Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

APRIADI

5 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 12018: 12016: 1

TRANSFORMASI STRATEGI PEMASARAN DAN PELAYANAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI TENGAH TREN PERSAINGAN KETAT

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “TRANSFORMASI STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI TENGAH TREND PERSAINGAN KETAT (Studi Kasus Toko Aua Bangunan Kota Bukittinggi)”. disusun oleh APRIADI dengan NIM 3721090, program studi S1 Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan di toko Aua bangunan yang dimana terjadinya penurunan omset pada tahun 2019 hingga 2023 dikarenakan semakin banyaknya pesaing toko bangunan yang mulai bermunculan dan mulai menguasai pasar dengan teknologi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis transformasi strategi pemasaran dan faktorfaktor atau kendala dalam penerapan transformasi strategi pemasaran yang diberikan Toko Aua Bangunan untuk menarik konsumen. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari usaha toko Aua bangunan melalui obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS), matrik SWOT dan tabel bobot skor. Dari hasil penelitian transformasi strategi pemasaran yang dilakukan toko Aua bangunan adalah perencanaan berbagai strategi seperti menambah variasi produk sesuai dengan permintaan pasar, memanfaatkan platform digital, memanfaatkan kolaborasi dengan merek ternama agar lebih diketahui konsumen lebih luas, memberikan pelayanan gratis hingga sampai ke konsumen, dan memanfaatkan lokasi toko yang strategis untuk membuat desain/tampilan promosi yang menarik agar lebih dikenal dan menarik banyak konsumen.

Komitmen Kebangsaan Gus Dur dan Relevansinya dengan Moderasi Beragama di Indonesia

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keanekaragaman yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadikan banyak problem dan konflik antar umat, baik secara budaya bahkan agama. Sehingga memaksa pemerintah Indonesia untuk meluncurkan proyek pada tahun 2019 melalui Kementerian Agama Lukman Hakim yang dikenal dengan Moderasi Agama. Isu pertikaian antar umat beragama sering terjadi di Indonesia bahkan kekerasan terhadap umat beragama. Proyek Moderasi Beragama diharapkan mampu menentralisir dan meredam kebenciang, ketidaksukaan bahkan kekerasan dalam beragama. Komitmen Gusdur dalam kebangsaan dibagi dalam 2 tema besar yaitu Pemikiran dan Perilaku Gusdur. Dalam pemikiran Gus Dur selalu ingin menjaga keutuhan bangsa karena bagi Gus Dur tidak ada yang paling penting dan berharga melainakan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Komitmen Gusdur dari segi pemikiran yaitu Pemikiran tentang Islam dan Negara, Pemikiran tentang Islam dan Pancasila, dan Pemikiran tentang Islam dan Kemajemukan Bangsa. Gus Dur berusaha mengurai bagaimana Islam sebagai agama sejalan dengan Negara sebagai tempat warga Negara yang sebagian besar orang mengatakan bahwa agama haruslah menjadi aturan bagi sebuah Negara tetpi Gus Dur menjelaskan bahwa antara Agama dan Negara suatu hal yang tidak bisa terpisahkan. Gus Dur juga menyatakan semua komitmennya terhadap bangsa dalam bentuk perilaku yaitu Tidak melakukan perlawanan dengan MPR setelah diturunkan dari kursi kepresidenan, Pencabutan Inpres No 14 tahun 1967 dan Kebijakan Gus Dur terhadap Referendum Aceh. Semua yang disampaikan Gus Dur dalam bentuk pemikiran dan juga perilaku memiliki keterkaitan dan relevansi dengan Moderasi Beragama di Indonesia yaitu Komitmen Gus Dur terhadap bangsanya ternyata sejalan dengan Moderasi Agama yang menjadi proyek strategis Indonesia saat ini. Dimana antara komitmen kebangsaan yang coba ditawarkan Gus Dur merupakan suatu yang moderat dan sesuai dengan cita-cita moderasi di Indonesia. Berikut relevansi komitmen kebangsaan Gus Dur dengan moderai beragama: Relevansi komitmen kebangsaan Gus Dur dengan anti kekerasan sebagai indikator moderasi beragama, Relevansi dengan komitmen kebangsaan, Relevansi komitmen kebangsaan Gus Dur dengan toleransi danRelevansi komitmen kebangsaan Gus Dur dengan akomodatif terhadap budaya lokal. Meskipun Gus Dur hanya menjabat kurang lebih 2 tahun tetapi apa yang dilakukan oleh Gus Dur telah memilki sikap terhadap bangsa yang sangat kuat dimana Gus Dur tetap teguh terhadap sikap nya demi terjaganya persatuan di negeri ini.