Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

46 hasil
Subjek: Pembinaan Akhlak
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Integrasi Nilai Budaya Minangkabau dalam PAI untuk Pembinaan Akhlak Siswa di SDN 01 Batuhampar, kec. Akabiluru, kab. Lima Puluh Kota.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini ditulis oleh Nuril Arifa Nim. 2122218 dengan judul "Integrasi Nilai Budaya Minangkabau dalam PAI untuk Pembinaan Akhlak Siswa di SDN 01 Batuhampar, kec. Akabiluru, kaab. Lima Puluh Kota." Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak siswa sejak jenjang sekolah dasar melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada penanaman nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan lingkungan sosial dan budaya peserta didik. Nilai-nilai budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah memiliki keselarasan dengan ajaran Islam sehingga berpotensi menjadi dasar dalam membentuk akhlak mulia siswa. Namun, implementasi integrasi nilai budaya tersebut dalam pembelajaran PAI masih perlu dikaji secara mendalam untuk mengetahui bentuk penerapannya serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk integrasi nilai budaya Minangkabau dalam pembelajaran PAI untuk pembinaan akhlak siswa di SDN 01 Batuhampar serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di SD Negeri 01 Batuhampar Kecamatan Akabiluru Kabupaten Lima Puluh Kota. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya Minangkabau dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pembiasaan di lingkungan sekolah. Nilai budaya yang diintegrasikan meliputi kato nan ampek, sopan santun, gotong royong, saling menghormati, dan tolong-menolong yang selaras dengan ajaran Islam. Faktor pendukung terdiri atas dukungan kepala sekolah, keteladanan guru, program budaya dan keagamaan sekolah, kerja sama dengan orang tua serta masyarakat. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan pemahaman guru terhadap budaya Minangkabau, kurangnya bahan ajar berbasis budaya lokal, pengaruh media sosial, dan terbatasnya pendampingan orang tua. Secara keseluruhan, integrasi nilai budaya Minangkabau memberikan kontribusi positif terhadap pembinaan akhlak siswa.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RELEVANSI PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA DI MTsN 2 LIMA PULUH KOTA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul “Analisis Relevansi Pembelajaran Akidah Akhlak Dalam Pembinaan Akhlak Siswa Di MTsN 2 Lima Puluh Kota”. Ditulis oleh Halimah Tusa’diah NIM: 2122136. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/ 1447 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perilaku siswa yang belum mencerminkan akhlak mulia, seperti kurangnya sikap sopan santun, rendahnya kedisiplinan, kurangnya rasa hormat kepada guru, serta perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai akhlak Islam. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara materi Akidah Akhlak yang dipelajari di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relevansi pembelajaran Akidah Akhlak dalam pembinaan akhlak siswa di MTsN 2 Lima Puluh Kota serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam pembinaan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, dalam penelitian ini penulis menggambarkan masalah dilapangan sesuai dengan fakta-fakta yang penulis temukan dilapangan. Informan dalam penelitian ini adalah informan kunci yaitu guru Akidah Akhlak. Informan pendukung yaitu kepala sekolah dan siswa kelas VIII MTsN 2 Lima Puluh Kota. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Akidah Akhlak memiliki relevansi yang kuat dalam pembinaan akhlak siswa. Relevansi tersebut terlihat dari hubungan antara materi yang diajarkan dengan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran Akidah Akhlak berperan dalam membentuk akhlak siswa kepada Allah SWT melalui peningkatan kesadaran beribadah dan berdoa, kepada guru melalui sikap hormat dan sopan santun, kepada teman melalui sikap saling menghargai dan bekerja sama, serta kepada lingkungan melalui kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. kendala dalam pembelajaran Akidah Akhlak dalam pembinaan akhlak siswa di MTsN 2 Lima Puluh Kota meliputi: (1) pengaruh penggunaan HP dan media sosial, (2) pengaruh lingkungan pergaulan siswa, (3) kuatnya pengaruh dunia maya di era digital, dan (4) kurang optimalnya pengawasan siswa di luar sekolah.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI ORANG TUA YANG BERPROFESI SEBAGAI GURU DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK STUDI KASUS GURU DI SMA N 1 BUKITTINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini disusun oleh MHD. Abdul Jalil, NIM. 2122291, dengan judul skripsi “Strategi Orang Tua yang Berprofesi sebagai Guru dalam Pembinaan Akhlak Anak: Studi Kasus Guru di SMA N 1 Bukittinggi”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2026. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dalam membina akhlak anak, khususnya pada keluarga yang orang tuanya berprofesi sebagai guru. Orang tua yang berprofesi sebagai guru memiliki peran ganda, yaitu sebagai pendidik di sekolah sekaligus pembina akhlak anak di rumah, sehingga menarik untuk dikaji bagaimana mereka menerapkan strategi pembinaan akhlak kepada anak-anak mereka sendiri di tengah kesibukan profesinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh orang tua yang berprofesi sebagai guru dalam membina akhlak anak, serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bukittinggi selama tiga bulan, mulai bulan Mei sampai Juli 2026. Informan utama penelitian ini adalah empat orang guru SMA Negeri 1 Bukittinggi yang sekaligus berprofesi sebagai orang tua, sedangkan informan pendukung adalah anak dari masing-masing informan utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan oleh orang tua yang berprofesi sebagai guru dalam membina akhlak anak meliputi lima pola utama, yaitu keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan nilai-nilai positif, komunikasi dan nasihat yang persuasif, pengawasan yang disertai evaluasi dan apresiasi, serta penguatan nilai keagamaan sebagai fondasi utama. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu akibat kesibukan profesi, perbedaan cara pandang antara orang tua dan anak, pengaruh teknologi dan media sosial, serta konflik emosi akibat peran ganda sebagai guru sekaligus orang tua. Hasil triangulasi dengan informan pendukung menunjukkan bahwa strategi-strategi tersebut benar-benar dirasakan oleh anak, sehingga data penelitian ini dapat dinyatakan valid dan kredibel.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Metode Guru Dalam Pembinaan Nilai-Nilai Akhlak Siswa Melalui Shalat Zuhur Berjamaah Di SMP Negeri 1 Kecamatan Jujuhan llir Kabupaten Bungo

