam, hidup, akal budi, hakikat dan eksistensi manusia—yang diperkaya dengan pelbagai argumentasi keagamaan, sekaligus menggugah kita untuk berpikir kritis, agar perbedaan pandangan bisa dirasakan sebagai rahmat. Dalam uraiannya, Chodjim lebih jauh menunjukkan betapa Siti Jenar merupakan pemikir yang lebih maju dari zamannya. Jauh sebelum merebak pemikiran-pemikiran modern Eropa abad ke-18 hingga ke-21 mengenai demokrasi, keterbukaan, persamaan, kebebasan, dan persaudaraan, Syekh Siti Jenar telah mengajarkan semua itu pada abad ke-16.Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)
Sering kita saksikan orang-orang membaca Surah Yasin untuk mengiringi orang yang tengah sakratulmaut atau untuk orang yang sudah mati. Salahkah? Tentu saja tidak. Lalu?Yâ Sîn. Bunyi ayat pertama sekaligus nama surah ini merupakan panggilan kesayangan Allah khusus kepada setiap hamba yang membacanya. Allah menyeru pembaca “Jantung Alquran” ini untuk berjuang menyebarkan kasih sayang.Ketika ditimpa berbagai penderitaan, seseorang memerlukan pijakan yang amat kuat, yang kukuh. Ketika dakwah Nabi Muhammad dilecehkan, dan bahkan Nabi sendiri mulai diserang, surah Yasin diturunkan untuk memperkukuh basis perjuangannya dalam menegakkan keadilan dan kasih sayang, yang sering kali diringkas menjadi penegakan kebenaran.Tuhan memberi kita kemerdekaan. Sayangnya, ia sering kita salah gunakan. Kita acap menggadaikan kemerdekaan dengan mengekor pikiran orang lain. Hidup kita sekadar peniruan terhadap pikiran orang lain. Hasrat kita hanyalah kutipan belaka. Surah ini memperingatkan kita agar mampu memilih kebenaran dan bisa memanfaatkan hukum ketertarikan untuk kesejahteraan hidup.. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)
Islamic teachings of Syekh Siti Jenar, an extreme Javanese ulama in the 15th century.