Abstrak
ABSTRAK Skripsi dengan judul “Metode Guru Bimbingan dan Konseling Mengembangkan Kecerdasan Linguistik Siswa SMA Negeri 1 Ampek Angkek” Ditulis oleh Fitri Rozi Nim 2614.197. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negri (IAIN Bukittinggi). 2018 Latar belakang penelitian ini beranjak dari fenomena yang terjadi di SMA Negeri 1 Ampek Angkek bahwa ditemukan dari jumlah siswa kelas X, sebanyak 273 siswa terdapat 60% siswa memiliki kecerdasan linguistik yang terbukti dari hasil tes Intellegensi yang diselenggarakan di sekolah tersebut, namun dari hasil tes tersebut siswa yang memiliki kecerdasan linguistik belum bisa untuk mengembangkan kecerdasan linguistik dengan baik seperti siswa kurang mampu untuk berkomunikasi dengan baik, kurang minat membaca, kurang minat menulis, kurang bisa menerima pembelajaran melalui kegiatan mendengar, kurang suka berdiskusi, tidak mau bertanya tentang materi yang dianggap sulit. Rumusan penelitian ini adalah bagaimana metode guru bimbingan dan konseling mengembangkan kecerdasan linguistik siswa yang kurang mampu berkomunikasi dengan baik. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Yaitu menggambarkan yang terjadi dilapangan. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan redukasi data, penyanjian data kemudian penarikan kesimpulan. Data yang diperoleh diuji keabsahanya dengan triagulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dalam mengembangkan kecerdasan linguistik siswa yang kurang mampu berkomunikasi dengan baik adalah guru bimbingan dan konseling melakukan layanan dasar menggunakan strategi layanan informasi, penguasaan konten dan perencanaan individual dengan menggunakan strategi penempatan penyaluran dan dengan dukungan sistem strategi kerjasama yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling dengan wali kelas dan orangtua dalam membantu mengembangkan kecerdasan linguistik siswa dan juga memberikan layanan responsif strategi yang digunakan konseling individu, memperbaiki mengobati permasalahan yang terjadi atau sebut juga dengan menggunakan metode kuratif. Kemudian, metode selanjutnya yaitu dengan memberikan penguatan berupa pujian dan kata-kata motivasi untuk mempertahankan dan mengembangkan kecerdasan linguistik siswa, metode ini bertujuan untuk menjaga keadaan yang telah baik agar tetap baik atau disebut juga dengan metode preservatif.