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Dian Anggraini Dzulfiana NIM. 2122489 Skripsi “Metode Guru Dalam Pembinaan Akhlak Siswa Melalui Shalat Zuhur Berjamaah di SMP Negeri 1 Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo”. Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djanil Djambek Bukittinggi 2026 M/1448 H. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pembinaan akhlak siswa melalui kegiatan keagamaan di sekolah. Shalat zuhur berjamaah merupakan salah satu program keagamaan yang dilaksanakan secara rutin di SMP Negeri 1 Kecamatan Jujuhan Ilir Kabupaten Bungo sebagai upaya membina akhlak siswa. Dalam pelaksanaannya, guru memiliki peran penting dalam menanamkan akhlak melalui berbagai metode pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang digunakan guru dalam pembinaan akhlak siswa melalui shalat zuhur berjamaah, nilai-nilai akhlak yang ditanamkan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskripstif. Informan penelitian terdiri dari guru Pendidikan Agama Islam sebagai informan kunci, serta kepala sekolah dan siswa sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode guru dalam pembinaan nilai-nilai akhlak siswa melalui shalat zuhur berjamaah meliputi metode pembiasaan, keteladanan, nasihat, hadiah (reward), hukuman, pengawasan dan evaluasi. Nilai-nilai akhlak yang ditanamkan melalui kegiatan shalat zuhur berjamaah yaitu, nilai disiplin, tanggung jawab, religius, sopan santun, dan kejujuran. Faktor pendukung dalam pembinaan nilai-nilai akhlak siswa melalui shalat zuhur berjamaah meliputi adanya kerja sama yang baik antara kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam, kerja sama antar guru, jadwal pelaksanaan yang teratur, tersedianya fasilitas ibadah, serta dukungan orang tua siswa. Adapun faktor penghambatnya yaitu, kurangnya pemahaman sebagaian siswa terhadap pentingnya shalat zuhur berjamaah, kurang konsisten dan tegasnya guru pengawas dalam mengawasi siswa, serta keterbatasan fasilitas pendukung berupa kapasitas mushalla yang belum mampu menampung seluruh siswa dan terbatasnya pemasokan air ketika terjadi pemadaman listrik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembinaan Akhlak Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Menumbuhkan Sikap Solidaritas Di SDN 12 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Silpa Amini NIM. 2122453, Skripsi “Pembinaan Akhlak Melalui Ekstrakurikuler Keagamaan Dalam Menumbuhkan Sikap Solidaritas Di SDN 12 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat” Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi 2026 M/447 H. Pembinaan akhlak peserta didik merupakan aspek penting dalam pendidikan, terutama dalam menumbuhkan sikap solidaritas di lingkungan sekolah dasar. Fenomena degradasi moral dan melemahnya kepedulian sosial di kalangan peserta didik menunjukkan perlunya upaya pembinaan akhlak yang berkelanjutan dan terprogram. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai akhlak yang ditanamkan serta mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan akhlak melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dalam menumbuhkan sikap solidaritas peserta didik Di SDN 12 Lembah Melintang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian meliputi guru pembina ekstrakurikuler keagamaan, guru PAI dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler keagamaan berupa pembelajaran Al-Qur’an seperti tadarus Al-Qur’an, tahfiz, tilawah, baca tulis Al-Qur’an, berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak seperti kepedulian, tolong-menolong, kebersamaan, dan empati. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dapat menjadi sarana efektif dalam membina akhlak peserta didik serta menumbuhkan sikap solidaritas di lingkungan sekolah

