Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar PAI Siswa di SDN 05 Kubang Putiah
Affandi Majid NIM 2122349. “Analisis Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar PAI Siswa di SDN 05 Kubang Putiah”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 05 Kubang Putiah. Hal ini terlihat dari kurangnya semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran, rendahnya keaktifan siswa, kurangnya ketekunan dalam belajar, serta rendahnya minat siswa terhadap mata pelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 05 Kubang Putiah serta mendeskripsikan berbagai upaya yang diakukan guru dalam meningkatkan motivasi belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas guru PAI sebagai informan utama, wali kelas III, dan beberapa siswa kelas III sebagai informan pendukung. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa di SDN 05 Kubang Putiah masih tergolong rendah. Kondisi tersebut ditandai dengan kurangnya minat belajar,, rendahnya partisipasi siswa selama pembelajaran, kurangnya keberanian bertanya dan menjawab pertanyaan, serta rendahnya perhatian terhadap penjelasan guru. Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar meliputi kurangnya variasi metode pembelajaran, keterbatasan penggunaan media pembelajaran, sarana dan prasarana yang belum memadai, minimnya dukungan dan perhatian orang tua terhadap kegiatan belajar anak, lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya mendukung, pengaruh teman sebaya, serta lingkungan masyarakat yang kurang mendorong terbentuknya budaya belajar.