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN GADJET DAN PEMBINAAN AKHLAK SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PAI KELAS X DI SMKN 1 AMPEK ANGKEK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, salah satunya penggunaan gadget dan pembinaan akhlak siswa. Perkembangan teknologi informasi mendorong meningkatnya penggunaan gadget di kalangan peserta didik, yang dapat berdampak positif maupun negatif terhadap proses pembelajaran. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi mengganggu konsentrasi dan motivasi belajar, sedangkan pemanfaatan yang tepat dapat mendukung pemahaman materi. Selain itu, pembinaan akhlak siswa berperan penting dalam membentuk sikap dan tanggung jawab belajar sesuai nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gadget dan pembinaan akhlak siswa terhadap hasil belajar PAI siswa kelas X di SMKN 1 Ampek Angkek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dengan sampel sebanyak 80 siswa. Data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji regresi, uji korelasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PAI dengan nilai t hitung 5,185 > t tabel 1,991 dan signifikansi 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nol (Ho) ditolak. Pembinaan akhlak siswa juga berpengaruh signifikan dengan nilai t hitung 2,259 > t tabel 1,991 dan signifikansi 0,027 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, yang menegaskan pembinaan akhlak siswa berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan gadget dan pembinaan akhlak siswa secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar PAI siswa kelas X di SMKN 1 Ampek Angkek.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Implementasi Keteladanan Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Siswa di SMAN 5 Bukittinggi

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan peran panutan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan akhlak siswa di SMA Negeri 5 Bukittinggi. Latar belakang penelitian ini berakar pada meningkatnya tantangan dalam membina akhlak siswa di era digital, serta peran penting guru PAI sebagai panutan dalam membentuk karakter dan perilaku siswa. Dalam kerangka pendidikan Islam, panutan (uswah hasanah) merupakan metode utama dalam pendidikan akhlak, sehingga guru PAI tidak hanya berfungsi sebagai pengajar tetapi juga sebagai teladan akhlak bagi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru PAI, siswa, dan pejabat sekolah (guru Bimbingan dan Konseling serta perwakilan siswa). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku teladan guru PJK (Pendidikan Agama Islam) di SMA Negeri 5 Bukittinggi telah diimplementasikan dalam berbagai dimensi, termasuk perilaku teladan dalam beribadah, akhlak pribadi, tutur dan komunikasi, disiplin dan tanggung jawab, interaksi sosial, serta konsistensi sikap dan perilaku. Perilaku teladan ini berdampak positif pada perkembangan moral siswa, yang tercermin dalam peningkatan kesadaran beribadah, kesopanan, disiplin, dan pola interaksi siswa di lingkungan sekolah. Perilaku teladan ini didukung oleh budaya sekolah yang religius, dukungan dari pimpinan sekolah, dan hubungan harmonis antara guru dan siswa, meskipun tantangan seperti pengaruh eksternal, media sosial, dan keterbatasan waktu guru masih ada. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku teladan guru PJK (Pendidikan Agama Islam) merupakan faktor penting dalam perkembangan moral siswa dan berfungsi sebagai strategi pendidikan yang efektif untuk mengatasi tantangan pendidikan kontemporer.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Evaluasi Program Wirid Remaja dengan Menggunakan Model CIPP (Context, Input, Process, Product) di SLTA Kota Payakumbuh

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini berjudul “Evaluasi Program Wirid Remaja Dengan Menggunakan Model Cipp (Context, Input, Process, Product) di SLTA Kota Payakumbuh” NIM 10224034 Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Pascasarjana Universitas Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi tahun 2026. Degradasi moral dan kenakalan remaja di era digital menuntut adanya program pembinaan karakter berbasis nilai-nilai religius yang sistematis dan terukur di lingkungan pendidikan. Program wirid remaja merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Instruksi Gubernur Nomor 451/5522/Disdik-2022. Setelah tiga tahun implementasi, belum terdapat evaluasi sistematis dan komprehensif terhadap efektivitas program ini, sehingga diperlukan kajian mendalam untuk mengukur keberhasilan program dari aspek konteks, masukan, proses, hingga produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program wirid remaja di SLTA Kota Payakumbuh menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode evaluatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SLTA Kota Payakumbuh tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 3.150 siswa. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, menghasilkan 354 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah divalidasi oleh ahli dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Dimensi Context memperoleh skor rata-rata 28,38 dengan tingkat persetujuan 77,12%, mengindikasikan program sangat relevan dengan kebutuhan spiritual siswa dan selaras dengan visi pendidikan karakter; (2) Dimensi Input mencapai skor 30,47 dengan persetujuan 73,67%, menunjukkan kesiapan sumber daya manusia, materi, dan fasilitas yang memadai meskipun masih memerlukan peningkatan pada aspek kemenarikan materi; (3) Dimensi Process memperoleh skor 30,29 dengan persetujuan 72,36%, membuktikan pelaksanaan program berjalan konsisten dengan interaksi edukatif yang efektif; (4) Dimensi Product mencapai skor tertinggi 28,22 dengan persetujuan 79,35%, menunjukkan keberhasilan program dalam mentransformasi karakter religius siswa, meningkatkan kedisiplinan ibadah, dan membentuk akhlakul karimah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program wirid remaja di Kota Payakumbuh sangat efektif dan layak untuk dilanjutkan dengan rekomendasi perbaikan pada aspek sosialisasi, diversifikasi metode pembelajaran, peningkatan fasilitas, dan penguatan monitoring berkelanjutan agar program dapat menjangkau seluruh siswa secara optimal dan memberikan dampak transformatif yang permanen.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KERJA SAMA GURU PAI DAN GURU BK DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA DI SMP NEGERI 03 PULAU PANJANG SUNGAI BEREMAS PASAMAN BARAT

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rhodia Sugiarti, NIM 2121191. Skripsi: “Kerja Sama Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam Mengatasi Kenakalan Siswa di SMP Negeri 03 Pulau Panjang Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat.” Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Tahun 2025 M / 1446 H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kerja sama antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi berbagai bentuk kenakalan siswa yang muncul di lingkungan sekolah. Kolaborasi yang baik antara kedua pihak menjadi salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter dan pembinaan akhlak peserta didik. Melalui kerja sama yang terarah, guru PAI dapat menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, sementara guru BK memberikan bimbingan dan pendampingan psikologis untuk membantu siswa mengatasi permasalahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kerja sama antara guru PAI dan guru BK dalam menangani kenakalan siswa di SMP Negeri 03 Pulau Panjang Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti bertindak sebagai instrumen kunci, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru PAI, guru BK, serta kepala sekolah. Keabsahan data diperiksa dengan teknik triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara guru PAI dan guru BK diwujudkan melalui tujuh bentuk utama, yaitu: (1) perencanaan program pembinaan akhlak, (2) pembelajaran berbasis aktivitas dan proyek bernilai moral-spiritual, (3) pengawasan perilaku siswa secara rutin, (4) mentoring antarguru, (5) team teaching, (6) kelompok belajar guru sebagai wadah refleksi, dan (7) rapat penanganan kasus siswa yang terstruktur dan rahasia.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMUNIKASI PERSUASIF PENGASUH DALAM MELAKUKAN PEMBINAAN AKHLAK REMAJA DI PANTI ASUHAN AISYIYAH KOTA PARIAMAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi yang berjudul “Komunikasi Persuasif Pengasuh Dalam Melakukan Pembinaan Akhlak Remaja Di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Pariaman” ini disusun oleh Nadia Salsabila Suardi Putri dengan NIM 4321023 mahasiswa Program Studi SI Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah di Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, 2025. Penelitian ini mengkaji tentang komunikasi persuasif pengasuh dalam melakukan pembinaan akhlak remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Pariaman. Pokok permasalahan dalam penelitian ini yaitu: bagaimana proses komunikasi persuasif pengasuh dalam melakukan pembinaan akhlak remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Pariaman, bagaimana faktor pendukung dan penghambat komunikasi persuasif pengasuh dalam melakukan pembinaan akhlak remaja di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Pariaman. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif pendekatan deskriptif dimana jenis penelitian ini berusaha mengumpulkan fakta dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi peneliti lakukan di Panti Asuhan Aisyiyah Kota Pariaman, di samping itu peneliti juga melakukan wawancara mendalam dimana peneliti melakukan wawancara kepada informan kunci dan pendukung, diantaranya pengasuh panti, anak panti, dan alumni panti. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwasannya, proses komunikasi persuasif dalam melakukan pembinaan akhlak remaja di panti asuhan dengan menggunakan bahasa yang tepat, penetapan tujuan yang jelas, mengatasi jika ada penolakan. Faktor pendukungnya seperti bukti dan data, keahlian, testimonial, cerita atau anekdot, alasan dan logika, konsistensi, efek sosial dan keuntungan. Sedangkan faktor penghambat dogmatism, stereotype, dan pengaruh lingkungan. Menggunakan bahasa yang tepat dalam kehidupan sehari- hari menjadi elemen penting dalam penyampaian tujuan dari komunikasi persuasif. Kata Kunci: Komunikasi Persuasiaf, Pengasuh, Pembinaan Akhlak Remaja

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembinaan Akhlak Rasulullah SAW Pada Siswa Dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka di Pondok Pesantren MTI Koto Tinggi Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dapat membantu siswa mengembangkan akhlak berdasarkan prinsip-prinsip akhlak Nabi Muhammad SAW yang meliputi fathanah (cerdas), amanah (dapat dipercaya), shiddiq (jujur), dan tabligh (menyampaikan). Meskipun kegiatan Pramuka telah dilaksanakan, beberapa siswa tetap menunjukkan moral yang tidak diharapkan, seperti kurangnya disiplin dan keterampilan kepemimpinan yang buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kegiatan Pramuka membantu siswa mengembangkan akhlak Rasulullah SAW dan seberapa berhasilnya membentuk kepribadian siswa. Metodologi penelitian kualitatif deskriptif digunakan, dan data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, serta pelatih Pramuka, pembina, dan anggota Pramuka bertugas sebagai informan penelitian. Temuan penelitian ini menunjukkan bagaimana kegiatan ekstrakurikuler Pramuka membantu siswa mengembangkan karakter moral dengan mengamalkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Sejumlah siswa telah menunjukkan peningkatan dalam integritas, akuntabilitas, dan keberanian dalam menyuarakan pendapat. Untuk memastikan prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, masih diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dan teknik pembinaan yang lebih beragam.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Tarekat Naqsabandiyah Dalam Pembinaan Akhlak Jama'ahnya (Studi Pada Madrasah Suluk Muthmainnah, Kepenuhan Barat Mulya, Rokan Hulu)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini fokus pada peran Tarekat Naqsyabandiyah dalam pelatihan akhlak jamaahnya, dengan studi kasus di Madrasah Suluk Mutmainnah, Kepenuhan Barat Mulya, Rokan Hulu. Tarekat Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat sufi yang memiliki metode khusus dalam membimbing para pengikutnya menuju peningkatan spiritualitas dan akhlak yang lebih baik. Dalam konteks masyarakat modern yang mengalami degradasi moral, keberadaan tarekat ini menjadi salah satu alternatif dalam membentuk karakter individu yang lebih baik melalui pendekatan tasawuf. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana metode pembinaan akhlak yang diterapkan dalam tarekat ini, bagaimana peran mursyid dalam membimbing jamaah, serta dampak yang ditimbulkan dari pembinaan tersebut terhadap kehidupan sosial dan keagamaan jamaahnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan suluk dan zikir di madrasah, wawancara mendalam dengan mursyid serta jamaah yang aktif, serta analisis dokumen yang berkaitan dengan ajaran dan praktik tarekat. Penelitian ini juga mengkaji bagaimana nilai-nilai yang diajarkan dalam Tarekat Naqsyabandiyah diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari jamaah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan akhlak dalam Tarekat Naqsyabandiyah di Madrasah Suluk Mutmainnah dilakukan melalui beberapa metode utama, yaitu suluk, zikir dan tawajjuh. Metode-metode ini membentuk karakter jamaah agar lebih disiplin dalam beribadah, lebih sabar dalam menghadapi ujian hidup, serta lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, nilai-nilai seperti rendah hati, kasih sayang, dan kebersamaan juga ditekankan dalam ajaran tarekat ini, yang kemudian tercermin dalam hubungan sosial jamaah dengan masyarakat sekitar. Dampak dari pembinaan ini cukup signifikan, terlihat dari perubahan perilaku jamaah yang lebih religius, lebih menghargai nilai-nilai spiritual, serta lebih bertanggung jawab dalam menjalankan peran sosial mereka. Jamaah yang telah mengikuti tarekat ini dalam jangka waktu yang lama menunjukkan peningkatan dalam kesalehan individu maupun sosial. Oleh karena itu, Tarekat Naqsyabandiyah di Madrasah Suluk Mutmainnah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk akhlak jamaahnya, sekaligus memberikan kontribusi dalam menjaga moralitas di tengah masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa tarekat sufi, khususnya Naqsyabandiyah, masih memiliki relevansi yang kuat dalam membina akhlak umat Islam. Keberadaan Madrasah Suluk Mutmainnah menjadi bukti bahwa pendekatan tasawuf dapat menjadi solusi dalam membentuk karakter individu yang lebih baik di tengah tantangan kehidupan modern.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peranan Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Siswa Korban Broken Home Di SMKN 1 Bukittinggi

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Rahmi Putri, Nim : 2120353, Judul Skripsi : Peranan Guru PAI Dalam Membina Akhlak Siswa Korban Broken Home di SMK Negeri 1 Bukittinggi”. Memenuhi kebutuhan Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, 2020. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang ditemui yaitu Akhlak siswa korban Broken Home di SMKN 1 Bukittinggi cenderung kurang baik dikarenakan kurang nya kasih sayang orang tua. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengkaji dampak Broken Home pada siswa SMK, serta mengetahui peran khusus guru PAI dalam membina nilai-nilai moral dan akhlak siswa tersebut. Temuan penelitian ini akan memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang peran penting yang dilakukan oleh guru dalam membina akhlak dan perkembangan moral siswa yang terkena dampak keluarga Broken Home. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang masalah-masalah manusia dan social. Subjek yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMKN 1 Bukittinggi. Adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah Guru Pendidikan Agama Islam sedangkan yang menjadi informan pendukung dalam penelitian ini adalah Peserta didik, Guru BK, wali kelas dan orang tua atau wali murid. Untuk mengumpumpulkan data teknik yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data yang diperoleh dilakukan analisis data melalui reduksi data, display data dan verifikasi data. Untuk pengujian kreadibilitas data yang diperoleh penulis menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran kurangnya akhlak siswa korban Broken Home kelas X Teknik mesin 1,2,3 di SMK Negeri 1 Kota Bukittinggi yaitu berkaitan dengan kurangnya rasa tanggung jawab siswa yang terdampak korban Broken Home terhadap proses belajar di sekolah, dalam menanggulangi peran guru PAI pada SMK Negeri 1 Bukittinggi, maka guru berusaha membuat kegiatan-kegiatan baik di dalam lingkungan sekolah. Serta faktor penghambat pembinaan akhlak disebabkan oleh kurangnya kesadaran peserta didik itu sendiri dan faktor pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan lingkungan masyarakat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Metode pembinaan akhlak berpakaian oleh guru pendidikan agama Islam di SMPN 1 Mandah Kecamatan Mandah Provinsi Riau

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini berjudul metode pembinaan akhlak berpakaian oleh guru pendidikan agama Islam di SMPN 1 Mandah Kecamatan Mandah Provinsi Riau. Di susun oleh Nirwana putri 2110155. Program studi pendidikan agama Islam, fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan universitas Islam negeri (UIN) Sych M. Djamil Djambek Bukittinggi 2023M/ 1443H. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya beberapa orang siswa yang mengenakan jilbab tapi tidak menutupi dada sehingga melihatkan bentuk tubuh dan masih ditemukan juga siswa yang tidak menutup aurat dengan sempurna, oleh karena itu guru menggunakan beberapa metode dalam membina akhlak berpakaian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode pembinaan akhlak berpakaian oleh guru pendidikan agama Islam di SMPN 1 Mandah Kecamatan Mandah Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Informan terdiri dari informan kunci dan informan pendukung. Informan kunci peserta didik dan informan pendukung yaitu guru pendidikan agama Islam. Dalam pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data dengan menggunakan triagulasi sumber yaitu membandingkan hasil wawancara yang dilakukan pada informan kunci dan informan pendukung dengan hasil pengamatan secara langsung oleh penulis. Hasil penelitian ini dirangkum sebagai berikut: bahwa guru dalam membina akhlak berpakaian siswa di SMPN 1 Mandah Kecamatan Mandah Provinsi Riau menggunakan beberapa metode yaitu: metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat dan metode hukuman

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Pengasuh Asrama Dalam Pembinaan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siti Manggopoh Kec. Lubuk Basung Kab. Agam

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi ini berjudul ”Strategi Pengasuh Asrama Dalam Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siti Manggopoh Kec. Lubuk Basung Kab. Agam ”, Yang ditulis oleh Nesa Alia Putri, NIM. 2119.204, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Syekh M. Djamil Djambek Bukittinggi, Tahun 2023. Latar belakang penulis memilih judul ini karena terdapat beberapa masalah yang terjadi dalam praktek pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siti Manggopoh. Diantaranya adalah terdapat santri yang mencuri barang temannya, santri yang suka berkata kasar dan tidak sopan, santri yang suka membuli temannya. Peneliti bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan pengasuh asrama dalam pembinaan akhlak santri di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siti Manggopoh. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian pendekatan deskriptif kualitatif. Deskriptif kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dari perilaku yang diamati. Sementara teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan kunci dalam penelitian ini adalah Santri pondok pesantren dan Pengasuh Asrama sebagai informan pendukung. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa: pengasuh asrama di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siti Manggopoh memiliki banyak strategi yang sudah dicobakan dalam pembinaan akhlak santri yaitu pertama pengasuh asrama akan memberi sanksi bagi santri yang mencuri, dan akan menindak lanjuti bagi santri yang tidak mau mengakuinya, kedua menegur dan memberi hukuman bagi santri yang berkata kasar ketiga kendala yang dihadapi pengasuh asrama dalam pembinaan akhlak santri yaitu karena lemahnya ekonomi keluarga sehingga keinginannya tidak terpenuhi atau tidak tercapai. Dengan adanya beberapa strategi yang telah diterapkan pengasuh asrama, disimpulkan bahwa pengasuh asrama Pondok Pesantren Nurul Yaqin Siti Manggopoh menerapkan beberapa strategi dalam pembinaan akhlak santri, dimana melalui strategi tersebut diharapkan pengasuh asrama dapat membina akhlak santri menjadi lebih berbudi luhur, beradab baik, dan berakhlak mulia. Kata Kunci: Strategi, Pengasuh Asrama, Pembinaan Akhlak Santri.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pembinaan akhlakul karimah remaja di Boarding School SMA N 5 Payakumbuh

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

\Skripsi ini ditulis oleh AnggunAngraini, NIM: 2617.090, dengan judulpembinaan Akhlakul Karimah di Boading School SMA N 5 Payakumbuh, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembinaan akhlakul karimah remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, teknik pengumpulan data, metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pembinaan akhlakul karimah remaja adalah pembinaan akhlak yang dilihat dari ruang lingkup akhlak yaitu, akhlak kepada Allah, akhlak kepada sesama, akhlak pada lingkungan, pembinaan akhlak kepada Allah dengan sholat, sholat merupakan salah satu cara kita untuk bersyukur kepada Allah, kegiatan yang lain yaitu mengaji, murojaah, kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan tentang kandungan ayat serta perbaikan tajwid dilengkapi dengan kegiatan cramah serta thafidz. Yang kedua adalah akhlak kepada sesama meliputi jalan santai, makan bersama, dan menonton bersama yang dimana kegiatan ini mempererat silaturahmi, karena disetiap kegiatan ini berlangsung mereka semua berkumpul bersama, selain itu ada kegiatan pendukung lainnya. Yang terakhir adalah akhlak kepada linkungan, kegiatan yang termasuk disini adalah gotong royong yang mereka lakukan di sekitaran asrama dan piket stiap hari secara bergantian, kegiatan ini dilakukan agar mereka mencintai lingkungan, selalu menjaga kebersihan agar terciptanya kenyamanan bersama.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru dalam Pembinaan Akhlak Siswa di MDA Ar-Arsyad Kelurahan Nan Kodok Kota Payakumbuh

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Skripsi dengan judul Peran Guru Dalam Pembinaan Akhlak Siswa di MDA Ar-Arsyad Kelurahan Nan Kodok Kota Payakambuh, yang ditulis oleh Lucky Ramadhan (NIM 2117095), Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi Tahun 2021. Latar belakang ditulisnya penelitian ini adalah karena di lingkungan tempat tinggal peneliti anak-anak banyak yang kurang baik akhlaknya, hal ini menyebabkan anak-anak di lingkungan peneliti banyak yang jauh dari ajaran agama seperti tidak mengerjakan sholat, tidak berpuasa, dan hal lain yang menyimpang dari ajaran agama. Padahal di lingkungan peneliti memiliki wadah tempat pendidikan, baik itu formal sekolah maupun non formal seperti MDA. Hal ini juga disebabkan karena semakin canggih nya teknologi informasi dan komunikasi yang diperoleh oleh setiap orang melalui gadget nya masing-masing apakah itu orang dewasa maupun anak-anak. Terlebih bagi anak anak yang lebih banyak memperoleh hal negatif melalui gadget tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, artinya peneliti akan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan bentuk penelitian deskriptif kualitatif. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru TPA, sedangkan informan pendukung pengurus TPA dan siswa TPA di Kelurahan Nankodok. Teknik penelitian untuk mengumpulkan data yang digunakan dalam skripsi ini adalah wawancara dan observasi dan didukung pula oleh dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis kualitatif.. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Peranan yang dilakukan oleh guru MDA Arsyad dalam pembinaan akhlak bagi anak muridnya belum bisa dikatakan berhasil. Karena masih ada di antara siswa-siswa Ar arsyad yang belum menerapkan bagaimana cara berperilaku yang baik sesuai dengan pembinaan akhlak yang telah diberikan oleh guru kepada siswa. Terlebih, guru juga harus lebih giat lagi menghilangkan kebiasaan buruk yang di dapati oleh murid-muridnya di gadget.(2) Faktor yang mempengaruhi guru dalam pembinaan akhlak siswa di MDA Ar-Arsyad terdiri dari faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung terdiri dari orang tua dirumah, kemudian motivasi dan terakhir yaitu lingkungan. Sementara itu faktor penghambat terdiri dari teman sebaya dan juga media massa. Keduanya memberikan dampak tersendiri didalam pembinaan akhlak yang dilakukan oleh guru. Kata Kunci: Guru, Pembinaan Akhlak dan Siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembinaan Akhlak Bagi Suku Anak Dalam (SAD) Di Sekolah Rimba Dusun Kelukup Desa Dwi Karya Bakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANNISYA NURDIA RAMADHANI, NIM. 2117152, Judul Skripsi “Pembinaan Akhlak Bagi Suku Anak Dalam Di Sekolah Rimba Dusun Kelukup Desa Dwi Karya Bakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi”, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi 2020/ 2021. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan akhlak suku anak dalam yang selama ini belum terdidik dan terbiasa liar selama hidup dihutan. hal ini terlihat, pada saat kegiatan belajar sedang berlangsung, dimana suku anak dalam ini tidak sopan kepada guru, berkata-kata kasar, dan lain sebagainya, semua permasalahan tingkah laku mereka membutuhkan pembinaan akhlak yang baik. rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana upaya guru dalam membina akhlak suku anak dalam di sekolah rimba Dusun Kelukup?, dan Apa kendala yang dihadapi guru dalam membina akhlak suku anak dalam di sekolah rimba Dusun Kelukup. Dengan masuknya pendidikan serta pembinaan akhlak bagi suku anak dalam di sekolah rimba diharapkan dapat mengubah tingkah laku mereka serta menjadikan mereka lebih baik lagi. Dalam pembinaan akhlak ini, guru menggunakan berbagai metode serta pendekatan yang tepat. Guru memiliki peranan sangat penting dalam membina akhlak suku anak dalam. Meskipun bukanlah hal yang mudah dalam membina akhlak mereka, butuh waktu yang cukup lama. Hasil penelitian ini, dalam pembinaan akhlak suku anak dalam, guru menggunakan metode yaitu metode keteldanan, metode pembiasaan, metode nasehat, metode kasih sayang, dan metode penghargaan. Serta dengan menggunakan pendekatan pendidikan secara langsung, pendekatan pendidikan secara tidak langsung dan pendekatan mengambil manfaat dari kecenderungan dan pembawaan anak. Dalam pembinaan akhlak ini, guru menghadapi berbagai kendala yaitu apabila anak-anak ikut orang tuanya bermalam dihutan dengan waktu yang cukup lama, tenaga pendidiknya Cuma satu orang sehingga mengalami kesulitan dalam mendidik mereka serta lingkungan keluarga yang tidak terdidik. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif , dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data ini didapatkan melalui informan yang meliputi informan kunci yaitu guru disekolah rimba dan informan pendukung yaitu suku anak dalam. Alat pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data , penyajian data dan verifikasi data.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Metode Pembinaan Akhlak Anak Usia Sekolah Dasar Oleh Orangtua Pada Masa New Normal Di Jorong Gaduang Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini atas nama Delfita Mutiara, NIM. 2117170, yang berjudul “METODE PEMBINAAN AKHLAK ANAK USIA SEKOLAH DASAR OLEH ORANGTUA PADA MASA NEW NORMAL DI JORONG GADUANG KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SOLOK”. Maksud judul ini adalah penelitian yang menjelaskan bagaimana cara atau metode seorang pendidik yaitu orangtua dalam pembinaan akhlak pada anak yaitu anak SD usia 9-12 tahun pada masa new normal di Jorong Gaduang Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok. Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa pada saat ini di Jorong Gaduang ketika anak dalam proses pendidikan dirumah atau dalam masa pendidikan masa new normal anak seharusnya mendapatkan perhatian penuh dalam hal pembinaan akhlak. Namun pembinaan akhlak dirumah terindikasi bahwa terdapat kurangnya perhatian dan bimbingan dari sebahagian orangtua dalam pembinaan akhlak anak. Dimana terdapat anak yang melawan kepada orangtua, tidak melaksanakan shalat dan berkata-kata kotor dengan teman sebaya. Meskipun terdapat kurangnya perhatian orangtua pada anak tersebut, masih terdapat sebahagian dari orangtua disela-sela kesibukan mereka bekerja masih meluangkan waktu dan memberikan perhatian dalam pembinaan akhlak anak seperti memberikan teguran, nasehat dan memberikan teladan bagi anak selama dirumah. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat lapangan (field research), dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam hal ini penulis hendak menggambarkan bagaimana Metode Pembinaan akhlak Anak Usia Sekolah Dasar Oleh Orangtua pada masa new normal di Jorong Gaduang Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Solok. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa orangtua telah menerapkan beberapa metode pembinaan akhlak usia sekolah dasar (SD) pada masa new normal diantaranya yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat, metode hukuman dan metode perhatian. Walaupun orangtua sudah melaksanakan metode pembinaan akhlak seoptimal mungkin, namun dalam masa new normal ini masih terdapat anak usia sekolah dasar (SD) yang berperilaku tidak baik disebabkan karena terdapat beberapa kendala orangtua dalam membina akhlak selama masa new normal yaitu: a) tanggungjawab orangtua pada anak selama belajar dirumah kurang yaitu adanya keterbatasan waktu. b) Orangtua kesulitan dalam mengontrol penggunaan media online yaitu penggunaan gadget. c) kurangnya kontrol orangtua dalam pergaulan anak dengan teman sebaya sehingga menyebabkan anak lebih banyak bermain daripada belajar, beribadah dan membantu orangtua. Kata Kunci: Metode Pembinaan akhlak, Anak usia sekolah dasar, Orangtua, Masa New Normal.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBINAAN AKHLAK BAGI PARA REMAJA DI JORONG ARO KANDIKIR, KENAGARIAN GADUT, KECAMATAN TILATANG KAMANG, KAB AGAM

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Skripsi ini di susun oleh Rieki Nofrian Ahmad, Nim 2115.114 dengan judul “Pembinaan Akhlak Bagi Para Remaja di Jorong Aro Kandikir, Kenagarian Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kab. Agam”. Pada Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan di Institut Agama Islam (IAIN) Bukittinggi. Latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya minat dan kemauan para remaja dalam memakmurkan masjid Nizamiyah ini. Hal tersebut dikarenakan para remaja lebih memilih bermain warnet daripada berkumpul dan sholat berjamaah di masjid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja bentuk Pembinaan Akhlak Bagi Para Remaja di Jorong Aro Kandikir, Kenagarian Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kab. Agama Penelitian lapangan (field research). Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan keadaan objek pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah pengurus Masjid dan jamaah Masjid Nizamiyah. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan dan analisis data yang penulis gunakan adalah mereduksi data, menyajikan data, dan melakukan verifikasi serta menarik kesimpulan. Menguji keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi data yaitu membandingkan hasil data observasi dan hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian Pembinaan Akhlak Bagi Para Remaja di Jorong Aro Kandikir, Kenagarian Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang, Kab. Agam maka dapat disimpulkan bahwa magrib mengaji dilakukan dijorong Aro Kandikia dan masyarakatnya sangat antusias menjalankannya. Sedangkan pengajian mingguan masyarakat dan pengurus juga melaksanakannya sakali dalam seminggu. Tetapi program Memakmurkan Masjid pengurus mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya karena pemaja kebanyakan memilih bermain di warnwt daripada ke masjid.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail